Dari $0.01 ke $11,000, Beginilah Evolusi Bitcoin yang Fenomenal

Walaupun menuai banyak kontroversi, Bitcoin tetaplah menarik dibahas. Kanda Fajar sendiri sempat membahas topik ini di blog post sebelumnya. Di blog post itu, Kanda Fajar cukup skeptis soal Bitcoin. Kanda Fajar berpikir kalau Bitcoin itu semacam asset yang masuk masa-masa bubble. Pendapat Kanda Fajar ini sedikit mirip sama pendapat dari CEO JPMorgan Chase & Co. Jamie Dimon. Dia bahkan menyebut bitcoin sebagai “fraud.” Tapi pasar global menolak menerima pendapat itu mentah-mentah. Nyatanya, per 29 November 2017, 1 Bitcoin berhasil tembus $11,000!

Apa Itu Bitcoin?

Kanda Fajar udah pernah jelasin ini di blog post sebelumnya. Kalau kamu males baca lagi, kamu bisa liat gambar dibawah ini aja.

cara kerja Bitcoin via Bloomberg.com

Sejarah Singkat (Banget) Bitcoin

Bitcoin pertama kali muncul di permukaan saat dikerjakan oleh Satoshi Nakamoto di tahun 2007. Yang unik adalah tidak ada yang tau pasti siapa orang ini sebenarnya. Dari nama, mungkin banyak yang mengira dari Jepang, tapi tidak menutup kemungkinan kalau informasi itu cuma tipuan. Bahkan nama Satoshi Nakamoto pun masih simpang siur. Bahkan, ada yang berpendapat kalau nama itu adalah nama sekelompok hacker, bukan merujuk pada satu orang. Setahun berikutnya, Satoshi Nakamoto mempublikasikan whitepaper yang menjadi dasar Bitcoin yang kita kenal sekarang. Orang ini (atau sekelompok orang ini) juga menetapkan bahwa jumlah Bitcoin yang ada didunia hanya sampai 21 juta jumlahnya.

Coba kalau Kanda Fajar yang punya ide itu, udah Kanda Fajar sebarin kali ke semua sosial media. Hahaha

Sejak saat itu, Bitcoin mulai berkembang pesat. Dari yang awalnya dipandang sebagai mata uang para mafia di Silk Road sampai jadi instrumen investasi.

Singkatnya begini, ibaratnya kamu mau mentransfer uang 10 juta ke orang lain. Bank akan menerima order kamu dan memindahkan uang 10 juta dari rekening kamu ke rekening, let say, pacar kamu. Bank juga akan memverifikasi transaksi ini, memastikan kalau 10 juta sudah berkurang dari rekening kamu. Nah, di Bitcoin, fungsi tracking dan verifikasi ini dilakukan lewat metode blockchain. Blockcahain ini tidak dimiliki bank atau lembaga manapun tapi didesentralisasi ke banyak komputer dalam jaringan. Hal ini membantu setiap transaksi dengan Bitcoin terjamin keamanannya. Nah, Komputer-komputer yang ikut membantu proses tracking dan verifikasi ini akan mendapat reward berupa sejumlah Bitcoin juga. Proses ini disebut “mining.”

Penambangan Bitcoin

Ini juga sebabnya Kanda Fajar mengganggap Bitcoin bukan sebagai mata uang tapi sebagai asset. Secara karakteristik, Bitcoin ini mirip emas. Penambang Bitcoin mendapat sedikit demi sedikit reward setelah membantu memverfikasi sebuah transaksi. Sounds easy right?

Memverifikasi Bitcoin berarti memastikan bahwa kode enkripsi sebuah transaksi selalu sama. Masalahnya adalah butuh komputer yang cukup cepat untuk menambang Bitcoin. Not to mention, bahwa komputernya harus harus terus menerus online setiap saat. Alasannya jelas karena algoritman matematika Bitcoin cukup kompleks kalau dilakukan.

Bitcoin Sebagai Asset, Bukan Currency

Satoshi Nakamoto mengeset jumlah maksimum Bitcoin yang ada didunia hanya berjumlah 21 juta coin. Ide besarnya adalah Bitcoin harus memiliki aspek scarcity supaya bernilai. Hal ini, seperti yang Kanda Fajar pernah bilang, membuat Bitcoin lebih mirip emas daripada mata uang.

Benar saja. Sekarang udah cukup banyak. Trading Bitcoin udah banyak tersedia. Mulai dari Bitfinex, Bitstamp, dan Coinbase. Ketiga layanan ini pada dasarnya memungkinkan kamu untuk membeli Bitcoin seharga 500 dan menjualnya seharga 1000. Beda 500 itu dianggap sebagai profit kamu. Gimana kalau harga jadi let say 480? Ya, kamu rugi 20. Begitulah kira-kira ilustrasinya.

Tidak berhenti sampai disitu, sekarang produk derivatif Bitcoin pun sudah mulai bermunculan. Mulai dari futures, options dan bahkan kamu bisa short-sell Bitcoin. Mantap!

