Which one is more terrifying, Annabelle: Creation or IT?

Kalau biasanya Kanda Fajar bikin resensi satu blog post satu film, sekarang Kanda Fajar mau bikin format yang beda. Sekarang Kanda Fajar mau membandingkan dua film secara langsung.

Bukannya males (iya juga sih sebenarnya) tapi cuma pengen aja ngerangkum dua film ini. Secara, dua-duanya sama sama serem dan bikin Kanda Fajar berkata-kata kasar saking kagetnya.

Well, no time wasted. Like always, I start with synopsis.

Annabelle: Creation

Kalau boleh jujur, Kanda Fajar sebenernya engga terlalu ngikutin franchise ini. Yang Kanda Fajar tau cuma kata orang, Annabelle ini boneka yang bawa kutukan. Ada semacam roh jahat yang suka “mengusili” manusia sampai mati.

Dan Annabelle Creation adalah awal mula kenapa sampai ada boneka yang tampilannya begitu creepy alih alih cantik dan cute.

poor Janice via slashfilm.com

Annabelle ini sebenernya adalah nama anak perempuan dari pasangan Samuel Mullins dam istrinya, Esther. Sayangnya, anak semata wayang mereka meninggal karena tertabrak mobil. Orang tuanya tentu sangat merasa kehilangan. Terlebih, Annabelle meninggal saat masih berumur 7 tahun. Masih ada jalan panjang yang bisa dia tempuh di masa depan yang menunggunya.

Di tengah kehilangan yang teramat sangat itu, Esther masih belum bisa menerima kenyataan. Situasi ini dimanfaatkan oleh sebuah entitas jahat yang berpura-pura menjadi Annabelle. Dia meminta Esther dan Samuel untuk mentransfer dirinya ke dalam sebuah boneka yang Samuel buat.

Karena berpikir bahwa anaknya bisa dibangkitkan, keluarga ini mengiyakan permintaan roh jahat ini. Benar saja, Annabelle terasa hidup kembali setiap malamnya. Tapi lama-lama, Esther merasa kalau Annabelle yang sekarang bukanlah anaknya.

Tau kalau keluarga ini mulai curiga terhadapnya, Annabelle jadi-jadian ini balik menyerang Samuel dan Esther. Mata kiri Esther malah sampai rusak karena perbuatan kejam si roh jahat.

Keluarga ini lalu meminta bantuan pendeta setempat. Si pendeta lalu mengurung boneka Annabelle itu dalam ruangan yang penuh ayat-ayat Alkitab di kamar Annabelle yang asli.

Karena merasa berdosa, Samuel dan Esther membolehkan rumahnya untuk dijadikan panti asuhan. Karena rumahnya besar, setiap anak boleh memilih ruangan manapun sebagai kamar selain kamar si Annabelle.

Sayangnya salah satu anak panti itu, Janice, mulai sering diganggu sama roh bonek Annabelle. Roh ini memperdaya Janice untuk memasuki kamar Annabelle asli dan membuka ruangan tempat boneka Annabelle disimpan.

Setelahnya, rumah itu makin menyeramkan. Anak-anak panti lain mulai diganggu, tapi tidak ada yang menganggap itu sebagai perbuatan roh jahat.

Bonekanya emang ngeri sih via comingsoon.net

Puncaknya adalah saat si roh jahat berhasil merasuki tubuh Janice. Linda, sahabat dekat Janice, tau bahwa ada yang aneh dengan Janice. Dia lalu berusaha membuang boneka Annabelle itu ke sebuah sumur tua. Sayangnya, usaha Linda ini gagal.

Roh jahat ini malah semakin menjadi-jadi. Dia bahkan tega membunuh seluruh keluarga Mullins dan sekarang dia mengincar Linda. Di saat terakhir, Suster Charlotte datang dan mengunci kembali Janice beserta roh jahat di tubuhnya ke ruangan yang dikelilingi ayat-ayat Tuhan.

IT

Kalau Annabelle sudah jelas dirasuki roh jahat, di IT, tidak jelas makhluk apa yang meneror kota Derry.

Ya, skala terror film ini lebih luas, mencakup satu kota dan peristiwanya periodik. Setiap 27 tahun sekali, pasti ada banyak anak-anak yang hilang. Tapi, benda-benda yang anak-anak itu pakai kebanyakan ditemukan disekitar gorong-gorong dibawah kota.

the loser’s club via slashfilm.com

Di IT, ceritanya seperti terbagi menjadi beberapa bagian. Ada Bill yang masih sibuk mencari adiknya, Georgie, yang hilang. Ada Ben si anak pindahan gemuk yang tak punya teman. Teman pertamanya di kota Derry adalah buku sejarah kota yang isinya mengerikan. Lalu ada juga Henry si tukang Bully yang entah kenapa suka banget ngasarin orang.

Karena merasa korban bully Henry, Bill dan kelompoknya, Richie, Eddie dan Stan, akhirnya berteman dengan Ben dan juga Beverly. Mereka juga kemudian berteman sama Mike, salah satu korban Henry yang lain. Karena merasa satu nasib, pertemanan mereka disebut “Loser’s Club.”

Beberapa hari kemudian, masing-masing anggota klub ini mulai dihantui oleh suatu entitas jahat berbentuk badut bernama Pennywise the Dancing Clown. Mulai dari Bill yang melihat Georgie yang jadi zombie, Eddie yang ketemu sama penderita lepra yang mukanya ancur, Beverly yang ketarik ke dalam wastafel sampe penuh darah sampai Mike dll. Yang jelas, semua yang mereka takutkan seakan jadi nyata.

Ben punya deduksi kalau hal-hal yang mereka rasakan ini terjadi setiap 27 tahun sekali, dan setiap kali terjadi, selalu saja ada anak-anak di kota Derry yang hilang entah kemana. Berbekal hasil riset Ben di perpustakaan, mereka lalu menonton rekaman sejarah kota Derry. Berkat rekaman itu, Bill tau kalau semua gorong-gorong lokasi kecelakaan anak-anak selama ini terhubung dengan Neibolt house.

Menolak takut, The Loser’s Club menuju kesana buat mengalahkan si badut jahat. Yang masuk kedalam adalah Bill, Eddie dan Richie. Sisanya menunggu di luar. Di dalam, Bill, Eddie dan Richie terpisah, sesuatu yang menjadi keuntungan buat si badut. Karena dikejar si badut, tangan Eddie patah tapi dia berhasil menyelamatkan diri dari si Pennywise.

dancing clown via thesun.co.uk

Karena kejadian menyeramkan itu, Stan, Richie, Ben, Mike dan Eddie tidak mau lagi masuk ke Neibolt house. Sayangnya, hal itu tidak jadi mereka lakukan karena Beverly diculik Pennywise. Mereka mau tidak mau harus kembali masuk menyelamatkan cewek satu-satunya di klub. Dan kali ini mereka tidak boleh terpisah.

Si badut Pennywise masih saja mencoba memisahkan mereka lewat ilusi-ilusi menyeramkan. Bill bahkan hampir masuk perangkapnya saat si badut berpura-pura menjadi Georgie. Kali ini, Bill dan kawan-kawannya menolak takut. Mereka mati-matian melawan Pennywise yang tidak bisa apa-apa saat korbannya tidak takut kepadanya. Sayangnya, Pennywise berhasil kabur sebelum benar-benar mati. Sejak itu, masing-masing anggota Loser’s Club berjanji untuk kembali melawan kutukan kota Derry sekali lagi jika dibutuhkan.

Which one Scares You the Most?

Kali Kanda Fajar mau membandingkan kedua film ini bukan lewat aspek-aspek teknis pembuatannya. Bukan pula soal cerita dan visualnya. Metodology yang akan Kanda Fajar kali ini adalah seberapa banyak (sering) kata “fuck”, “anjir” dan kata-kata kasar lain keluar dari mulut penonton. Supaya lebih simpel, mari kita sebut ini sebagai fuck moment. Dalam konteks ini adalah Kanda Fajar akan mengukur fuck moment diri sendiri.

Hasilnya, IT is more terrifying than Annabelle: Creation.

dua-duanya serem tapi IT lebih punya banyak “fuck moment” via ayobandung.com

Di Annabelle: Creation, efek terkejutnya berkurang karena walaupun samar, pergerakan boneka Annabelle masih terlihat. Tipikalnya juga selalu mirip, si boneka akan mengendap-endap mendekati Janice lalu mengejutkan penonton yang sedikit banyak sudah menyiapkan kekuatan jantung mereka.

Beda sama IT, disini Pennywise tampil lebih menakutkan. Dia sering muncul tiba-tiba dan sering diikuti penerangan yang gelap dan terang secara tidak terduga. Setiap kali lampu mati dan hidup, Pennywise akan selangkah lebih dekat ke anak-anak yang menjadi mangsanya. Belum lagi fakta kalau Pennywise ini mungkin semacam monster. Mulutnya bisa melebar sesuka hatinya disertai gigi-gigi yang tiba-tiba menyembul tajam.

Akhir kata, blog post ini engga bilang kalau IT lebih bagus dari Annabelle: Creation. Dua-duanya bagus. Ceritanya juga solid. Belum lagi aktor-aktor cilik yang dimainkan juga demikian bagus aktingnya. Tapi sekali lagi, the dancing clown is the real evil for me.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *