Beberapa hari setelah natal, Kanda Fajar mulai engga punya kegiatan. Ada sih bikin skripsi, tapi kan bosen juga ya kalau baca jurnal terus-terusan. Jadilah Kanda Fajar mencari kegiatan lain: baca Webtoon. Kanda Fajar punya cukup banyak judul yang dijadikan favorite. Tapi baca judul-judul itu pastilah useless karena masih ongoing. Kanda Fajar lalu memalingkan perhatian ke judul yang udah tamat. Seingat Kanda Fajar, baru Girls of the Wild yang udah Kanda Fajar baca sampai tamat. Kanda Fajar mencari-cari judul yang terlihat bagus. Dan akhirnya perhatian Kanda Fajar beralih ke sebuah judul dengan cover yang lumayan serem: Bastard.

Sinopsis

Cerita dimulai saat seorang anak laki-laki tanggung yang diketahui bernama Jin Seon sedang belajar dengan giat bersama guru lesnya. Si Bapak yang kemudian diketahui bernama Dongsoo Seon mendadak harus pergi keluar kota untuk urusan bisnis. Ditengah kesibukannya CEO perusahaan G, wajar kalau Dongsoo Seon tidak bisa membantu anak satu-satunya ini belajar. Alhasil, Jin udah biasa ditinggal keluar kota dan belajar berdua saja dengan guru lesnya.

Tidak ada yang aneh dari cerita ini. Masalahnya adalah setiap Ayah Jin pergi keluar kota untuk urusan bisnis, selalu saja ada wanita yang hilang secara misterius. Yup, ini memang bukan kebetulan karena Dongsoo Seon memang dalang dibalik berita hilannya gadis-gadis itu. Lebih tepatnya, Dongsoo Seon membunuh gadis-gadis itu dengan kejam. Dan Jin adalah kaki tangannya. Kalau ayahnya yang mengeksekusi, Jin “hanya” bertugas membuat calon korban ayahnya pingsan dengan palu kayu yang dia simpan di di rumahnya.

akibat punya ayah psikopat via youtube.com

Tidak ada satu orang pun yang tau soal keluarga Jin yang disfungsional. Itu semua karena Dongsoo Seon selalu bisa menyembunyikan sisi gelapnya di balik sikap manis dan senyuman yang dia tampakkan sehari-hari. Jin yang tau banget hal itu lama-lama merasa muak. Dia muak dengan kepura-puraan ayahnya. Dia muak dengan peran yang setiap kali dia harus lakukan. Yang lebih penting lagi, dia muak harus menuruti perintah ayahnya atas dasar ketakutan dan intimidasi.

Dia tentu saja tidak bisa membagikan rahasia ini kepada teman-temannya di di sekolah. Selain karena rahasia itu terlali gila diterima akal, juga karena Jin tidak punya teman. Disekolah, Jin adalah tipikal anak pendiam yang duduk di pojok kelas. Penampilannya yang tidak menonjol ditambah fisiknya yang lemah membuatnya jadi bahan bully-an Manny Kim, Pann Han dan Beau Park. Walaupun begitu, tidak tampak ketakutan dari matanya.

senyum palsu via imgrum.org

Karena alasan ini, Manny Kim memandang Jin sebagai anak yang menarik sebab berapa kalipun dia di-bully, raut wajah Jin tampak biasa aja. Dia engga kayak Beau Park yang kalau di-bully malah merengek-rengek dan memohon belas kasihan. Padahal, pernah suatu kali anak biah Kim menyiksa Jin sampai dia hampir mati. Bukannya khawatir sama keadaan tubuhnya sendiri, si Jin malah khawatir kalau teman barunya, Kyun Yoon, ketemu sama ayahnya.

Kyun Yoon adalah anak baru di sekolah Jin. Dia ini tipikal anak yang periang. Ditambah wajah yang manis, wajar kalau dia bisa jadi populer dalam waktu singkat. Yang orang lain tidak tahu adalah kehidupan Kyun Yoon sebenarnya cukup menyedihkan. Dia sudah lama hidup tanpa kedua orang tua. Sekarang dia cuma tinggal berdua dengan kakeknya yang kena penyakit dementia. Hal itu belum ditambah fakta dia hidup dengan hutang yang menumpuk. Tapi semua hal itu bukan apa-apa dibandingkan menjadi target Dongsoo Seon. Unluckily, Kyun Yoon secara penampilan masuk kriteria korban ayah Jin.

Jin sudah muak menjadi kaki tangan ayahnya. Dia ingin tumbuh menjadi berbeda dari ayahnya yang suka berpura-pura. Karena alasan itu, dia berusaha mencegah Kyun Yoon bertemu dengan ayahnya. Sayang seribu kali sayang, ayah Jin sempat berpapasan sama Kyun Yoon di lorong rumah sakit. Jadilah, Dongsoo Seon mulai meminta Jin buat menemukan Kyun Yoon. Pengen lepas dari bayang-bayang si ayah, Jin menolak untuk bilang ke Dongsoo Seon bahwa dia sudah ketemu Kyun Yoon. Dia memang sudah mencoba menghindari Kyun Yoon tapi takdir selalu membuat mereka bertemu. Lambat laun, Jin mulai menyukai Kyun Yoon.

romance-nya lumayan bikin baper via youtube.com

Kyun Yoon beda dari kebanyakan orang. Dia peduli sama Jin. Dia mau memahami sikapnya yang aneh walaupun Jin engga pernah bisa terus terang soal dia dan ayahnya. Hal ini membuat Jin lama-lama memupuk keberanian dan kepercayaan diri untuk melawan ayahnya. Akhirnya, dengan bantuan Manny Kim si pem-bully, Jin mulai melatih tubuhnya yang rapuh dan mentalnya yang cemen menjadi lebih kuat. Alhasil, lama-lama Jin, Manny dan Kyun Yoon lama-lama jadi akrab di luar sekolah.

