4 Kesalahan dari Peluncuran iPhone X yang Fenomenal

Apple selama ini dikenal sebagai perusahaan teknologi yang keren, inovatif dan berorientasi ke masa depan. Hampir setiap produknya dibuat saat masyarakat dunia masih belum siap menggunakan teknologi yang dikembangkannya. Ambil contoh App Store. Saat toko aplikasi ini diluncurkan, kita sebagai pengguna masih belum siap mengadopsi konsep satu toko terpusat kayak gini. Yang ada di pikiran kita adalah kalau mau install aplikasi ya cari di Internet (walaupun kecepatan masih lambat) atau minta diisiin orang konter pulsa. Walaupun melampaui jaman, tapi toh akhirnya konsepnya sukses besar. Androis bahkan dikembangkan dengan mengadopsi konsep ini habis-habisan. Makanya, walaupun OS-nya gratis dan open source, install aplikasinya harus lewat Play Store.

Itu baru soal App Store. Belum lagi kalau kita mau ngomong panjang lebar soal iPhone. Produk ini unik banget. iPhone seperti menggabungkan fungsionalitas Nokia Seri E dengan lifestyle Sony Seri Walkman. Padahal di jaman itu, seri bisnis haruslah tampil kokoh kayak PDA Windows Mobile dan seri lifestyle haruslah kayak Nokia Express Music. Keduanya seolah engga bisa disatukan. Tapi Apple dengan brilian bisa melakukannya.

Sisanya tinggal sejarah. iPhone selalu laris manis saat versi barunya dirilis dipasaran. Animo masyarakat bahkan sudah tinggi bahkan sebelum barangnya selesai diproduksi (masih berupa demo di WWDC). Hal yang sama masih terus berlanjut sampai sekarang, paling tidak sampai iPhone X.

iPhone X, inilah nama resmi iPhone generasi baru yang sekali lagi melampaui jamannya.

Memangnya ada fitur-fitur apa aja sih yang disematkan Apple di iPhone ini? Baca terus sampai habis ya.

Under the Hood

Yang baru di iPhone X via facebook.com

Setiap-produk yang dibuatnya haruslah bagus secara desain dan fungsi. Tidak terkecuali dengan iPhone X. Secara desain, iPhone adalah smartphone pertama yang mengadopsi konsep satu layar penuh tanpa tombol. Bahkan tombol Home yang ikonik banget itu dikorbankan.

Selain itu ada teknologi canggih apa lagi yang terbenam dalam sebuah iPhone X? Berikut jawabannya.

iOS 11

Bisa dibilang, keunggulan mutlak iPhone dibanding smartphone lain ada di software-nya. Ada banyak smartphone Android dengan hardware yang lebih superior diluar sana. Tapi cuma iPhone yang bisa menghadirkan pengalaman yang gegas dan intuitif di satu waktu. Sampai sekarang, menurut pendapat pribadi Kanda Fajar, Android masih belum mampu berdiri sejajar dengan iOS kalau dibandingkan dengan spesifikasi hardware yang sama.

Di iOS terbaru ini, yang paling kerasa jelas tammpilan user interface-nya. Kesannya lebih bold tapi subtle aja gitu. Selain itu, Siri-nya juga lebih terdengar kayak manusia asli, bukan robot kayak Google Voice. Mantap.

iOS 11 juga sudah mendukung Machine Learning dan Augmented Reality secara native. Thanks to CoreML and ARKit, dua fitur ini makin memudahkan developer menciptakan berbagai aplikasi canggih buat iPhone X.

Face ID

Face ID adalah fitur yang digadang-gadang sebagai fitur terkuat iPhone X kalau dibandingkan sama smartphone lain. Saat banyak produsen smartphone Android masih berkutat buat menyempurnakan fingerprint, Apple malah sudah melangkah ke face recognition.

Dengan Face ID, pengguna iPhone X bisa meng-unlock iPhone-nya, beli lagu legal di iTunes, dan beli-beli yang lain (yang sayangnya) lewat Apple Pay.

Soal security pun, Apple sudah memikirkannya. Jadi jangan harap kamu bisa menipu Face ID pake foto doang.

OLED Screen

Apple boleh berbangga karena iPhone X akan menjadi satu-satunya smartphone yang menggunakan layar OLED. OLED memang terbilang lebih baik daripada layar LED. Lebih hemat daya, lebih cerah dan lebih enak dilihat dibawah sinar matahari.

iPhone X juga punya resolusi 2436 x 1125 (458ppi). Sangat memanjakan mata. Fitur ini sungguh adalah anugrah buat kamu yang seneng nonton lewat HP.

