Entah kenapa akhir-akhir ini Kanda Fajar jadi seneng nonton film Korea. Bukan karena pemeran ceweknya yang cakep (dan memang iya) tapi juga karena ceritanya yang unik dan emang cocok aja gitu buat orang Indonesia.

Ga tau ya, kalau nonton film Korea tuh, terutama yang kisahnya sedih-sedih suka kebawa suasana. Yup, walaupun dari luar Kanda Fajar terlihat sangar tapi didalam Kanda Fajar ini sangat perasa. Hallaaah apa sih ini

Okay, stop sampai disini curhat colongannya.

Kita pindah ke film yang sesuai dengan judul diatas: Okja.

Film ini produksi Netflix dan ratingnya lumayan bagus di Rotten Tomatoes sama IMDB. Makanya Kanda Fajar engga ragu buat nyoba nontonya.

Sinopsis

Kita mulai dari sedikit jalan ceritanya. Okja sebenarnya adalah nama seekor babi super besar yang dibesarkan di Korea. Di seluruh dunia, ada 26 super pig yang disebar oleh Mirando Corporation ke seluruh dunia. Nah, yang dipelihara di korea adalah salah satu yang kualitasnya terbaik.

Tujuan dari proyek super pig ini sebenarnya adalah menyelamatkan Mirando Corporation dari kebangkrutan. Makanya si CEO, Lucy Mirando mencetuskan babi yang sudah dimodifikasi secara genetik. Tujuannya jelas untuk menghemat biaya peternakan babi yang dipelihara secara organik.

Sayangnya, masyarakat masih skeptis sama yang namanya makanan yang udah diotak-atik sumbernya. Makanya, dia menyelenggarakan perayaan kompetisi antar babi. Ya semacam Indonesian Idol gitulah tapi buat babi-babi super besar.

Yang jadi masalah adalah si anak peternak yang namanya Mija sayang banget sama Okja. Dia bahkan rela pergi ke Seoul sendirian untuk mencegah kepergian Okja ke New York.

Ditengah perjalanan, dia dibantu sama Animal Liberation Front (ALF). Ini semacam kelompok pecinta alam yang freak banget. Mereka punya tujuan mulia untuk menghentikan penjegalan hewan, termasuk hewan ternak. Anggotanya bahkan rela makan sebatang kangkung setiap hari supaya engga mengotori bumi.

Mija dan anggota ALF lalu menyusun rencana untuk merekam “kejahatan” di balik proyek super pig Mirando. Mereka akan memutarnya tepat di depan jutaan pasang mata di New York. Semua ini mereka lakukan supaya Okja bisa hidup bahagia di pegunungan Korea.

Impression

Pertama kali nonton Okja, Kanda Fajar agak bingung sama ceritanya. Bukan karena jelek, tapi karena sangat unik dan beda. Coba aja, mana ada film yang cerita soal penjagalan hewan?

Dan karakternya juga agak komikal, terutama si CEO, Lucy Mirando, dan si face of the company, Dr. Johnny Wilcox. Kayaknya, engga bakal ada orang se-nyentrik itu di dunia nyata.

Yang jadi fokus malah si Mija, Dia ini imut banget. Terutama pipinya. Dia dekat banget sama Okja padahal secara genetik, Okja ini engga real. Jelas lah, Okja kan babi yang istilahnya punya kelainan genetik. Dia itu buatan, bukan ciptaan yang alami.

okja
babak belur cuma buat si super pig via vulture.com

Yang menarik menurut Kanda Fajar pribadi justru orang-orang dari Animal Liberation Front. Gila aja gitu, ada aja orang yang segitu green-nya. Mereka mau menyelamatkan hewan-hewan yang emang seharusnya dijagal. Bayangin kalau sapi, kambing atau ayam ga boleh dimakan. Bisa-bisa semua orang di bumi jadi vegetarian.

Overall, Okja harus banget buat kamu tonton.

Categories: Movie Resensi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.