Kalah. Kalah. Kalah. Kalah.

4 kali kalah dalam 4 pertandigan beruntun jelas engg bagus. Cenderung bikin malu malah. Klub dengan sejarah dan nama besar seperti Arsenal seharusnya menang, bukan jadi bahan olok-olokkan media dan suporter klub lain. Sebagai fans, Kanda Fajar jelas kecewa berat.

Hasil Pertandingan

Seperti yang diketahui, Arsenal 2 kali kalah 3 gol tanpa balas di tangan Manchester City. Disini, Kanda Fajar masih bisa mentolerir kekalahannya. City sekarang lagi bagus-bagusnya. Cuma sekali kalah di liga jelas menunjukkan kalau pemain City sedang semangat membantai lawan. Di dua kekalahan ini, Kanda Fajar bisa maklum.

Masalahnya, Arsenal juga kalah 2-1 dari klub semenjana kayak Ostersund di UEFA League dan Brighton di Premiere League. Ini jelas keterlaluan.

Arsenal yang Kanda Fajar idolakan bukan klub yang begini mudah dikalahkan.

Wenger Out bukan Solusi

Wenger seharusnya buruan sadar via standard.co.uk

Di balik setiap kekalahan dan kemenangan sebuah team, ada sosok pelatih yang harus siap dipuja dan dibenci. Dalam kasus ini, Wenger harus rela dibenci, bahkan dihina.

Rentetan kekalahan yang diderita Arsenal, menunjukkan kalau Wenger udah kehilangan sentuhannya. Bertahun-tahun melatih tanpa gelar adalah sebuah cacat dalam karir kepelatihan seseorang. Klub-klub besar tidak akan mau mempekerjakan pelatih “cacat.” Tapi Arsenal mau. Kalau Wenger ada di Chelsea atau Real Madrid, dia pasti udah akan didepak kira-kira 2 minggu setelah dikontrak.

Walaupun begitu, Kanda Fajar yakin kalau kita engga bisa menyalahkan Wenger seorang dalam krisis yang menerpa Arsenal ini.

Masalah Sebenarnya Adalah Mentality

Engga adil rasanya kalau semua kesalahan sebuah klub dibebankan ke pundak seorang pelatih. Ini adalah masalah sistemik, yang proses pencarian solusinya mungkin harus dilakukan menyeluruh. Arsenal butuh revolusi, terutama revolusi mental.

Kalau Kanda Fajar liat sekarang, Arsenal ibarat kapal yang setengah badan kapalnya rusak. Di situasi ini, sehebat apapun kaptennya, tinggal menunggu waktu sampai kapalnya beneran karam.

Mental pemain-pemain Arsenal sekarang sedang berada di titik nadir via mirror.co.uk

Setengah badan kapal yang hilang itu adalah mentality.

Percaya atau tidak, Arsenal akhir-akhir ini selalu merasa inferior dihadapan lawannya. Siapapun lawannya, Koscielny dkk selalu buru-buru dan engga tenang. Barisan belakang sering salah marking, barisan tengah sering buru-buru ngasi thorugh pass, pemain sayap suka lari-lari tanpa arah di sisi lapangan dan barisan depan suka engga liat situasi sebelum shooting. Ini yang harus diperbaiki.

Arsenal adalah klub besar. Klub besar boleh dihantam berbagai masalah sedemikian rupa tapi punggawa-punggawanya punya kemampuan untuk bangkit. Kanda Fajar yakin Arsenal punya kemampuan itu.

Categories: Arsenal Thought

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.