Udah pada nonton Avengers Infinity Wars belum, nih? Kanda Fajar sarankan, kamu tinggalkan kerjaan kamu dan segera ke bioskop. Sepanjang perjalanan ke bioskop, jangan buka Facebook, Twitter atau Instagram. Jauhkan dirimu dari gempuran spoiler-spoiler di social media. Tapi, ya kalau kamu orangnya tahan sama Spoiler, mendingan baca blog post ini aja.

Sinopsis

Cerita bermula dari Asgard yang hancur berantakan akibat ulah Thanos dan The Black Order. Thor tidak bisa berbuat apa-apa. Loki pun demikian. Walaupun dengan jurus “penjilat” andalannya, Thanos tidak gampang tertipu. Loki pun terbunuh bersama dengan Asgardian yang lain. Disisi lain, Hulk dipaksa dikirim ke bumi untuk memperingati Avengers soal keganasan Thanos.

Yang Hulk/Bruce tidak tahu adalah sekarang Avengers sudah terpecah dan muncul sosok hero baru bernama Dr. Strange. Jadilah kabar soal Thanos ini baru diketahui sama Tony Stark, Wong dan Dr. Strange aja. Tiba-tiba, seluruh New York panik. Ada kapal raksasa yang mendarat disana. Rupanya, anak buah Thanos sudah siap menyerang bumi dan menemukan Time Stone yang dimiliki Dr. Strange.

Tony ternyata udah siap dengan serangan macam itu. Sekarang, Iron suit-nya udah pake nanopartikel, jadi bisa dikendalikan lewat pikiran aja. Sayang, Iron Man, Dr. Strange dan Wong (Hulk engga mau keluar) tetap kewalahan. Bahkan setelah Spider-Man muncul pun, pertarungan tetap memihak anak buah Thanos. Alhasil, Dr. Strange berhasil ditangkap dan dibawa ke kapal.

Greatest villain in MCU via thegurdian.com

Iron Man mengikuti dari belakang, begitu juga Spider-Man yang kini sudah menjadi Iron Spider berkat suit baru dari Stark. Di dalam kapal itu, Dr. Strange dipaksa melepaskan Time Stone oleh anak buah Thanos. Untung saja Iron Man dan Iron Spider berhasil mengalahkannya. Setelahnya, ada sedikit perdebatan antara Iron Man dan Dr. Strange. Perdebatan itu diakhiri dengan keputusan untuk mendatangi Titan, planet asal Thanos.

Disisi lain, kelompok Guardian of Galaxy secara tidak sengaja juga menemukan Thor yang hampir mati. Dari Thor, Gamora tahu bahwa Thanos sudah mulai bergerak. Mereka akhirnya memilih berpencar. Thor, Rocket dan Groot memilih menuju planet Nidavellir untuk membuat Hammer-nya yang dulu hancur. Sementara itu, Gamora, Quill, Drax dan Mantis pergi menuju Knowhere, tempat The Collector berada. Mereka kesana untuk mencegah Thanos mendapatkan Reality Stone dari The Collector.

Sayangnya mereka terlambat. Knowhere terlanjur hancur. Karena terprovokasi, rencana mereka untuk menyergap Thanos diam-diam gagal. Thanos berhasil menangkap Gamora dan membawanya pergi. Quill tidak tinggal diam. Dia mengejar Thanos sampai ke Titan, tempat dimana Guardian of Galaxy bertemu pertama kali dengan Avengers.

Earth Mightiest Heroes via thedailybeast.com

Ternyata, Gamora tidak disana. Dia dibawa kembali ke kapal milik Thanos. Gamora dipaksa memberi tahu dimana letak Soul Stone. Gamora tidak menjawab sampai Thanos dengan teganya menyiksa Nebula. Dari informasi Gamora, Thanos pergi ke suatu planet (Kanda Fajar lupa namanya). Untuk mendapatkan Soul stone, nyawa harus dibayar nyawa. Thanos akhirnya dengan tega melempar orang yang disayanginya, Gamora, ke jurang demi mendapat Soul Stone.

Kembali ke bumi, kebahagiaan Vision dan Wanda/Scarlet Witch lagi ada diujung tanduk. Anak buah Thanos udah siap buat ngambil Mind Stone dari kepala Vision. Wanda dan Vision tidak mampu melawan mereka sendirian. Untungnya, Captain America, Falcon dan Black Widow datang. Salah satu anak buahnya bisa dijatuhkan dan mereka kembali ke kapal mereka.

