Kalian pada sadar, ga sih kalau cerita-cerita superhero DC dan Marvel itu mirip-mirip? Batman mirip Iron Man. The Flash mirip Quicksilver dan masih banyak lagi. Biasanya juga, yang jadi hero itu adalah seseorang yang tiba-tiba dapat kekuatan sejak lahir. Kalau engga, dia itu dewa, alien dan semacamnya atau orang-orang yang berduit. Jenuh engga sih sama cerita kayak gitu. Seolah menjadi hero itu adalah privilege bagi sebagian orang aja. Nah, kalau kamu kayak Kanda Fajar, kamu mesti nonton anime Boku No Hero Academia. Di anime ini, kekuatan super bukanlah dimiliki beberapa orang aja, tapi 80% penduduk dunia. Ada yang pake kekuatan itu buat kebaikan dan sebagian lagi buat kejahatan. Kayak alternate universe banget, ga sih?

Udahlah daripada lama-lama, kamu baca aja sinopsis sangat singkat dibawah. Kenapa sangat singkat? Karena ini merangkum cerita-cerita penting dari season 1 dan season 2-nya. Btw, season 3 masih ongoing dan baru masuk episode 2 sabtu kemarin.

Sinopsis

Ada suatu masa dunia 80% dipenuhi oleh orang-orang berkekuatan super. Karena belum diregulasi, beberapa ada yang menggunakan kekuatan mereka untuk tindak kriminal. Oleh karena itu pemerintah mulai terbentuk pekerjaan sebagai “Hero” atau “Pahlawan” yang digaji bulanan oleh pemerintah untuk menolong orang-orang. Nah, karena profesi ini terlihat keren dan bayarannya bagus, mulai banyak anak-anak yang bercita-cita jadi pahlawan. Salah satunya adalah Midoriya Izuku. Masalahnya dia itu lahir tanpa punya kekuatan sama sekali.

Scene paling menyentuh versi Kanda Fajar via medium.com

Walaupun begitu, pertemuannya dengan Pahlawan no. 1, All Might, membuat semangatnya lebih membara dari sebelumnya. Terlebih lagi dia juga diwariskan kekuatan One For All dari All Might, Midoriya jadi mati-matian berlatih supaya tubuhnya kuat menerima kekuatan itu.

Oh, iya. Di masa itu, setiap anak yang ingin menjadi hero haruslah lulus dari akademi dulu. Nah, akademi UA lah yang terbaik di dunia. Alumninya sudah tersebar di berbagai negara dan teruji mampu mengalahkan penjahat sekuat apapun. Karakter kita, Midoriya, tentu saja ingin masuk kesana. Dia bahkan rela menghancurkan tubuhnya demi bisa menggunakan One For All dan masuk akademi. Akhirnya, keinginannya terwujud, dia berhasil masuk walaupun harus berada di peringkat paling buncit.

3 Murid UA dengan kekuatan terdahsyat via alphacoders.com

Selama berjalannya waktu, Midoriya yang emang pada dasarnya ramah, mulai bisa berteman dengan teman-teman sekelasnya yang lain seperti Uraraka, Lida, Todoroki, Tsuyu, Kirishima, Tokoyami dll. Dia cuma punya masalah sama Bakugo yang entah kenapa selalu marah-marah. Selain itu, Midoriya juga mulai bisa mengendalikan kekuatannya. Dia bisa memusatkan One For All ke salah satu bagian tubuh saja sehingga resiko berkurang. Tapi bukan itu saja, kini dia bisa “menyebarkan” kemampuan One For All itu kesemua bagian tubuhnya sehingga badannya tidak ikutan hancur saat sedang memakai kekuatan.

Kemampuan anak-anak di akademi UA memang terus meningkat sepanjang waktu. Tapi kelakuan para penjahat pun juga makin menggila. Mereka bahkan sampai berani menyerang fasilitas sekolah UA. Untung saja disana ada All Might. Walaupun sempat kewalahan, dia akhirnya mampu mengalahkan Nomu yang asal muasalnya masih abu-abu. Setelahnya, anak-anak akademi UA yang notabene masih SMA harus menghadapi Stain, si pembunuh pahlawan. Dia muak dengan para pahlawan yang melenceng dari value seorang pahlawan itu sendiri. Dia mulai membunuh dan melukai banyak pahlawan, salah satunya Ingenium, kakak Lida. Akhirnya, Lida, Todoroki dan Midoriya berhasil mengalahkan Stain.

Shigraki Tomura yang misterius via thebitbag.com

Masalah mereka belum selesai karena Stain hanyalah awal dari permasalahan yang lebih besar. Masih ada Shigaraki Tomura yang dididik menjadi pemimpin League of Villain sepeninggal All For One. Dia bersama dengan Kurogiri, sedang mencari celah dan timing yang tepat untuk menyerang Midoriya dkk. Walaupun begitu, target terbesarnya adalah All Might. Dia tidak suka All Might selalu tersenyum bahkan saat kejadian genting sekalipun.

Impression

Cerita yang “light” di akhir season 2 sebelum dihancurkan Shigaraki via randomc.net

Berasa nanggung gitu, ga sinopsisnya? Kanda Fajar juga mikir gitu, kok. Alasannya adalah Boku No Hero Academia ini baru aja masuk Season 3. Alhasil, masih banyak kisah yang belum terungkap.

Sebagai sebuah serial superhero, engga lengkap rasanya kalau engga punya villain yang kuat luar biasa. Semua itu sudah terpenuhi di season 1 dan season 2-nya. Tapi Kanda Fajar masih nunggui kapan Tomura atau All For One menampakkan dirinya ke khalayak ramai. Kemunculan Stain yang notabene solo player aja bisa seheboh itu apalagi kalau musuh bebuyutan All Might muncul, ya kan?

At last, Kanda Fajar bisa dengan yakin bilang kalau Boku No Hero Academia itu adalah serial yang lengkap. Cerita sedih? ada. Action yang seru? ada. Jokes-jokes receh plus romansa masa SMA? ada. Pertempuran hero vs villain yang destructive? pasti ada.

Kanda Fajar juga tergolong telat tau ada anime keren macam begini. Di tengah-tengah kehausan Kanda Fajar akan kekuatan super yang membuat dunia lebih baik, Boku No Hero Academia seolah semacam oasis di padang pasir.

Halah.

Categories: Series

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.