Marvel emang terkenal dengan sajian superhero yang ramah buat semua keluarga. Selalu ada selipan jokes-jokes bahkan di scene-scene yang serius. Semua film superhero Marvel di-treat dengan konsep yang sama tapi cuma beberapa yang mendapat tempat spesial di hati DC guy kayak Kanda Fajar. Ant-Man salah satunya. Tapi, sekuel Ant-Man yang judulnya Ant-Man and The Wasp meruntuhkan segala ekspektasi.

Sinopsis

Sekuel ini dibuka dengan Hank Pym yang punya ide untuk membawa kembali istrinya yang terjebak di dunia kuantum. Masalahnya, rencananya tidak bisa dilakukan karena Scott Lang ikut-ikutan Civil War di Jerman. Scott jadi tahanan rumah dan suit-nya dihancurkan. Bukan cuma dia aja yang jadi buron. Hank dan Hope pun juga jadi buronan pemerintah.

Scott nyatanya senang-senang aja jadi tahanan rumah. Dia bisa main sama anaknya dan Luis dkk jadi bikin biro keamanan private. Semua berubah saat dia dapat ilham/mimpi dari Janet aka The Wasp. Dia memberi penglihatan soal masa kecil Hope dan ibunya.

Villain yang engga villainous via ign.com

Mendengar kabar itu, Hope dan Hank jadi punya harapan buat mengindentifikasi lokasi pasti Janet. Akhirnya, Hope akhirnya “menculik” Scott untuk membantunya dan ayahnya mengembangkan quantum tunnel. Sayang, rencana ini diketahui dua antagonis kita di film ini: The Ghost dan Sonny Burch.

Sonny Burch ini adalah pedagang teknologi gelap. Selama ini Hope dan Hank mendapat komponen-komponen yang dibutuhkan dari dia. Hope biasanya menggunakan nama palsu tapi kali ini dia ketahuan. Sonny ingin bekerja sama. Dia melihat teknologi Hank sebagai tambang emas bernilai triliunan dollar. Hope dan Hank jelas menolak, tapi Sonny tetap memaksa. Pertarungan akhirnya tidak terelakkan. Hope dengan The Wasp suit-nya berhasil mengalahkan anak-anak buah Sonny yang bertampang sangar tapi keadaan berbalik saat The Ghost datang.

The Insect Duo via feelinfilm.com

The Ghost ini juga tertarik dengan teknologi Hank. Ghost yang bernama asli Ava Starr sebenarnya adalah korban dari mantan partner Hank yang mengembangkan teknologi kuantum sendiri. Rencananya gagal dan tubuh Ava sekarang jadi bisa menghilang dan menembus tembok. Tapi hal ini membuat dia tidak berumur panjang. Makanya, dia butuh teknologi Hank supaya bisa menyerap kelebihan quantum material di tubuhnya.

Setelahnya, alur plot jadi soal kejar-kejaran antara kelompok Hank, Hope dan Scott, Sonny dan Ghost. Scott dkk terdesak tapi untung masih ada Luis dkk yang siap memberikan bantuan. Keadaan kemudian berbalik dan Hank bisa masuk ke alam quantum dan menyelamatkan Janet. Janet berhasil dibawa kembali dengan pengetahuan yang tidak terbayangkan oleh manusia sebelumnya. 30 tahun berada di alam quantum membuatnya memiliki kemampuan menyembuhkan Ava.

Impression

Cuma segitu aja sinopsis yang Kanda Fajar bisa rangkum. Cuma sedikit karena emang plotnya engga berkesan. Isinya cuma kejar-kejaran engga seru. The Ghost engga villain-villain amat dan Sonny engga garang buat jadi Boss preman dan semacamnya.

Jokes-Jokes yang dipakai juga engga begitu pas penempatannya. Sering missed dan beberapa kali malah garing.

Masalah lain adalah chemistry Hope sama Janet yang kurang dieksplor. Dua karakter ini seharusnya bisa menyelipkan nilai-nilai keluarga tapi malah gagal. Mereka berdua cuma nangis, peluk dan udah. Itu aja.

Penyelamat film ini adalah Scott dan Luis. Keduanya tetap komikal, lucu dan emang lovable. Kredit spesial buat Scott karena dia bisa memancarkan sifat dan aura perempuan dengan sangat perfect pas di scene dia dirasuki pikiran Janet.

Akhir kata, Ant-Man makes me set high expectation for the sequel but it ruins it.

Categories: Movie

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.