Dalam dunia personal finance, ada yang namanya rule 50/30/20. Angka-angka ini sebenarnya adalah rasio yang akan membantu kamu bikin budget bulanan dan menekan spending yang engga perlu.

Lebih jelasnya, 50% dari income bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kayak bayar kosan atau makan harian. 30% lagi buat kegiatan yang sifatnya hobby dan senang-senang kayak beli komik atau ngopi-ngopi ganteng dan cantik. Sisa 20%-nya dipake sebagai tabungan dan investasi. Kalau setelah kamu cermati rasionya lebih daripada nilai ini, berarti ada yang harus berubah dalam dirimu.

Biarpun sederhana, rule ini cukup ampuh dan applicable.

Masalahnya adalah banyak orang khususnya mahasiswa yang agak sangsi sama rule ini. Mau gimana lagi, sebagai mahasiswa yang duit bulanannya pas-pasan, menyisihkan 20% buat saving dan investment itu susahnya setengah mati. Selalu saja ada godaan untuk mengorbankan pos ini untuk hang out di Hanamasa dan nonton di CGV Grand Indonesia.

Kalaupun berhasil menyisihkan 20% buat saving dan investasi, masalah selanjutnya adalah kemana duit ini harus ditempatkan.

Kalau ini masalah mu, tenang saja. Kanda Fajar punya solusinya. Solusi-solusi ini bahkan tergolong murah dan mudah untuk dilakukan.

Investasi Saham

butuh belajar sebelum terjun ke saham via indotesis.com

Instrument pertama yang Kanda Fajar rekomendasikan adalah saham? Loh kok saham? Bukannya malah lebih beresiko, ya?

Gini, ya. Kalau ngomongin resiko, semua hal di dunia juga punya resiko. Uang yang kamu simpan di bawah bantal juga punya resiko. Jadi ya why aren’t you dare to take more risk and get more return in exchange?

Saham itu memang fluktuatif, kadang naik kadang turun. Fluktuasinya juga kadang cepet banget. Dalam beberapa kasus malah pergerakannya kayak Messi lagi tanding, susah ditebak arah dribble-nya.

Tapi bukan berarti saham ini harus dijauhi. Sebaliknya, saat-saat sekarang ini adalah saat yang tepat untuk mulai berinvestasi saham. Kenapa??

Pertama, jumlah lot sekarang cuma 100. Lot itu satuan minimal buat transaksi saham. Dulu, 1 lot sama dengan 500 lembar saham. Sekarang diturunkan jadi cuma 100 lembar per lotnya. Ini tentu berdampak buat para investor retail yang modalnya terbatas kayak kamu dan Kanda Fajar. Minimal pembelian jadi berkurang thus, modal yang diperlukan jadi engga gede-gede amat.

Kedua, proses transaksi udah full online. Engga ada lagi transaksi lewat telepon kayak di Wolf of Wall Street. Engga ada lagi skema tipu-tipu dari broker karena semua ada dalam kendalimu. Karena sistem online ini, fee beli dan fee jual juga murah. Kisarannya bahkan dibawah 0.05% per transaksi.

Ketiga, syarat deposit awal di banyak broker sekarang cuma 100 ribu. Bayangin, nilai ini bahkan lebih dikit dari biaya makan cantik kamu seminggu!

Yang jadi akar masalah dari investasi saham adalah memilih saham mana yang bagus untuk berinvestasi. Ini sih, never ending problem, ya. Semua orang dari yang amatir sampai Professional jug masih bisa salah pilih. Jadi solusinya ya banyak belajar dan terus coba aja. Hahaha.

Kanda Fajar pake: IPOT Online Broker

Investasi Reksadana

skema reksadana via danareksaonline.com

Reksadana atau mutual fund ini artinya kumpulan berbagai intrumen investasi yang dijual di pasar. Komposisinya bisa saham, obligasi dan cash (or cash-equivalent). Nah, porsinya yang beda-beda tergantung manajer investasinya.

Disini juga engga perlu susah-susah belajar soalnya semuanya sudah dikerjakan sama si manajer investasi. Dan karena mereka ini juga pasti orang-orang yang ahli di bidang ini. Jadi uang kamu lebih aman dan return-nya optimal.

Kendalanya adalah kamu mesti bayar service mereka ini. Semacam biaya admin. Tapi untungnya, jaman sekarang pembelian dan penjualan reksadana bisa online jadi biayanya bisa ditekan. Cuma butuh 100 ribu, kamu udah bisa buka account reksadana. Dengan duit segitu juga bisa buat beli 1 unit reksadana. 1 unit ini udah termasuk saham, cash dan obligasi. Mantap.

Kanda Fajar pake: IPOT Fund (penjual reksadana)

Investasi Emas

investasi emas via vibiznews.com

Emas ini logam mulia yang harganya cenderung stabil saban tahun. Well, tetap fluktuatif sih tapi engga pergerakannya engga segila saham.

Dari dulu, emas memang sudah dipake sama orang-orang untuk menyimpan kekayaan. Orang juga biasanya nyimpen dalam bentuk perhiasaan. Bukan emas batangan.

Untuk beli emas, orang jaman dulu harus ke toko perhiasan atau ke pegadaian. Sekarang, kamu bisa beli emas online. Ukurannya juga bisa mulai dari 0.01 gram. Otomatis, harganya bisa lebih murah.

Terakhir Kanda Fajar cek 1 gram harganya 600 ribuan. Jadi secara teori, kamu bisa beli emas mulai harga 6.000. Murah banget, kan?

Kurangnya cuma satu, kamu cuma beli kertas hak milik aja sebenernya. Kalau mau emas benerannya, ada biaya tambahan yang harus kamu bayar.

Kanda Fajar pake: Bukaemas

Di akhir blog post ini, Kanda Fajar engga akan sharing lebih jauh. Pengalaman-pengalaman yang lebih dalam bakal Kanda Fajar di post di lain waktu. Lagian, kan juga sudah Kanda Fajar kasi tau produk apa yang Kanda Fajar pake. Hahaha.

Overall, Kanda Fajar mau ingetin satu hal. Yang terpenting dari investasi itu timing bukan banyak-banyakan modal. So, the best time is right now.

Categories: Personal Finance

Leave a Reply