Walaupun begitu, Vision masih belum aman. Captain, Black Widow, Falcon dan War Machine membawa Vision dan Wanda ke Wakanda. Disana, Shuri dan Bruce sudah siap melepaskan Mind Stone tanpa membunuh Vision. Rencana mereka bisa saja berhasil andai kata, anak buah tidak muncu di Wakanda. Alhasil, perang brutal tidak terelakkan. Wakanda plus Avengers melawan monster-monster Thanos.

Perdebatan yang engga penting sebenarnya via abcnews.com

Di Planet Titan, Iron Spider, Mantis, Drax, Dr. Strange dan Iron Man sebenarnya hampir bisa melepaskan gauntlet dari tangan Thanos yang sudah terhipnotis oleh Mantis. Sayang, Quill kehilangan akal sehatnya setelah tahu Thanos dengan teganya membunuh Gamora. Thanos yang sudah sadar tidak main-main lagi mengahadapi mereka. Avengers dan Guardian of Galaxy dibuat tidak berdaya dihadapannya karena Infinity Stones ditangannya.

Setelah berhasil mengambil Time Stone dari Dr. Strange, Thanos kembali ke bumi. Dia ingin mengambil Mind Stone dari Vision. Di Wakanda, Avengers dan tentara Wakanda kini berbalik unggul karena kedatangan Thor (dengan hammer barunya), Rocket dan Groot. Tapi mereka semua memang bukan tandingan Thanos. Mereka semua dengan mudah dikalahka Thanos. Wanda tidak punya pilihan lain selain menghancurkan Mind Stone dan membunuh Vision. Sayang, usahanya sia-sia karena dengan Time Stone, Thanos dapat memutar balik waktu dan merebut Mind Stone.

Black Panther X The Capt via nerdist.com

Thor yang tidak mau kalah melemparkan hammer-nya ke arah Thanos. Hammer itu menghujam tepat ke dada Thanos. Sayang, itu tidak membuatnya kalah. Thanos malah menjentikkan jarinya dan melenyapkan setengah populasi alam semesta. Pahlawan-pahlawan kita pun tidak luput dari kematian. Star-Lord, Spiderman, Mantis, Drax, Groot, Bucky, Black Panther, Scarlett Witch, War Machine dan Falcon mati karena ulah Thanos.

Impression

Seperti yang sudah diduga, setengah dari hero-hero yang ada di MCU yang kita kenal sudah tiada. Ini menjadikan Infinity War sebagai satu-satunya film MCU dengan cerita paling sedih yang pernah Kanda Fajar tonton. Temen di sebelah Kanda Fajar aja sampe nangis coba.

Secara cerita, Avengers Infinity Wars ini terbilang amat sangat ambisius. Film ini menampilkan semua hero yang pernah tayang sebelumnya. Sayangnya, karena hal ini juga, dialog-dialog antar tokohnya terbilang sangat sedikit. Kegundahan tiap karakter engga bisa diperdalam karena terbatasnya waktu. Walaupun begitu, plotnya masih bisa mudah diikuti, kok.

Yang paling Kanda Fajar suka adalah bagaimana Thanos ini diceritakan. Dia ini karakter antagonis, tapi motivasinya sangat protagonis. Dia ingin alam semesta kembali seimbang dengan memusnahkan setengah populasinya. Karakter development-nya juara. Walaupun tokohnya engga diceritakan dari awal banget, Kanda Fajar tetap simpati sama Thanos.

Satu lagi, bukan MCU namanya kalau tanpa jokes. Jokes-jokes di Avengers Infinity War juga bertebaran dimana-mana. Bahkan di tengah situasi genting sekalipun, penonton masih bisa ketawa. Ini bukti kalau script ceritanya emang di-develop dengan baik.

Line jokes terbaik versi Kanda Fajar: “He is not a dude, he is a man. You are a dude.” Perfectly timed jokes.

Overall, Avengers Infinity War is the coolest MCU film so far, or may be the greatest superhero film in 2018. But for the record, I am not a Marvel guy, I am still DC.

Categories: Movie

Leave a Reply