Akhir-akhir ini, kasus bully-membully di Indonesia sudah semakin parah. Beberapa diantaranya bahkan sampai menyebabkan anak muda penerus bangsa harus meregang nyawa. Beberapa memutuskan menarik diri dari lingkungan dan beberapa lainnya pasrah dengan keadaan. Apalagi di jaman sosial media seperti sekarang, bully-an bisa datang bahkan dari orang yang kamu engga kenal sama sekali mukanya. Salah satu cara ampuh buat menangkal para pembully jahanam ini adalah dengan “bersembunyi” dibalik orang yang jauh lebih kuat dari kita. Dimata kreator Netflix, orang kuat yang dimaksud adalah seorang nanny. Itulah kira-kira pesan moral dari film terbaru yang diproduseri Netflix, The Babysitter.

Sinopsis

Ceritanya berpusat sama Cole, anak umur 12 tahun yang kelakuannya masih kayak bocah. Dia ini pikirannya masih polos banget. Takut jarum suntik lagi. Karenanya, engga heran kalau dia ini selalu jadi target bully-an Jeremy yang sebenarnya engga ada serem-seremnya.

Beruntung dia punya Bee, malaikat penolong yang selalu mengawasi Cole kapanpun dan dimanapun, kecuali di sekolah. Dimata anak nerd dan ingusan kayak Cole, Bee ini sosok yang idaman banget. Cantik, seksi, percaya diri dan cerdas. Dia bahkan bisa ngerti jokes-jokes Cole yang kadang kelewat cerdas. Engga heran kalau Cole nyetel banget sama si Babysitter.

Karena sering sama-sama bareng, Cole merasa kalau dia dan Bee ini udah click banget. Di satu titik, Cole bahkan mulai merasa bahwa benih-benih cinta dalam hatinya udah mulai tumbuh. Sayangnya, karena masih kecil, Cole menyimpan perasaannya sendiri. Cuma the girl next door named Melanie yang tau gimana perasaan Cole yang sebenarnya.

Cole yang nerdy banget via pxhst.co

By the way, Cole ini jadi nerd bukan karena kehidupan keluarganya yang berantakan. Sebaliknya, keluarganya terlalu sayang sama Cole. Sayangnya, mereka ini cukup sering liburan berdua doang (read: for having sex), makanya mereka nge-hire Bee buat selalu menjaga Cole kalau-kalau mereka engga ada di rumah. Dan selama orang tuanya engga ada, Cole engga pernah terjaga lebih dari jam 10 malam, meninggalkan Bee sendirian di rumahnya, entah melakukan apa.

Hal ini membuat Melanie kepo. Dia menghasut Cole untuk memata-matai Bee pada tengah malam. Dia juga mempengaruhi Cole dengan bilang bahwa bisa aja si Bee ngesex dirumahnya selama dia tertidur pulas. Cole terhasut kata-kata itu. Dan Jadilah dia pura-pura tidur pada malam itu.

Benar saja, apa yang dikatakan Melanie memang benar, setengahnya. Bee memang memanggil teman-temannya: Max, John, Allison, Sonya, and Samuel. Mereka main truth or dare, no sex but full of alcohol. Di saat giliran Max memutar botol, ujung botol berhenti di Bee. Bee memilih dare, keputusan yang membuatnya harus menciumi setiap pemain secara bergiliran. Cole yang mengendap-endap keluar kamar menyaksikan kejadian itu seolah tidak percaya. Gadis yang disukainya malah dengan gampang dan tanpa beban menciumi orang-orang yang sama sekali dia tidak kenal.

Yang paling epic adalah saat giliran Samuel. Dia ini tipikal nerd juga, tapi dengan level ke-nerdy-an yang jauh diatas Cole. Sebagai cowok nerd, tentu dicium Bee adalah suatu dream comes true buatnya. Makanya Samuel sempat ragu. Keraguannya itu cuma berlangsung sejenak karena Bee langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Samuel. Karena udah ngerasain sekali, Samuel jadi pengen lagi. Sayang, di kesempatan kedua, Bee malah menusuk dua belati yang menembus tengkoraknya.

Darah lalu tiba-tiba bercucuran dari kepal Samuel. John dan Alison mendapat tugas menampung darah itu dalam sebuah wadah emas. Selanjutnya, Bee dan teman-temannya hanya tinggal membutuhkan darah suci anak muda yang masih perawan. Dan pilihan terbaiknya adalab Cole.

Cole shock melihat kejadian yang barusan di lihat. Dia tidak percaya kalau Bee yang dimatanya begitu keren ternyata adalah penganut ajaran sesat. Cole ketakutan dan kembali ke kamarnya. Dia buru-buru menelpon polisi dan bersiap-siap untuk kabur. Usahanya ketahun Bee dan Cole jatuh pingsan saking takutnya.

Singkat kata Cole lalu diikat di sebuah kursi. Dia dipaksa makan Cookie karena kadar gula darahnya rendah. Makanya dia bisa pingsan. Cole mencoba kabur dengan pocket knife yang dibawanya. Sayang, usahanya tidak berhasil dan malah jadi objek tertawaan Allison dkk.

the hot babysitter via imgextra.uk

Beruntung beberapa saat kemudian polisi datang. Karena panik, Max langsung saja melempar tongkat besi menembus mata kanan pak polisi. Di tengah kekacauan itu, Cole berhasil melepaskan diri dan kabur ke ruang bawah rumah. Sonya mengejar Cole dan hampir mendapatkannya. Beruntung, Cole bisa menjebak Sonya di bawah rumah ditemani kembang api yang menyala. Singkat kata, tubuh Sonya meledak bersama dengan laba-laba yang terjebak di bawah sana.