Usaha Pemerintah Dunia Meregulasi Bitcoin

Semakin merebaknya penggunaan Bitcoin, pemerintah-pemerintah di dunia merasa perlu untuk meregulasi Bitcoin. Berikut udah Kanda Fajar sedikit rangkuman yang udah Kanda Fajar buat.

grafik Bitcoin via Bloomberg.com

Amerika Serikat: Federal Reserve masih khawatir soal masalah privasi

China: Pemerintah beneran mengontrol 100% transaksi Bitcoin dan cryptocurrency apapun.

India: Pemerintah di India mengambil sikap untuk tegas menolak legalitas Bitcoin

Canada: Di negara ini, Pemerintah menganggap Bitcoin sebagai asset bukan mata uang

Indonesia: BI bilang kalau transaksi Bitcoin tidak diperbolehkan tapi tidak ada peringatan tegas kalau kedua belah pihak melakukan transaksi lewat cryptocurrency.

Dari rangkuman yang pendek ini, bisa terlihat kalau negara-negar di dunia mulai manaruh perhatian ke Bitcoin. Dengan valuasi ribuan dollar, memang tidak mungkin pemerintah dan bank sentral menutup mata begitu aja.

Pengalaman Mining Bitcoin

Kanda Fajar harus menelan ludah sendiri karena mining Bitcoin. Di blog post tentang Bitcoin sebelumnya, Kanda Fajar sempat bilang kalau Kanda Fajar tidak akan ikutan-ikutan. Nyatanya, Kanda Fajar malah tergoda dan mulai ikut-ikutan menambang. Yup, Kanda Fajar tidak memilih untuk trading tapi mengumpulkan reward Bitcoin sedikit demi sedikit.

Seperti yang Kanda Fajar pernah bilang sebelumnya, menambang Bitcoin butuh hardware mumpuni, listrik dan koneksi internet yang engga putus-putus. Makanya Kanda Fajar memilih untuk menambang secara online. Lebih tepatnya dengan menyewa hash power dari provider lain.

Ada banyak layanan yang menyewakan hash power buat kita. Genesis dan Hashflare adalah salah satunya. Apapun boleh asal kamu selalu waspada dan usahakan pilih yang punya track record bagus. Kan, engga lucu kalau menyewa hash power yang ternyata adalah scam.

Alasan Kanda Fajar memilih Genesis adalah Kanda Fajar merasa insecure dengan layanan lain. Sayangnya, Genesis tidak bisa menerima transfer bank, cuma kartu kredit. Karena Kanda Fajar engga punya kartu kredit, Kanda Fajar bayar pakai Bitcoin.

Tukar Rupiah ke Bitcoin lewat Bitcoin.co.id

Untuk mendapatkan Bitcoin pertama kamu, hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah membuat account di bitcoin.co.id. Website ini adalah website exchanger terbesar dan terpercaya di Indonesia. Kamu bisa menukar rupiah sampai maksimal 100 juta per hari lewat website ini.

Bitcoin.co.id juga aman, kok. Kamu engga bisa cuma bikin account dan udahan. Kamu perlu verifikasi ID KTP dan mengirim foto diri beserta tanda tangan. Memang ribet tapi prosesnya cukup cepat, kok. Kalau kamu kirim foto diri dan tanda tangan yang bener, 1 hari juga udah jadi.

cuma ilustrasi Deposit Kanda Fajar engga sebanyak itu via bitcoin.co.id

Setelah account terverifikasi, kamu udah bisa melakukan deposit ke bitcoin.co.id. Kanda Fajar pertama kali deposit sebesar 1 juta.

Kirim Bitcoin ke Genesis

Langkah selanjutnya adalah mengirim uang 1 juta itu (yang udah ditukar jadi bitcoin) ke Genesis. Sebelumnya, kamu harus bikin account Genesis dulu. Bikinnya engga seribet bitcoin.co.id. Kurang dari 10 menit juga udah jadi.

alokasikan hash power yang udah kamu beli via kaskus.id

Selanjutnya kamu bisa pilih hash power yang seharga bitcoin kamu. Di kasus Kanda Fajar, 1 juta tadi jadi sekitar 0.007 BTC. Jadi Kanda Fajar harus mengirim sejumlah itu. Setelah transaksi sukses, kamu perlu mengeset Bitcoin wallet kamu. Kanda Fajar pake wallet dari bitcoin.co.id.

Setelah kamu punya wallet, kamu bisa mengalokasikan hash power yang kamu punya sesuka hati. Kalau Kanda Fajar pake 100% hash power itu buat menambang BTC.

Note: Kalau kamu ada kesulitan, Kanda Fajar mau bantu, kok.

Hasilnya Gimana?

Dari hash power yang Kanda Fajar punya, “tambang” Kanda Fajar sukses menghasilkan sekitar 0.003 BTC tiap harinya. Hitungan kasarnya, butuh 9 tahun buat dapet 1 BTC. Lama juga, ya?

Yah. Namanya juga usaha. Kalau kamu mau lebih cepat, kamu perlu beli hash power yang lebih banyak. Mau jadi kaya emang susah, ya. Modalnya harus ada.

Oh, satu hal lagi, kamu baru bisa payout kalau udah dapet 0.002 BTC.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *