Sebagai penggemar budaya pop Jepang, sejujurnya, Kanda Fajar tidak tahu apa itu Ghibli. Well, I just know Spirited Away won an Oscar but I never watch any Ghibli films.

Alasannya tentu karena anime dan AKB48 udah cukup memuaskan desire diri ini akan pop culture dari negeri Sakura itu.

Makanya, pas ada event world of Ghibli di Pasific Place, reaksi Kanda Fajar biasa aja. Engga excited banget. Kalau engga sempet ya udah. Toh, juga Kanda Fajar engga suka-suka banget sama Hayao Miyazaki.

Tapi, semua orang ngebicarain event ini. Engga di kampus, engga di kantor, semua pada ngerencanain buat pergi ke World of Ghibli yang selesai hari Minggu ini.

Semua ajakan yang datang Kanda Fajar tolak. Instead, I stay in my room and start watching Nausicaa of the Valley of the Wind. What??

Sinopsis

Adegan dibuka dengan adegan seorang wanita muda, mungkin berusia 22an tahun terbang dengan glider-nya menuju kedalaman sebuah gua. Tak lama setelahnya, dia kegirangan karena baru saja menemukan fosil serangga raksasa yang sudah mati.

Nama wanita itu, Nausicaa.

Kulit serangga itu begitu keras. Tidak bisa ditembus. Alhasil, dia memilih untuk mencongkel mata si serangga raksasa untuk dibawa pulang.

Dari luar, Nausicaa mendengar bunyi tembakan. Bunyi itu begitu keras sampai serangga raksasa yang disebut Ohmu itu mengejar sumber suara.

Karena pada dasarnya berhati baik, Nausicaa terbang menolong orang itu yang tidak lain adalah Yupa, salah satu tetua adat dari lembahangin, desa yang sama dengan Nausicaa.

Dengan berbekal keberanian dan kasih, Nausicaa berhasil menggiring Ohmu kembali ke hutan.

gadis pemberani via tor.com

Di lembah angin, Yupa disambut bagai petualang yang gagah. Dia berkelana jauh demi membuktikan keberadaan ksatria berjubah biru yang berjalan di padang emas. Mendengar ini, tentu saja Nausicaa bingung.

Malamnya, lembah angin kedatangan pesawat tempur dari kerajaan Tolmekia. Nausicaa yang terbangun mencoba mengarahkan si pilot. Sayang, disana cuma ada seorang wanita seumuran dirinya terikat seorang diri. Pesawat itu lalu jatuh dan terbakar hebat.

Tak disangka, pesawat itu membawa object misterius dari sisa perang “Seven Days of Fire.” FYI, perang ini adalah perang nuklir yang mengakibatkan jutaan manusia tewas, rusaknya lingkungan bumi dan juga munculnya serangga raksasa ganas.

Back to the wrecked ship, beberapa lama setelahnya, pasukan besar kerajaan Tolmekia datang menyerbu lembah angin. Mereka menginginkan kembali objek misterius itu bahkan sampai harus membunuh ayah Nausicaa.

Pasukan Tolmekia dipimpin oleh Kushana. Dia meminta penduduk lembah angin untuk bekerja sama membangunkan legenda Giant Warrior daru tidurnya. Dia berniat memanfaatkan raksasa itu untuk menghancurkan Hutan Beracun tempat tinggal para raksasa serangga.

Nausicaa punya pendapat lain. Menurutnya, justru Hutan Beracun itulah yang memurnikan air dan tanah yang sudah tercemar. Serangga-serangga itu hanya bertugas sebagai penjaga agar manusia tidak lagi berbuat seenaknya sendiri.

Esoknya, Kashna membawa Nausicaa dan 5 orang sandera ke ibukota Tolmekia. Dalam perjalanan, pesawat tempur Pejite menyerang. Penyerangan ini membuat pesawat yang ditumpangi Nausicaa dan Kashna mendarat darurat di Hutan Beracun.

lembah angin yang awalnya damai dan tentram via vaguevisages.com

Namanya juga orang baik, Nausicaa malah ngebantu si pilot Pejite yang nanti diketahui namanya Asbel. Karena udah terjebak lebih dalam di gua, Nausicaa dan Asbel mulai berbagi cerita. Akhirnya, mereka berdua memutuskan untuk pergi ke ibukota Pejite.

Disana situasi malah makin buruk. Pejite dibakar habis tentara Tolmekia. Saat teman-teman Pejite Asbel datang, salah satu tentara keceplosan bilang kalau lembah angin akan dijadikan medan perang antara Giant Warrior dan Ohmu.

Nausicaa mau menghentikannya tapi dia malah dibuat pingsan. Untungnya Asbel dan orang-orang Pejite lain bersedia membantu Nausicaa.

Di tengah perjalanan kembali ke Lembah Angin, dia bertemu dengan Yupa dan Mito. Bertiga, mereka berpacu dengan waktu dan cuaca demi keselamatan rakyat Lembah Angin.

Di sisi lain, tentara Kashna sudah siap berperang dengan rakyat Lembah Angin. Untungnya (atau sayangnya), sepasukan besar Ohmu datang menyerbu ke medan perang.

Penyebabnya adalah pasukan Tolmekia yang menyiksa anak Ohmu sebagai umpan untuk memancing kedatangan Ohmu dewasa. Mereka pikir Giant Warrior yang mereka ciptakan dapat menghadapi kawanan Ohmu yang datang. Nyatanya, ciptaan mereka belum siap dan hancur setelah melepas 2 tembakan.

Saat akhir umat manusia kian dekat, Nausicaa datang dengan membawa Ohmu kecil tadi tepat ke depan kawanan Ohmu dewasa yang datang menyerang. Tindakan ini tentu beresiko membahayakan nyawanya sendiri. Tapi Ohmu adalah makhluk hidup yang damai. Keberanian dan kemurnian hati Nausicaa sudah menenangkan amarah Ohmu dan menyelamatkan umat manusia.

Impression

Nausicaa yang baiknya kelewatan via omnibusjournal.com

Setelah 2 jam nonstop nonton film ini, Kanda Fajar bisa memastikan kalau blog post ini akan dilanjutkan sampai meng-cover semua film Ghibli yang sudah diproduksi.

Alurnya kompleks. Ceritanya mengkritik kebodohan orang-orang yang turun berperang.

Karakter-karakternya memang tidak terlalu kuat. Tapi tidak untuk Nausicaa. Dia ini penggambarannya spesial. Dia ini gadis yang berani, karismatik dan penuh perhitungan. Dia juga tipikal pemimpin yang harus banget disukai sama seluruh rakyat. Sayangnya, dia kelewat baik bahkan sama musuh sendiri.

Kashna juga sebenarnya karakter yang menarik. Dia ini ga bisa apa-apa tapi harga dirinya tinggi. Kombinasi yang menyebalkan memang. Lihat saja betapa menjengkelkannya dia yang malah mengarahkan senjata ke orang yang menolongnya. Dia tipikal pemimpin yang dapat power cuma dari status, bukan capability.

Overall, walaupun blog post ini sangat spoiler, pengalaman menonton sendiri film-film Ghibli sepertinya tidak bisa diganti. Bagaimanapun, menonton dengan mata kepala sendiri lebih mantap daripada baca resensi yang undfaedah kayak gini, kan?

Categories: Movie Resensi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.