Buat kamu yang cewek-cewek, kamu pasti kenal sama yang namanya Ansel Elgort. Dia ini ada di film Divergent sebagai Caleb Prior. Atau buat kamu yang suka film-film mellow, kamu mungkin kenal dia lewat perannya yang kelewat menyedihkan di The Fault in Our Stars sebagai Augustus Waters. Kali ini doi tampil sedikit beda. Wajahnya yang tergolong baby face, mengantarkannya bermain film action yang “agak” musikal di Baby Driver.

Sinopsis

Pemeran utama dari film ini namanya Baby. Literally B-A-B-Y. Tidak jelas juga ini nama panggilan atau nama asli. Yang jelas, si Baby ini mukanya cukup baby face untuk dipanggil baby.

Okay. Kamu bisa skip ocehan tidak jelas diatas.

Kembali ke cerita Baby Driver. Baby ini kerjaannya cuma driver, tapi bukan Grab atau Uber. Instead, he is a driver of a bunch of criminals. Job desc-nya dia cuma satu: mengemudi sekencang-kencangnya supaya bisa kabur dari penegak hukum.

Baby sebenarnya engga mau kerja bantuin perampok-perampok itu. Tapi apa daya, demi mengganti kerugian ke Doc, si criminal mastermind, dia harus kerja kayak gitu untuk melunasi hutang-hutangnya.

music is in his blood via denofgeek.com

Oh satu lagi, Baby ini punya kelainan tinnitus. Ini semacam gangguan di telinga. Penderitanya akan selalu mendengar noise tidak berujung yang berasal dari pinggiran telinga atau dalam kepala. Untuk mengatasi ini, Baby membuat playlist di iPod-nya tiap kali beraksi.

Tinnitus, dikombinasikan dengan sikapnya yang tidak membaur membuat beberapa orang tidak suka. termasuk perampok-perampok bawahan Doc. Untungnya, Buddy dan Darling, pasangan yang selalu ciuman di sepanjang film mengerti keadaan Baby. Mereka adalah sedikit orang selain Doc yang mengerti dan memaklumi keadaan Baby.

Tak dinyana, kelainannya ini pula yang mengantarkan Baby bertemu dengan Debora, si pujaan hatinya. Debora ini kerja jadi waitress di restoran lokal. Mereka ketemu engga sengaja. Itu juga karena si Baby yang teruss starring at Debora. Bukannya terganggu (atau dia memang tertarik juga), Debora malah membuka percakapan lebih jauh lewat Mix tape yang dibawa Baby. Mereka kemudian pacaran tapi Debora sama sekali tidak tau pekerjaan asli Baby.

Berhubung hutangnya sudah hampir lunas, Baby mau mengundurkan diri dari pekerjaan yang selama ini dia lakukan. Doc mengizinkannya setelah Baby menyelesaikan satu misi terakhir: merampok kantor post Amerika. Sayangnya, tim Doc sekarang ada orang yang namanya Bats yang entah kenapa punya sentimen negatif sama Baby.

Misi pertama tim baru Doc ini adalah membeli senjata ke seorang dealer. Bats menduga kalau si dealer adalah mantan polisi. Jadi Doc menembaki si dealer sampai mati. Buddy dan Darling mau tidak mau juga harus terlibat dalam baku tembak ini.

Di perjalanan pulang, Bats, Baby, Buddy dan Darling singgah sebentar di restoran tempat Debora kerja. Baby tidak menyapanya seperti biasa karena tidak mau Debora terlibat sesuatu yang berbahaya. Sesaat sebelum kembali ke markas Doc, Baby mengajak Debora untuk melarikan diri dari Atlanta, Georgia. Debora mengiyakan.

Sayangnya, gerak-gerik Baby membuat Bats curiga. Dia mengira kalau si Baby ini informan. Dia bahkan menuduh Baby punya rekapan percakapan mereka dalam iPod. Semua tuduhan itu akhirnya tidak terbukti dan misi tetap berjalan.

Esoknya, Buddy, Darling, dan Bats menyelinap masuk ke dalam kantor pos sementara Baby menunggu di luar. Sayangnya, rencana mereka tidak berjalan mulus. Bats bahkan harus membunuh seorang wanita tidak bersalah. Baby tidak suka dengan tindakan itu. Dia menabrakkan mobilnya dan membunuh Bats yang duduk di kursi depan.

Bats orangnya emang bikin kesel sih via colchester101.co.uk

Kejadian itu membuat tim dalam kepungan polisi. Buddy dan Darling mencoba melawan tapi Darling tertembak mati. Buddy menyalahkan Baby atas kematian kekasihnya itu. Baby melarikan diri menemui Debora. Dia ingin mengajak pacarnya itu untuk kabur selagi bisa.

Buddy mengejar Baby dalam amarah. Baby dan Debora akhirnya end up meminta bantuan Doc. Melihat mereka berdua, Doc akhirnya mau membantu. Sayangnya, Doc tidak bisa meredakan Buddy yang sudah demikian gila. Dia bahkan tega membunuh bosnya itu.

Di final battle, Debora dan Buddy bahu membahu mencoba membunuh Buddy. Itulah satu-satunya cara supaya mereka bisa tetap hidup. Usaha mereka berhasil tapi mereka tidak bisa kabur keluar dari kota. Saat Debora berupaya kabur, Baby menghentikannya. Dia menyerahkan diri pada polisi dan dihukum 25 tahun penjara. Selama itu, Debora tetap menunggu Baby dengan setia.

Impression

unexpected antagonist via ew.com

Unsur paling menarik disini tentu saja jalan ceritanya. A heist, a car pursuit and a easy-listening playlist, they are very good combination, right?

Dalam setiap aksinya, musik di iPod Baby membantunya berkonsentrasi. Dia juga bahkan bisa menyesuaikan ritme mengemudinya dengan beat musik. Cool!

Yang mengejutkan adalah main antagonist-nya. Awalnya, Kanda Fajar pikir Bats adalah orang jahatnya. Eh, di ujung cerita malah Buddy yang jadi jahat. Padahal, sampe tengah durasi, dia ini cukup peduli sama Baby. This is a good twist after all.

Overall, if you like music addict but demand for something more extreme, Baby Driver is for you.

Categories: Movie Resensi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.