Kalau kamu sering baca majalah atau koran luar negeri yang membahas dunia finansial kayak Bloomberg atau Investopedia, jaman sekarang dunia punya instrument investasi baru yang lagi hot: bitcoin.

Bitcoin sebenarnya cuma salah satu cryptocurrency. Cryptocurrency ini sebenarnya mirip forex. Dia itu mata uang yang entirely digital dan tidak ada badan resmi yang membawahi. Jadi, selain bitcoin, ada nama-nama lain seperti Ethereum, Ripple, Litecoin dll.

Cryptocurrency dan Bitcoin dll sebenarnya adalah sesuatu yang cukup kompleks dibahas. Untuk itu, Kanda Fajar akan mencoba berbagi dengan kalian semua dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.

Teknologi dibalik Cryptocurrency

Seperti yang sudah Kanda Fajar singgung diatas, Bitcoin dan teman-temannya adalah mata uang yang 100% digital. Karenanya, setiap transaksi dengan bitcoin dan semacamnya bisa di-trace kebelakang sampai ke asalnya. Kasarnya, tidak perlu ada lembaga keuangan untuk memverifikasi setiap transaksi.

Semua itu bisa terjadi berkat kecanggihan teknologi blockchain yang menjadi tulang punggung sistem cryptocurrency dunia.

Apa itu blockchain?

blockhain
how blockchain works via licdn.com

Secara sederhana, blockchain itu semacam buku besar/ledger. Buat kamu yang anak accounting pasti tahu kalau ledger berguna untuk mencatat SETIAP transaksi yang terjadi. Nah, dalam hal ini ledger sama dengan block dalam dunia cryptocurrency.

Di perusahaan, ledger harus dipegang oleh satu orang PIC (person in charge) di divisi accounting. Gunanya jelas untuk menghindari adanya transaksi fiktif yang terjadi. Di dunia cryptocurrency, ledger/block tadi disebar ke SEMUA ORANG dalam jaringan membentuk sebuah chain/rantai besar dan panjang.

Orang-orang tadi (well, dengan komputer mereka tentu saja) bertugas untuk memverifikasi data transaksi dalam blockchain. Mereka bertindak sebagai regulator yang memastikan tidak ada fraud dalam satu blockchain.

Keunggulan Crytocurrency

Cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum mendapat popularitasnya bukan tanpa sebab. At least, ada 5 hal yang membuat mata uang digital lebih baik daripada mata uang negara manapun di dunia.

  1. Biaya transaksi jauh lebih murah bahkan sampai 0
  2. Transaksi tidak dibatasi working day bank
  3. Transaksi lebih Traceable
  4. Aman dari identity theft, fraud dan kecurangan
  5. Bisa mendapat reward yang pantas

Poin nomor 4 dan 5 sangat berhubungan. Pada hakikatnya, bitcoin, Ethereum, Ripple, Litecoin dll itu cryptographically secured. Setiap transaksi diverifikasi oleh semua orang lewat network Peer-to-peer. Kalau ada yang mau memanipulasi transaksi, orang itu harus mengubah setiap block yang ada di orang-orang tadi.

Nah, karena orang-orang tadi sudah berjasa mengamankan data dalam jaringan, mereka akan mendapat reward berupa bitcoin, Ethereum, Ripple, Litecoin dll juga. Jumlahnya mulai dari 0.0000001 sampai 0.001 untuk sekali verifikasi blockchain, tergantung situasi dan kondisi.

Process mendapatkan reward ini disebut Mining dan orang-orang yang mendapatkannya disebut miner.

Cryptocurrency sebagai Instrumen Keuangan

Ada persamaan antara cryptocurrency dengan currency konvensional: harganya tergantung tingkat supply&demand. Dan itu berarti ada volatilitas yang disukai oleh para trader dan spekulan.

bitcoin
grafik perbandingan bitcoin dan asset lainnya via bloomberg.com

Cukup sulit menilai apakah bitcoin dan semacamnya bisa dijadikan instrumen investasi layaknya Obligasi dan saham. Para ahli ekonomi juga masih kebingungan dengan hal ini. Satu-satunya hal yang bisa dijadikan patokan dari harga bitcoin adalah tingkat kelangkaannya (scarcity).

Seperti yang sudah kita tahu, sistem blockchain akan memastikan kalau jumlah input transaksi harus sama dengan jumlah outputnya. Artinya, jumlahnya bitcoin du dunia ini terbatas pada tingkat transaksinya.

 

 

 

Categories: Analisa Ekonomi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.