Jaman sekarang, orang-orang itu engga bisa lepas dari yang namanya internet. Pagi, siang, sore, malam kamu semua pasti nyari internet kalau lagi bosen. Jujur aja deh, malah ada sebagian dari kamu yang ngecekin instagram duluan, kan habis bangun?

Sama, kok. Kanda Fajar juga KADANG gitu. Sebenarnya, hal itu hal yang wajar. Kan sekarang, eranya internet. Jangan salahin kita dong. Hahaha.

Hal ini bikin Kanda Fajar jadi mikir. Internet itu sebenarnya engga ada gunanya kalau tanpa web service/application kayak Facebook, Google, Instagram dll. Diantara semua itu, yang paling gede adalah Facebook dan Google.

Rupanya keresahan Kanda Fajar ini dijawab oleh Netflix. Tahun ini, layanan streaming series dan film ini merilis The Circle. Nah, The Circle ini sebenarnya nama perusahaan internet besar yang bisa disamakan sama kedua perusahaan buatan si Mark dan si Larry.

Sinopsis

Ceritanya adalah soal Emma Watson/Mae Holland yang sekarang jadi magang di tempat kerja yang ngebosenin. Untungnya dia punya temen (yang cakep juga) bernama Annie Allerton. Dia ngajak Mae interview di The Circle, dimana Annie termasuk orang penting di situ.

Dan Mae akhirnya diterima. Sekilas, The Circle itu mirip Facebook. Bisnis sebenarnya adalah social media, yang sekarang melebarkan sayap ke ranah lain. Salah satunya adalah SeeChange.

Layanan ini sebenarnya adalah surveillance program yang pake kamera kecil yang nyaris tidak terlihat. Gunanya adalah, menurut si CEO Eamon Bailey, bisa membuat dunia lebih terkontrol, transparan dan akuntabel. Tidak ada yang disembunyikan.

Seperti layaknya startup, The Circle membudayakan keterbukaan dan Mae tidak nyaman dengan itu. At least, pada awalnya. Lama-lama, dia kayak ketagihan gitu sama program SeeChange. Kemana-kemana dia pake SeeChange. Mae membagikan semua kesehariannya. Mulai dari bangun tidur sampe tidur lagi, semua follower-nya dari seluruh dunia bisa berinteraksi dengan Mae.

Kalau jaman sekarang mungkin istilahnya Influencer kali, ya.

Sayangnya, kelakuan Mae ini bikin orang tua dan sahabat masa kecilnya, Mercer. Disisi lain, Eamon malah mem-push pemerintah untuk mengaplikasikan account The Circle ke sistem pemilu. Bukannya melarang, Mae justru mencetuskan ide yang lebih gila lagi: dia ingin The Cicle jadi standar baru identitas seseorang. Anggaplah ide ini kayak account Facebook sebagai KTP. Gila banget, kan?

Pandangannya berubah saat Mercer tewas dalam kecelakaan karena sistem baru yang namanya SoulSearch. Saat itu, dia tahu kalau dunia yang akuntabel engga harus 100% transparan.

Impression

Secara cerita, The Circle terbilang buruk. Just for your information, film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Dave Eggers. Versi filmnya terasa kayak ingin merangkum semua cerita dalam novelnya.

Dan hasilnya tidak terlalu bagus.

John Boyega yang memerankan Ty Lafitte tidak dimanfaatkan dengan baik. Karakternya tidak dimanfaatkan, padahal bisa saja jadi surprising gift buat si CEO Eamon Bailey. Kedekatang Mercer sama Mae juga terasa dekat. Mereka berdua itu teman baik dari kecil tapi terasa jauh dalam film.

the circle
Mae dan Annie via thecircle.movie

Untunya, di saat kematiannya Mercer semakin, ekspresi Emma sangat mendukung. Ada rasa khawatir, takut, dan engga nyaman saat orang-orang memintanya menemukan Mercer.

Yang keren justru ide dan tema dibalik filmnya. Bayangkan dunia dengan kamera SeeChange dimana-mana. Tidak ada privasi dan semua orang diawasi gerak-geriknya. Memang jadi akuntabel dan orang-orang bakal jadi lebih bertanggung jawab. Tapi, hal itu bakal membuat kita kehilangan kontrol akan diri kita sendiri.

Categories: Movie Resensi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.