Masalah berikutnya datang dari Max. Dia ini tipikal orang yang suka tantangan. Dia mau Cole melawan saat dalam bahaya. Makanya, waktu Jeremy melempari rumah Cole sama telur, dia malah malah menyarankan Cole untuk stand up and fight. Sayang, Cole kembali gagal dan jadi bulan-bulanan Jeremy.

Max yang kecewa berat lalu balik mengejar Cole ke rumah pohon yang sepertinya sudah berumur. Makanya, pijakannya tidak mampu menahan tubuh Max yang berat. Jadilah berdua terjatuh. Cole selamat, Max tercekik tali di lehernya. Two enemies taken down.

Cole kabur ke rumah Melanie. Bee tetap masih mengejarnya. Dalam kegelapan dan kesunyian, Cole dan Melanie bersusah payah sembunyi dari si Babysitter. Ironically, di tengah ketegangan itu, Cole baru sadar kalau Melanie menyimpan rasa padanya. Mereka bahkan masih sempat-sempatnya beradu bibir di kamar mandi sementara Bee yang bersenjata masih berpatroli keliling rumah. Yah, kids jaman now emang ada-ada aja kelakuannya.

Balik lagi ke Cole. Setelah berciuman, dia bergegas kembali ke rumahnya. Dia memancing Bee menjauh dari Melanie. Karena sibuk kabur dari Bee, Cole tidak sadar kalau Allison masih ada di dalam. Dia depresi berat karena boobs-nya tertembak polisi. Dia menyalahkan keadaan. Cole mencoba mengambil hati Allison. Kali aja dia engga jadi liar kayak teman-temannya yang udah mati. Cole salah. Allison tau kata-kata manis Cole cuma bullshit belaka. Allison menyerang Cole sebelum akhirnya kepalanya pecah ditembak Bee.

Di konflik pamungkas, Cole akhirnya head to head dengan Babysitter idolanya. Cole minta penjelasan atas semua kejadian tak masuk akal yang barusan terjadi. Karena Cole mengancam akan membakar kitab sucinya, Bee mengaku bahwa dulu dia adalah seorang lemah, pemalu dan aneh. Kitab itu membantunya menjadi Bee yang keren, hot dan percaya diri. Syaratnya, Bee harus minum darah dari Samuel dan Cole yang dicampur.

mulai tumbuh benih-benih cinta via pxhst.co

Mendengar hal itu, Cole sangat kecewa. Semua hal indah yang mereka lakukan bersama ternyata bukan karena mereka cocok. Tapi karena Bee butuh Cole. Darahnya lebih tepatnya. Dengan gelap mata, Cole membakar kitab milik Bee tepat di depan matanya. Cole lalu kabur menuju garasi rumah Melanie. Dia mengambil kunci dari dashboard dan menggeber mobil ayah Melanie ke rumahnya. Melanie yang melihat hal itu dengan jelas malah senyam-senyum imut saja.

Cole mengarahkan mobil itu tepat ke arah Bee. Bee yang masih sibuk dengan kitab sucinya tidak sempat menghindar. Di saat terakhir, Cole akhirnya mengutarakan perasaannya yang sebenarnya pada Bee. Bee menangis. Dia tidak tau kalau Cole menganggapnya spesial. Sayang, saat Cole berani bilang kalau dia suka Bee, semua sudah terlambat.

Impression

Di 20 menit pertama film ini, Kanda Fajar sempat iri banget sama Cole. Gimana engga, dia punya babysitter yang cakep, good-looking, badass, dan nerd. Kombinasi sempurna untuk jadi wanita pujaan dalam hidup. Sayangnya, dia jatuh dalam pengaruh ajaran sesat yang membuatnya jadi haus darah.

disidang ditengah kumpulan penganut sekte sesat via fyfcstudios.com

Di 110 menit sisanya, yang Kanda Fajar lihat adalah adegan-adegan slasher dengan bumbu komedi-komedi ringan. Jokes-nya tidak bertujuan untuk bikin ketawa. Tapi lebih untuk membuat suasananya tidak terlalu tegang. Therefore, the jokes work for me.

Yang sedikit mengganjal adalah tidak ada alasan yang jelas dan masuk akal mengapa Bee bisa terjebak dalam sekte pemuja setan. Dia memang bilang kalau ritual dalam sekte itu mengubahnya menjadi Bee yang sekarang. Tapi tetep aja ekaposisi gitu kurang menjawab. Akan jauh lebih baik, kalau adegan flashback yang khusus membahas masa lalu Bee.

Oh satu lagi. Peran Melanie kurang menonjol disini. Padahal menurut Kanda Fajar, kalau mereka berdua bekerja sama mengalahkan Bee akan lebih seru. Ada romance, ada action yang sadis dan diakhiri dengan kepala Bee yang terpotong. Adengan ini pasti bisa lebih keren daripada Bee yang shock kitabnya dibakar dan mati tertabrak mobil yang dikendarai supir yang sembrono.

 

Categories: Movie

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.