Hidup Jin bisa jadi lebih indah kalau aja ayahnya engga terus-terusan mengincar Kyun Yoon. Dia sekarang bahkan mengawasi Jin dengan lebih teliti. Jadi dia tahu kalau Jin melindungi Kyun Yoon. Jin memaksa memasang kamera CCTV di rumah Kyun Yoon. Dia juga bahkan rela kabur dari rumah dan melindungi Kyun Yoon daripada menjadi kaki tangan ayahnya lagi. Karena itu, Dongsoo Seon membuat perjanjian dengan Jin. Dia akan melepaskan Kyun Yoon asal Jin mau membantunya membunuh satu orang terakhir. Jin menyanggupinya demi Kyun Yoon. Sayang itu semua hanya jebakan supaya Kyun Yoon melihat sisi gelap Jin yang sebenarnya.

Jin kecewa luar biasa. Dia mengira kalau Kyun Yoon sekarang akan merasa takut dan memandangnya dengan jijik. Tapi ternyata tidak. Kyun Yoon bisa memahami situasinya setelah Jin menceritakan yang sebenarnya soal dirinya dan Dongsoo Seon. Saat semua tampak berakhir baik, Dongsoo Seon muncul dan menculik Kyun Yoon. Dengan keberanian yang meluap-luap, Jin datang kembali ke rumahnya. Ayahnya sudah menunggu dengan tenang seperti biasa.

ayah yang bengis via youtube.com

Bukannya bicara baik-baik layaknya ayah-anak yang normal, Dongsoo Seon malah mengaku kalau dia sudah membunuh Manny Kim dan keluarganya. Mendengar hal itu, tentu saja Jin menggila. Dia mengayunkan palu besi ke arah ayahnya. Dongsoo Seon masih bisa menahannya tapi Jin tidak hilang akal. Dia melempar pasir sehingga penglihatan ayahnya terganggu. Dengan posisi yang lebih menguntungkan, Jin berhasil menjatuhkan ayahnya. Di saat-saat terakhir, Dongsoo Seon mengaku bahwa dia melakukan semua ini demi Jin. Dongsoo Seon dan Jin memang jiwanya terganggu. Bapak-anak ini sama-sama seorang psikopat. Ibunya yang tau hal ini shock berat dan membuang Jin dari atap rumah sakit. Soal Manny Kim, Dongsoo Seon membunuh si pem-bully dan keluarganya karena Jin bilang bahwa dia diganggu Manny Kim di sekolah. Rencana Dongsoo Seon untuk membunuh Kyun Yoon juga ternyata cuma gertakan aja. Dia sama sekali tidak berniat membunuh satu-satunya gadis yang peduli pada Jin. Bagi Dongsoo Seon, ini hanya semacam ujian yang harus dilewati Jin dan Kyun Yoon. Saat ujiannya selesai dengan hasil memuaskan, itu artinya Dongsoo Seon sudah selesai melakukan tugasnya.

Impression

Bastard sejauh ini adalah satu-satunya bacaan yang bisa bikin Kanda Fajar ngomong kotor sambil baca. Mirip kayak film My Little Baby Jaya, kelakuan si pemeran antagonis disini beneran bikin jengkel, marah dan kesal.

Hubungan Dongsoo Seon-Jin Seon di Bastard dieksploitasi dengan maksimal. Mereka berdua adalah tim yang bagus dalam artian yang mengerikan. Kredit khusus perlu diberikan ke si Ayah karena dia sukses mencuri perhatian Kanda Fajar lebih dari Jin si pemeran utama. Sikapnya yang ramah dan sangat normal membalut sisi psikopatnya dengan baik. Beda dengan Jin yang memilih bersikap tidak peduli dengan sekitarnya.

jadi ingin berkata kotor pas baca via blogspot.com

Dari sisi alur, jalan cerita Bastard dibangun dengan baik. Di awal, Kanda Fajar disuguhi wajah bengis Dongsoo Seon. Di tengah, keimutan dan kepedulian Kyun Yoon terhadap Jin bisa jadi pemanis cerita. Sisi romance-nya juga cukup bikin baper, kok. Di bagian terakhir, giliran Jin yang mengambil alih cerita dengan keberaniannya yang meluap-luap.

Hal itu belum ditambah dengan plot twist di episode terakhir. Seperti yang Kanda Fajar selipkan di judul, Dongsoo Seon pada akhirnya adalah seorang ayah yang mencoba memberikan yang terbaik buat anaknya. Ahhh, this comic is fucking good. Kanda Fajar berharap kalau Bastard bakal ada Season 2-nya.

Categories: Bacaan Resensi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.