Warren Buffet memang orang yang fenomenal. Dia adalah seorang investor dan business leader kenamaan dengan reputasi mentereng. Media-media bahkan menyebut dirinya Oracle from Omaha, seakan pak tua ini bisa melihat masa depan.

Memang benar, Warren Buffet adalah orang yang berorientasi pada masa depan. Dia seakan bisa melihat bagaimana performa sebuah perusahaan dalam 20 sampai 50 tahun kedepan, bahkan lebih. Tidak heran kalau selama lebih dari 10 tahun kebelakang, namanya selalu ada di daftar orang terkaya di dunia versi Forbes ataupun Bloomberg.

Satu hal lain yang menarik dari sosok bapak tua ini adalah kebiasaannya mengirim annual letter kepada shareholder Berkshire Hathaway. Mencermati surat Buffet ini menjadi penting karena didalamnya berisi pemikiran-pemikiran dan visi seorang pemimpin bisnis dan investor kelas kakap. Saking tingginya animo masyarakat, terutama praktisi dan akademisi bisnis, Berkshire bahkan sampai harus mengarsipnya di website resmi mereka. Bayangkan betapa berharganya isi surat itu.

Oke. Tanpa perlu basa-basi lagi. Kanda Fajar akan kasi tahu kamu isi annual letter Buffett yang terkenal itu dengan bahasa yang sederhana. Oh iya, kalau kamu mau baca versi full-nya, langsung aja cau ke tautan ini.

Proses Suksesi yang Makin Terang Benderang

Siapa yang akan terpilih via bloomberg.com

Tidak bisa dipungkiri kalau Warren Buffett adalah salah satu businessman terhebat dalam sejarah. Walaupun begitu, dia tetaplah manusia biasa. Di tahun 2018 ini, Warren Buffett sudah akan berusia 87 tahun, tua banget untuk terus memimpin Berkshire Hathaway. Makanya, salah satu yang paling ditunggu adalah tentang siapa yang akan menjadi suksesor Buffett. Dari annual letter, terungkap dua nama; Ajit Jain and Greg Abel. Keduanya memang jelas kalah tenar, tapi Buffett mengakui kemampuan keduanya. Bahkan, Buffett pun tidak ragu mempromosikan keduanya jadi vice chairman. Hmm… Menarik untuk ditunggu kelanjutannya, ya?

Berkah dari Program Pajak Trump

Berkah dari Trump via kelolandassets.net

Pajak ini masalah serius buat semua orang, tidak terkecuali buat orang kaya. Nah, semenjak Trump menginisiasi program pemotongan pajak yang didengung-dengung pas kampanye, kabar baik lalu berkumandang buat Buffett dan kawan-kawan sepermainannya (baca: orang tajir melintir). Potongan pajak jadi mengecil dan itu berarti, makin banyak uang yang masuk ke kantong pribadi. Analis bahkan memprediksi kalau nilai buku (nilai asset) dari Berkshire Hathaway per kuartal terakhir 2017 kemarin akan naik sebanyak $37 billion. WOW!

Enaknya Jadi Pemegang Saham Berkshire Hathaway

Ini mungkin bagian yang ditunggu-tunggu sama pemegang saham Berkshire Hathaway. Pemegang saham kelas A Berkshire menikmati keuntungan sampai 22% di tahun 2017 kemarin. Sekarang, nilai per sahamnya sudah menyentuh lebih dari $300,000. Untung gede, ya.

Concern ke Biaya Kesehatan yang Makin Mahal

Concern ke masalah kesehatan via yahoo.com

Buffett selama ini memang dikenal aktif mengomentari isu-isu kemanusiaan. Keaktifannya bukan cuma dalam bentuk komentar di media, dia bahkan juga aktif menjadi donatur tetap Bill & Melinda Gates Foundation yang tersohor itu. Nah, di annual letter 2017 ini, Buffett kembali mengeluarkan kritikannya, sasarannya adalah kesehatan. Menurut Buffett, biaya kesehatan sekarang ini sangat mahal. Berkshire bahkan sampai harus bekerja sama dengan Amazon dan JP Morgan supaya karyawan-karyawan bisa mendapat akses kesehatan yang lebih terjangkau. Salut.

Pusing Karena Banyak Uang

Saat banyak uang jadi masalah via runnymede.com

Kanda Fajar pernah nulis kalau buat orang kaya, punya banyak cash itu ibarat masalah besar. Benar aja, Buffett pun berpikir demikian. Di tahun 2017 kemarin, anak perusahaan Berkshire mampu menghasilkan $109 billion. Dengan uang “sisa” sebanyak itu, Buffett ditekan untuk segera menginvestasikan lagi uangnya untuk akuisisi, seperti yang Berkshire lakukan saat mengakuisisi BNSF (2009) dan Precision Castparts Corp (2015). Kalau engga bisa menemukan target akuisisi yang cocok, pilihannya cuma dua; buyback saham Berkshire dari market atau kasi dividen.

Penekanan Kembali Atas Superioritas Passive Investing

Lebih baik main pasif via forbes.com

Buffett terkenal akan kesabarannya bermain saham. Kanda Fajar pakai kata-kata sabar karena Buffett adalah tipe investor yang tertarik dengan return jangka panjang. Dia engga percaya sama return gede yang short-term, seperti yang selama ini dijual Hedge fund-hedge fund di Amerika. Menurutnya, investasi via hedge fund itu costly karena investor harus bayar fee besar. Makanya, Buffett menyarankan untuk selalu stock-picking sendiri. Kalau engga bisa, mendingan beli index fund (baca: ETF) aja yang secara teori ngikutin arah gerak pasar secara keseluruhan (baca: IHSG).

Ada alasan kuat kenapa annual letter Warren Buffett ini selalu ditunggu. Seperti yang kamu sudah baca, isinya engga melulu soal angka dan hitungan investasi. Lebih daripada itu, Buffett juga sering berbagi wisdom soal investasi dan pandangannya soal konsep “make a world a better place.” Makanya, selain baca novel Dilan dan Milea, ada baiknya kamu juga menyempatkan diri untuk coba membaca laporan keuangan dan annual letter buffett.

Categories: Investasi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.