Kanda Fajar yakin, 99% orang di dunia ini suka uang. Sisa satu persennya engga begitu suka karena uang buat mereka buat tujuan hidup, tapi alat untuk membuat dunia menjadi lebih baik. Well, 1 persennya itu merujuk ke orang-orang kaya yang super wise macam Bill Gates dan Warren Buffet.

Diluar kelompok 1% itu, orang-orang tetap melihat uang dan kekayaan sebagai goal atau tujuan akhir. Makanya, engga jarang dari mereka melakukan praktik-praktik yang salah demi keuntungan semata.

Dalam konteks dunia keuangan, praktik kecurangan yang paling populer dan menghasilkan duit yang lumayan adalah insider trading. Di beberapa negara, insider trading termasuk kejahatan berat. Di amerika serikat bahkan ada lembaga khusus yang mengendus dan menangani praktik ini (dan praktik kecurangan lainnya). Nama lembaga itu adalah SEC.

Kenapa orang-orang sampai seserius itu buat menangani insider trading?

Jawabannya cuma satu kata: fairness atau keadilan.

Pasar atau market (dalam bentuk apapun) seharusnya adil. Keadilan timbul karena keterbukaan dan transparansi. Makanya di Indonesia perusahaan tercatat di bursa ada tambahan tbk di belakang nama perusahaannya.

Dalam kondisi ideal, setiap orang akan mendapat informasi yang sama akan suatu perusahaan. Yang membedakan tinggal skill, ekspektasi dan pengetahuan si investor.

Yang jadi masalah adalah dunia ini masih jauh dari kata ideal. Informasi yang tersedia seringkali tidak lengkap atau sumbernya tidak terpercaya. Dalam kondisi demikian, orang yang bisa memperoleh akses ke paling banyak informasi akurat, dialah pemenangnya.

Sayangnya, tidak semua investor mampu melakukan ini. Dalam banyak-banyakan informasi, investor institusi pasti lebih superior dibanding investor retail. So, mereka mampu menangkap peluang lebih dulu dibanding investor kecil yang biasanya cuma ngikut arus aja.

Dan kata “menangkap peluang lebih dulu” bisa jadi berasal dari praktik insider trading.

Oke. Kanda Fajar tahu ini mulai susah dipahami. Makanya, Kanda Fajar mau merekomendasikan satu serial TV keren yang membahasa soal ini. Judulnya Billions.

Sinopsis

billions
Chuck dan Bobby via hollywoodreporter.com

Billions berkisah tentang perseteruan antara Bobby Axelrod dan Chuck Rhodes.

Chuck Rhodes ini seorang District Attorney dengan rekor tidak pernah kalah dalam menghadapi suatu kasus. Bobby Axelrod pun demikian. Dia adalah seorang CEO dari hedge fund besar, Axe Capital. Dalam 10 tahun terakhir, perusahaannya selalu mampu mengalahkan S&P500 dengan return rata-rata 20-an persen. Keduanya harus saling berhadapan saat media memaksa Chuck untuk lebih keras dalam kasus kejahatan finansial, termasuk soal Axe Capital.

Axe Capital mendapat uang dari praktik short selling. Buat kamu yang belum tahu, secara sederhana short selling berarti menjual saham yang tidak kita punya. Saat harga turun, barulah kita beki saham tadi atas nama kita sendiri. Short selling jugalah yang berhasil mengubah tragedi 9/11 menjadi fortune buat Bobby. Setelahnya, dia sukses menjalankan short selling karena didukung informasi-informasi sensitif dari orang dalam.

Soal kemampuan otak kedua orang ini seimbang. Soal kharisma dan leadership, mereka juga seimbang. Kedua orang ini juga punya ketergantungan dengan Wendy Rhodes. Buat Chuck, dia adalah istri idaman tapi buat Bobby, Wendy adalah psikolog yang membantu otaknya tetap tajam.

Dalam investigasinya, Chuck dibantu oleh orang-orang berkompeten seperti Bryan Connerty, Kate Sucker dan Terri McCue. Di sisi lain, Bobby bekerja kayaknya Superman. Anak buahnya di Axe Capital cuma mengeksekusi apa yang dia perintahkan. Kalaupun ada yang berkompeten, itu pun cuma Mike Wagner.

Bobby ini juga cukup licin, licik dan cerdik. Dia selalu mampu lolos dari jerat hukum. Sayangnya, fakta itu tidak membuat Chuck berhenti. Dia makin bersemnagat untuk memasukkan Bobby ke penjara federal. Buat Chuck, ini bukan lagi soalnya menegakkan keadilan, tapi memuaskan ambisi dan obsesi.

Impression

Buat kamu yang suka dunia keuangan kayak Kanda Fajar, niscaya kamu juga bakal suka nonton Billions. Ceritanya yang berpusat pada praktik kejahatan finansial akan bikin kamu sadar bahwa kadang pintar pake rumus aja engga cukup bikin kamu kaya. Yang lebih penting adalah karakter pemenang dan kelihaian melihat situasi.

Secara personal, Kanda Fajar lebih tertarik sama karakter Bobby Axelrod. Dia ini tipikal leader yang mendapat power bukan dari tingginya jabatan. Justru power adalah yang membuatnya bisa mendapatkan apa yang dia miliki sekarang.

Bagaimana dia membuat keputusan, bagaimana dia memperlakukan karyawan dan bagaimana dia meng-handle situasi yang tidak masuk perhitangannya.

He is just brilliant and I want to be as brilliant as Axe.

Best Episode: The Good Life (EP5) dan Quality of Life (EP10)

Di episode 4, kamu akan melihat seorang Axelrod yang depresi. Dia baru saja mengalahkan ayah Chuck dalam permainan stock-gambling-with-inside-information. Dia memang berhasil menghasilkan beberapa juta dollar tapi situasi tadi membuatnya terguncang. Dia menarik semua uang dalam portfolio perusahaanya secara bertahap.

Orang-orang di Axe Capital tentu terkejut dengan keputusan ini. Tapi Bobby tidak peduli. Dia mengasingkan diri dan menikmati indahnya hidup bersama keluarga kecilnya.

Semua keputusan mengejutkan tadi ternyata bermuara pada satu kejadian yang tidak kalah mengejutkan. Mundia Tel, salah satu perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di pasar terjerat kasus accounting fraud. Hal itu tentu berimbas pada seluruh saham di pasar. Pasar saham Amerika seketika rontok tapi Bobby tiba-tiba muncul dengan keren. Dia baru saja menyelamatkan perusahaanya dari kerugian ratusan juta dollar!

Episode 10 juga menunjukkan betapa brilliant-nya seorang Bobby Axelrod. Ceritanya gini, FBI akhirnya berhasil mendapat informan dalam diri Donnie. Kebetulan dia juga mendapat dari Bobby untuk meng-handle transaksi senilai 20 juta dollar untuk satu perusahaan energi. Sayangnya, Bobby sudah mempertimbangkan hal ini. Bobby tahu Donnie terserang kanker dan dia sengaja memberi tanggung jawab besar ke Donnie supaya kondisinya memburuk.

Benar saja, Donnie tidak tahan menanggung beban berat dari FBI dan Bobby. Dia menghilang selama beberapa hari tapi FBI berhasil melacaknya. Esoknya, kanker Donnie memburuk dan dia meninggal tanpa bisa bersaksi memberatkan Bobby.

Categories: Resensi Series

Leave a Reply