Gintama (2017), Tetep Absurd Walaupun Bukan Anime

Selain Naruto, Bleach dan One Piece, ada satu lagi manga/komik Jepang yang terkenal banget di luar Jepang. Judulnya Gintama. Beda sama ketiga seri tadi, Gintama ini engga ada cerita bersambungnya. Tiap episode punya cerita sendiri. Penonton cuma dikasi tau satu background cerita dan setelahnya, si pengarang “mengarang bebas” aja. Nah, justru kebebasan itulah kekuatan Gintama. Ceritanya bisa jadi kocak abis dan disukai banyak orang. Dari kebebasan ini pula yang bikin seri ini juga sering banget memparodikan seri anime lain. Mulai dari yang jadul sampai yang terbaru pasti pernah diselipin dalam adegan.

Oh, iya. Gintoki, karakter protagonis di Gintama juga mirip-mirip Deadpool. Dia ini bisa berkomunikasi sama pembaca. Dia bahkan tau kalau kisah dia cuma cerita rekaan dalam komik. Agak gimana kali ya kalau Gintama diadaptasi jadi film live action? Hasilnya ternyata engga mengecewakan, kok.

Sinopsis

Gintama dibuka dengan narasi yang menjelaskan universe/semesta dari serial Gintama yang kita kenal di Anime. Bumi yang kita tempati adalah percampuran dari Jepang jaman Edo dan teknologi canggih ala Alien. Penyebabnya adalah gelombang kedatangan alien yang disebut Amanto. Alien-alien ini makin lama makin banyak dan malah menginjak-injak manusia. Pemerintah pun tidak bisa apa-apa karena mereka tahu mereka tidak berdaya. Yang berani hanyalah 3 orang samurai bernama Gintama, Katsura Kotarou dan Takasugi Shinsuke. Mereka bertiga memimpin perang Joui melawan Amanto. Sayang, mereka harus kalah karena Shinsegumi membelot. Sejak saat itu, samurai dan penggunaan pedang dilarang dalam masyarakat.

Dari paragraf diatas kamu pasti mikir kalau Gintama membawa cerita yang berat. Buat non-fans, itu wajar, tapi kalau buat fans (atau yang minimal pernah nonton kayak Kanda Fajar) Gintama itu engga pernah engga ngelawak termasuk di film live action ini.

Jadi gini, di setengah jam awal, Gintama diisi oleh adegan Kagura yang merengek-rengek mencari kumbang tanduk di hutan. Shinpaci dan Gintoki tentu aja engga mau. Tapi setelah ada berita di TV kalau kumbang tanduk bisa berharga mahal, Shinpaci, Kagura dan Gintoki pergi ke hutan. Di sana, mereka bertiga bertemu dengan anggota-anggota Shinsegumi kayak Kondou Isao, Hijikata Toushirou dan Sogo Okita. Niatnya, mereka pengen mencari kumbang emas milik pimpinan Shinsegumi, tapi dengan cara-cara yang kelewat absurd. Sayang, kumbang itu dimakan monster sungai yang entah datang dari mana.

Yorouya is back in live action via anime-now.com

Di malam harinya, Katsura Kotarou jalan-jalan malam bareng peliharaannya, Elizabeth. Di tengah jalan, mereka dicegat Nizo Okada. Walaupun secara individu, Katsura jauh diatas Okada, tapi berkat pedang Benizakura yang dipegangnya, Katsura terbunuh dan mayatnya dibuang ke sungai. Keesokan harinya, Elizabeth mengunjungi Gintoki. Dia mau memberi tahu bahwa majikannya udah mati, tanpa sama sekali berbicara apa-apa.

Mungkin karena kesel, Gintoki nyelonong aja keluar. Dia meninggalkan Kagura dan Shinpaci menghadapi Elizabeth yang menangis saat diberi susu strawberry. Karena tangisan itu, Kagura dan Shinpaci jadi tahu kalau terjadi sesuatu yang buruk sama Katsura. Mereka pun mencari Katsura sendirian tanpa Gintoki.

Sementara itu, Gintoki menerima tawaran pekerjaaan dari kakak-beradik penempa pedang, Tetsuya Murata dan Tetsuko Murata. Si kakak, Tetsuya Murata, meminta bantuan Gintoki untuk menemukan pedang Benizakura yang sangat berbahaya kalau jatuh ke tangan orang jahat. Gintoki menerima pekerjaan itu tanpa tahu akibat apa yang akan dia rasakan nanti.

Kita beralih dulu ke Kagura dan Shinpaci. Penciuman tajam Sadaharu mengarahkan Kagura ke sebuah kapal misterius. Dia pun mengecek kesana dan menemukan Takasugi Shinsuke di ujung kapal. Karena dia udah bersikap tidak hormat di hadapan Shinsuke, Matako Kijima menghajar Kagura habis-habisan. Untung sifat lolicon Henpeita Takechi menyelamatkan Kagura. Sementara itu, Shinpaci dan Elizabeth berpatroli disekitar lokasi kejadian. Mereka menunggu si pembantai Nizo Okada. Harapan mereka terwujud. Nizo Okada beneran muncul dan langsung menebas Elizabeth tanpa ampun. Untunglah Gintoki datang sebelum dia membunuh Shinpaci juga. 

Tidak disangka, Gintoki bisa mengimbangi Benizakura dengan cuma bermodalkan pedang kayu. Nizo Okada terdesak tapi Benizakura bukanlah pedang biasa. Dia adalah makhluk hidup dalam bentuk pedang. Jadilah gantian Gintoki yang hampir mati. Untung ada Shinpaci yang bisa memotong tangan kanan Nizo Okada. Anggota Shinsegumi juga mulai berdatangan. Nizo Okada pun kabur karena merasa Shinsegumi menang jumlah.

Adegan nangkep kumbang yang kocak via goboiano.com

Selama beberapa hari, luka-luka Gintoki dirawat oleh Shimura Tae. Saat lukanya mulai membaik, Tetsuko Murata datang mengatakan yang sebenarnya. Dia mengakui kalau Benizakura adalah pedang monster yang terus berkembang seiring waktu. Makanya, Tetsuya Murata meminta bantuan Gintoki mencari pedang itu. Dia ingin Benizakura menjadi pedang terkuat yang bahkan mengalahkan pedang yang dibuat ayahnya dulu. Bukan cuma mengaku, Tetsuko Murata juga meminta bantuan lagi. Dia merasa kalau kakaknya terlibat sesuatu yang buruk dan Gintoki harus menyelamatkannya. 

Bukannya kapok, Gintoki malah tetap menjalankan pekerjaan itu. Kali ini, Tetsuko Murata memberikan pedang baru yang punya ornamen naga kayak ta*i. Oh, dia juga dapat bantuan dari Nausicaa karena kapal Okada dan Shinsegumi sedang terbang diatas langit. Absurd abis.

Di kapal Okada, Gintoki udah ditunggu Nizo Okada yang lengan kanannya ditumbuhkan Benizakura. Dengan pedang baru dari Tetsuko Murata, Gintoki berkembang lebih cepat daripada kemampuan belajar Benizakura. Sementara itu, Kagura harus melawan Matako Kijima, Shinpaci melawan Henpeita Takechi dan Kotaro Katsura ngobrol-ngobrol santai sama Shinsuke Takasugi.

main pedang, nya epic sih via scmp.com

Okada kembali terdesak. Dia akhirnya menyerahkan diri secara penuh ke Benizakura. Pedang itulah yang kini memegang kendali tubuh Okada. Tetsuya Murata menyesal. Dia sudah menyerahkan pedang itu ke orang yang salah. Tapi Gintoki menyerah kalah. Dia percaya kalau pedang buatan Tetsuko punya kemampuan yang sama Akhirnya, Gintoki berhasil mematahkan Benizakura. Walaupun begitu, semua masih belum selesai. Gintoki masih harus bertarung dengan mantan rentan kerjanya, Shinsuke Takasugi. Dia ini kecewa berat sama Shinsegumi yang lembek sama Amanto. Dia juga kecewa sama Gintoki dan Katsura yang ikutan bersahabat sama Shinsegumi. Karena udah terdesak, Shinsuke dan kelompoknya kabur dan men-tease adanya film kedua.

Impression

Kanda Fajar agak terkejut karena Gintama versi live action ini lebih kental action-nya ketimbang komedi. Komedinya kurang takarannya menurut Kanda Fajar. Praktis, cuma di 30 menit awal film yang banyak adegan lucunya. Di sisa durasi, memang tetep ada komedi, sih tapi tetep kurang aja kalau dibanding versi anime-nya.

Yang anehnya juga, adegan action-nya seru banget. Adegan pedangnya intense, dan fast-paced. Tingkat ke-epic-kannya bahkan cuma sedikit dibawah Samurai X versi live action. CGI-nya emang engga bagus dan halus kayak MCU tapi kayaknya itu sengaja, deh. Cuma supaya komikal aja gitu.

Ah, udahlah kalau kamu udah pernah nonton Gintama, versi live-action ini harus kamu lahap juga. Kalau belum pernah nonton sama sekali, ya gapapa juga. Bisa tetep seru-seruan, kok. Asal tahan aja sama keabsurdan yang datang tiba-tiba.

Honorable mention: Kaguranya cakep banget.

Kagura!!! via buzzwav.com

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *