Mau Jadi apa?

Ini bisa dibilang pertanyaan paling menohok bagi orang-orang berumumr dua puluhan kayak Kanda Fajar. Jawaban dari pertanyaan ini akan menentukan dimana posisi kamu dalam struktur masyarakat dan bagaimana pandangan orang-orang terhadapmu. Kalau kamu ngasal ngasi jawaban, kamu dianggap engga bertanggungjawab. Kalau ngejawabnya dengan tingkat PD yang tinggi, dikira cuma omong kosong doang. Susah emang jadi milenial.

Kebingungan ini pula yang dihadapi Soleh Solihun pas pertama kali dia masuk kuliah. Uniknya, di film ini Soleh bisa break the 4th wall, ala ala Deadpool gitu lah. Yuk langsung saja kita baca spoilernya di bawah.

Sinopsis

Cerita ini berpusat sama Soleh Solihun, obviously, si anak Unpad semestar pertama. Berhasil masuk Unpad adalah kebanggaan terbesarnya, ayah-ibunya bahkan sampai bikin syukuran seminggu lamanya coba. Di Unpad, dia berteman sama Lukman si urang Sunda-Padang yang bapaknya penjudi berat, Eko si anak Jakarta yang sebernanya pengen kuliah di Ausie, Syarif si Arab, Marsel yang selalu sial dalam percintaan dan Vey, si cewek cakep indo yang kelakuannya beda banget sama tampangnya yang manis.

Anak Jatinangor via twitter.com

Mereka bertujuh terbilang sebagai mahasiswa biasa-biasa saja. Ngampus, main, pulang, repeat. Begitu terus. Soleh lalu mencoba ikutan majalah mahasiswa. Fakta Jatinangor namanya. Tapi sih seringnya disingkat jadi FakJat. Disana dia kesengsem sama Ros, Cewek aktivis bertampang bule tapi menasbihkan dirinya sebagai Slanker. Mereka punya preference yang sama soal musik. Makanya wajar kalau Soleh merasa kalau dia bisa jadian sama Ros. Masalahnya ada di Panji, si kepala redaksi. Dia juga naksir sama Ros dan berusaha menjauhkan Soleh dan Ros

Disisi lain, Marsel selalu gagal merebut hati cewek pujaannya, Putri. Putri ini sedari kuliah udah jadi penyiar radio di OZ radio Bandung. Sedangkan Marsel, dia tergolong anak cupu dan tentu aja kalah saing sama Nino, si anak tajir dari Jakarta. Yang beda banget malah Vey dan Eko. Eko ini pengen banget lanjut kuliah di luar negeri, sementara Vey, dia malah nolak kesempatan itu karena terlanjur nyaman dengan Unpad.

Bahagia masuk Unpad via gogirl.id

Semua masalah itu, ditambah dengan kegalauan mereka tentang masa depan, mencetuskan sebuah ide untuk menciptakan majalah tandingan. Berbeda dengan FakJat yang mengangkat topik-topik serius dengan analisis mendalam, mereka memilih untuk menarget pembaca yang berbeda. Mereka ingin sebuah bacaan yang kekinian pda masanya. Makanya tercetuslah Karung Goni alias Kabar Ungkapan Gosip dan Opini. Isinya berupa karikatur, tangga musik paling hits dimasanya sampai curhatan dari anak-anak Unpad yang perasaanya terpendam.

Tak disangka, Karung Goni sukses besar. Mahasiswa-Mahasiswa Unpad sepertinya jenuh dengan bacaan berbobot dan mikir, makanya majalah alternatif seperti bikinan Soleh ini bisa laku. Setelahnya, Karung Goni melebarkan sayap dengan rilisnya Fikom Babe, yang isinya foto-foto mahasiswa cakep dimasanya, dan rubrik gossip, yang isinya paling kayak “cowok R suka Cewek S tapi cuma dari kejauhan.” Pokoknya yang ringan-ringan lah.

Orang-orang dibalik layar Karung Goni via beritagar.id

Kesuksesan mereka terganggu akibat Soleh mau bikin berita investigatif. Ide ini dia dapat setelah tahu Ros suka sama yang begitu-begitu. Akhirnya, topik yang dipilih Soleh adalah tentang perbuatan tidak senonoh salah satu dosen terhadap mahasiswi. Sontak saja isinya bikin geger. Geng mereka pecah. Soleh disidang sementara Eko engga mau ikut-ikutan. Sisanya berusaha sekuat tenaga meyakinkan korban untuk bersaksi.

Ternyata, si pelaku adalah dosen yang punya reputasi baik di kampus. Semua tidak menyangka bahwa dia pelakunya sampai Eko tiba bersama dengan korban. Soleh pun bebas dari hukuman tapi tetap saja cintanya ke Ros tidak kesampaian. The first friendzone in Indonesian History.

Impression

Kanda Fajar cukup terkejut dengan film ini. Walaupun Mau Jadi Apa? adalah debut penyutradaraan Soleh, kualitasnya cukup baik. Memang setup-nya masih terlalu lambat dan ending-nya juga terkesan agak maksa, tapi secara keseluruhan, ceritanya enak dinikmati.

Yang keren juga adalah pemilihan soundtrack-nya. Disini, musiknya adalah full musik tahun 90-an. Kanda Fajar engga begitu tahu juga tapi beberapa memang masih enak didengar oleh telinga Kanda Fajar yang EDM banget.

Oiya, satu hal lagi. Kayak yang Kanda Fajar bilang diatas, karakter si Soleh ini sering Breaking the 4th Wall alias sering ngajakin penonton ngomong. Cara ini bagus karena bisa mengeksplor kekuatan Soleh sebagai komika yang bodor. Masalahnya adalah beberapa kali komedinya missed. Jadi ya lain kali sebaiknya lebih hati-hati aja penggunaannya.

Tapi kalau boleh jujur, Kanda Fajar malah suka banget sama karakter Vey. Dia ini malah lebih bodor dari Soleh. Kelakuannya aneh-aneh. Dia bisa tiba-tiba teriak-teriak sendiri, skotjam, dll. Pokoknya over banget lah aktifnya. Lucu aja liat ada karakter cewek yang begini.

Categories: Movie

Leave a Reply