Kanda Fajar pernah baca artikel (masukkan link) kalau jaman sekarang, anak-anak muda di seluruh dunia lagi tergila-gila sama traveling. Hal ini bisa kamu liat di feed Instagram temen kamu. Berapa banyak dari mereka yang upload foto-foto liburan sementara kamu lagi sibuk cari nafkah.

Buat kamu yang udah bekerja, pasti kamu agak anti sama yang namanya backpacker-an. Ya iyalah, tujuannya traveling kan buat melepas stress. Kalau traveling-nya ala backpacker, yang ada stress nya malah nambah.

Tapi ada juga lo orang-orang yang seneng sama keindahan alam, tapi engga punya niat buat traveling. Orang-orang macam ini udah merasa puas dengan double tap account Instagram National Geographic atau foto liburan temennya. Orang-orang kayak gini, nih harusnya dikasi nonton anime Made in Abyys biar rasa adventure-nya timbul. Atau malah jadi takut, ya?

Sinopsis

Alkisah, di sebuah dunia alternatif, terdapat sebuah jurang besar yang kedalamannya menembus dasar bumi. Karena “kemegahannya”, jurang yang dimanai Abyss ini menyimpan banyak misteri yang belum bisa dipecahkan oleh akal sehat. Didalamnya juga ditemukan banyak relik berharga yang konon menyimpan rahasia terbesar umat manusia. Makanya, Abyss sering dianggap sakral sama penduduk sekitar.

Penduduk sekitar yang dimaksud disini sebenarnya adalah mereka yang begitu terobsesi sama rahasia yang tersimpan di kedalaman Abyss. Mereka-mereka ini adalah para penjelajah yang mencurahkan segalanya demi Abyss. Padahal, dengan kedalamannya itu, Abyss bisa saja membunuh manusia yang mencoba menjelajahinya. Sayangnya, mereka-mereka ini terlanjur cinta mati dengan Abyss. Rasa cinta yang kelewat besar ini bisa disamakan dengan agama. Para penjelajah Abyss rela mati asal mereka mati di dalam perut Abyss.

Riko ini anaknya fearless banget dah via lostinanime.com

Ini juga yang dialami si tokoh utama kita, Riko. Dia ini tinggal di panti asuhan bersama teman-temannya. Hari demi hari mereka lewati dengan belajar menjadi penjelajah Abyss. Yang dimaksud belajar disini bukan cuma duduk mendengarkan guru dikelas, tapi juga terjun langsung ke kedalaman Abyss yang tergolong aman.

Fyi, kata aman disini menunjukkan kalai semakin dalam ke pusat Abyss, semakin besar kutukan Abyss mempengaruhi mental dan tubuh manusia. Belum lagi ditambah dengan ancaman makhluk-makhluk buas yang bisa dengan tiba-tiba menyerang. Itulah sebabnya dari sekian banyak penjelajah Abyss, hanya sedikit yang bisa kembali ke permukaan. Dan begitu kembali, mereka akan disambut bak pahlawan.

Kembali lagi ke Riko, suatu waktu dia dan Nat melakukan praktek menjelajah lapisan 2 Abyss. Lapisan 2 berarti kutukan yang lebih kuat dan monster yang lebih ganas dari lapisan diatasnya. Keadaan ini membuat Riko dan Nat terdesak. Disaat-saat genting itu, untung ada Reg yang menolong mereka.

Reg ini sebenarnya bukan manusia. Dia ini robot yang berasal dari kedalaman Abyss. Walaupun begitu, tidak banyak Informasi yang didapat karena Reg seolah amnesia dan tidak ingat apa-apa. Dia bahkan tidak sadar kalau dia adalah artefak Abyss yang langka.

bersama anak-anak panti via kaorinusantara.or.id

Beberapa hari kemudian, Riko mendapat kabar bahwa Lyza, orang yang namanya dia tau sebagai ibunya, sudah meninggal. Riko tidak percaya dengan berita itu. Tapi, dia lebih percaya dengan sebuah kertas yang dia percaya berasal dari ibunya. Kertas itu seolah berkata kalau Lyza sedang menunggu Riko di dasar Abyss.

Riko lalu memutuskan untuk pergi menjelajah Abyss bersama Reg. Dengan kemampuan unik Reg, mereka berdua berhasil masuk ke daerah berbahaya yang cuma bisa dimasuki penjelajah dengan pluit hitam dan putih. Dalam perjalanan, mereka bukan cuma mengungkap misteri Abyss tapi juga pelan-pelan mengungkap masa lalu mereka berdua.

Best Episode: 10 & 13

Episode 10 “Doku to noroi”

Di episode 10, Riko dan Reg diceritakan sudah sampai di lapisan ke enam. Di lapisan ini, makhluknya lebih besar, lebih cepat, lebih buas dan lebih liar dari lapisan diatasnya. Ini tentu masalah buat Reg karena dia harus membagi fokus antara mengalahkan monster itu dan melindungi Riko.

Reg harus berusaha mengeluarkan racun dari tubuh Riko via manga.tokyo

Benar saja, Reg hilang fokus dan Riko terkena akibatnya. Tangan kiri Riko tertusuk bulu beracun dari monster. Tangannya membengkak dan membiru. Reg panik dan membawa Riko naik ke atas. Tindakan ini justru membuat tubuh Riko makin tertekan. Darah keluar dari matanya akibat kutukan Abyss seolah menekan tubuhnya. Untuk mencegah penyebaran racun, Riko meminta Reg memotong tangannya.

Reg tidak mampu melakukan itu. Sebagai gantinya, Reg justru mematahkan tangan Riko dan mengikatnya kuat-kuat. Tindakan yang kurang tepat sebenarnya karena ini malah membuat Riko makin menderita kesakitan. Untungnya disana ada Nanachi. Dialah yang menyelamatkan nyawa Riko dan mengobati tangannya yang bengkak itu.

Fyi, Nanachi adalah Hollow alias manusia yang kehilangan kemanusiannya akibat terlalu dekat dengan dasar Abyss.

Episode 13 “The Challengers”

Episode ini lebih menceritakan Nanachi daripada Riko dan Reg. Nanachi sebenarnya tidak pernah punya keinginan menjadi penjelajah Abyss. Ketertarikannya dengan Abyss cuma karena dia hidup dalam kesendirian. Semua berubah saat dia bertemu Mitty.

Berbeda dengan Nanachi yang pendiam, Mitty ini anak yang lincah dan ceria. Sifat yang berlawanan ini membuat mereka akrab.

perpisahan Nanachi dan Mitty via manga.tokyo

Bahkan saat Mitty akan dikirim ke dasar Abyss sebagai objek penelitian, Nanachi juga mau ikut pergi. Sayangnya, hal itu justru membuat mereka berdua menjadi Hollow. Nanachi dan Mitty sudah kehilangan bentuk dan akal manusia mereka.

Nasib Mitty lebih buruk lagi. Dia tidak bisa mati walaupun sudah beberapa kali dibunuh. Tidak tega melihat Mitty menderita, Nanachi membawa kabur Mitty ke lapisan ke 6.

Setelah melihat Reg memakai incinerator, Nanachi menyadari bahwa ada cara untuk membebaskan jiwa Mitty dari tubuhnya. Dengan berat hati, Reg Akhirnya setuju dan membunuh Mitty untuk selama-lamanya.

Impression

This anime is as good as hell, literally hell. Jangan sampai termakan desain karakternya yang imut dan menggemaskan karena alur ceritanya justru membuat penonton ingin berkata-kata kasar.

Kenapa karakter seimut ini harus bernasib tragis?? via lostinanime.com

Made in Abyss adalah anime pertama dimana Kanda Fajar ngomong “Fuck” dan “Oh my God” tiada henti. Kanda Fajar ga habis pikir, apa sih yang ada di pikiran kreatornya pas bikin anime ini? Kenapa ceritanya begitu dark dan disturbing?

Bayangin aja, Riko ini umurnya baru 12 tahun, tapi dia udah kelewat menderita. Dia ini udah mati sekali pas lahir dan dibangkitkan lagi dengan bantuan relik Abyys. Tangannya pernah hampir putus karena racun. Dan semua itu tidak menghentikannya untuk pergi ke dasar terdalam Abyys.

Episode 10 dan 13 diatas harus kamu skip kalau hati dan perasaanmu ga kuat. Dua episode itu menceritakan dengan tepat bagaimana rasa dari penderitaan yang sesungguhnya. Penderitaan akibat menjelajahi tempat yang seharusnya tidak mereka datangi.

One recommendation, making the season 2, please.

Categories: Series

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.