Tentu fitur-fitur canggih di iPhone X bukan cuma 3 ini. Masih banyak yang lainnya.

Tapi, dari semua gegap gempita dibalik peluncuran iPhone X, ada 4 hal yang membuat Kanda Fajar berpikir kalau sebaiknya iPhone X engga usah dibikin sekalian.

iPhone X is a Backstabber

Kalau diibaratkan, iPhone X itu kayak temen yang nikung pacar kamu diam-diam. iPhone X “memakan” demand yang seharusnya jadi hak iPhone lain, yang diluncurkan berbarengan.

Seperti yang kamu sudah pada tahu, Apple selalu mengumumkan produk barunya di gelaran yang dia bikin sendiri, Worldwide Developers Conference (WWDC). Di WWDC 2017, Apple melupakan iPhone seri S dan malah meluncurkan 3 tipe smartphone sekaligus. 3 iPhone itu adalah iPhone 8, iPhone 8 Plus dan iPhone X.

Walaupun meluncurkan 3 iPhone, orang-orang cuma peduli sama iPhone X.

Dua iPhone yang disebut duluan sama sekali tenggelam dibalik hegemoni iPhone X. Di seluruh dunia, penjualan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus jauh dari harapan, kalau engga mau dibilang anjlok. Orang-orang lebih memilih menunggu iPhone X daripada beli iPhone 8 dan iPhone 8 Plus yang jelas-jelas sudah tersedia stoknya di Apple Store.

Saking sepinya yang beli, Bloomberg bahkan melaporkan kalau Apple memangkas order ke suppliernya sampai 50% lebih!

Too Advanced for Today’s Era

Seperti yang kita semua tahu, Apple punya tradisi membuat produk yang melampui jamannya. Kayak Face ID diatas. Fitur ini beneran inovatif nan canggih. Tapi mungkin tidak fungsional untuk masa sekarang.

Ini terlihat jelas saat demo Face ID di WWDC kemarin. Face ID gagal berfungsi seperti yang diinginkan. Apple menyangkal kalau kegagalan ini karena teknologinya. Yang dijadikan kambing hitam adalah user-nya.

Di mata Kanda Fajar, ini terlihat kalau bahkan Apple saja tidak siap dengan teknologi masa depan yang diciptakan sendiri.

It Makes Apple Put Everyone Under Pressure

Demand-nya iPhone X itu gede banget. Walaupun harganya mahal luar biasa, orang-orang tetep antusias buat beli.

Kondisi dimana permintaan tinggi itu ibarat berkah tak terkira buat setiap perusahaan. Tapi disisi lain, situasi ini ibarat neraka kalau supply-nya engga cukup. Apple sedang merasakan kondisi ini sekarang.

Dengan banyaknya orang yang menunggu-nunggu iPhone X, Apple kesulitan untuk memasarkan iPhone X tepat waktu. Fitur yang luar biasa canggih, dikombinasikan dengan order yang besar, membuat supplier-supplier rekanan Apple kewalahan.

Foxconn Technology Group, perusahaan yang merakit semua model iPhone, dikabarkan menarik 200 orang pegawainya karena supply komponen yang terlambat atau jumlahnya tidak sesuai. Komponen yang bermasalah terutama adalah 3-D sensor, teknologi yang menjadi dasar Face ID. Komponen ini haruslah dibuat dengan sangat presisi, dan dalam jumlah banyak.

Harga saham turun 4% karena pasokan kurang via Bloomberg.com

Supaya tepat waktu, mau tidak mau Apple harus mem-push supplier-suppliernya. Mungkin karena tidak tahan ditekan terus sama Apple, salah satu suppliernya, Finisar Corp. memutuskan mundur. Alhasil, Apple cuma mengandalkan 3 supplier tersisa: Sunnyvale, Lumentum Holdings Inc. dan II-VI Inc. Untuk menyiasati hal ini, Apple konon mengerahkan ketiga supplier yang tersisa untuk mengurangi tingkat presisi dari 3-D Sensor yang diproduksi.

Tujuannya apa? Jawabannya jelas untuk mem-boost waktu produksi.

It Makes People Value Invaluable “Invention”

Apple memang seringkali jadi pioneer dari perangkat smartphone yang dibekali teknologi yang sophisticated. Tapi, sadar atau engga, Apple juga tidak kalah sering bikin kamu kagum sama inovasi mereka yang engga inovatif-inovatif banget.

Apple is not so innovative via 9gag.com

Yah tapi kalau namanya udah jadi Apple fanboy/fangirl, iPhone model berapa aja juga dibeli.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *