The power of social media.

Istilah ini nge-hits banget di jaman sekarang. Gara-gara Twitter, YouTube dan Instagram, banyak anak-anak muda yang bisa mengubah nasib. Dari yang awalnya bukan apa-apa menjadi siapa-siapa. Berkat YouTube, Twitter dan Instagram, cari uang bisa dilakukan dengan bikin konten aja. Berkat tiga social media itu, pekerjaan-pekerjaan konvensional macam guru, dokter dan tentara jadi kehilangan sentuhannya. Anak-anak kecil sekarang malah pengen jadi YouTuber dan Instagramer.

Lebih jauhlah, adopsi social media yang masif menciptakan munculnya peluang kerja baru yang level-nya lebih tinggi dari YouTuber dan Instagramer: influencer. Entah apa maksudnya, tapi yang jelas, influencer secara harafiah berarti orang berpengaruh. Pengaruh yang mereka punya ditunjukkan lewat interaksi di social media aka likes, comment dan subscribe. Orang-orang di social media, termasuk Kanda Fajar, seneng banget kalo dapat likes, comment dan subscribe yang banyak.  Tapi bisa dibilang, influence-nya mendekati 0. Likes boleh banyak, postingan boleh banjir komen tapi kalau engga menggerakkan orang, jangan pernah ngaku jadi influencer, deh. Makanya, Kanda Fajar agak sebel sama orang yang suka ngaku-ngaku influencer cuma dari modal likes, comment dan subscribe. Udahlah, ngaku YouTuber atau Instagramer aja. Buat Kanda Fajar, profesi influencer itu engga ada.

Itu dulu sebelum Kanda Fajar baca berita mengejutkan dari Amerika Sana. Berkat berita itu, Kanda Fajar menyadari kalau profesi influencer itu beneran ada. Engga percaya, silahkan baca terus sampai bawah.

Kylie Jenner Sang Influencer

Ada satu orang yang harus Kanda Fajar akui sebagai influencer. Dia adalah Kylie Jenner. Tertanggal 22 Februari 2018, jam 5 pagi waktu Amerika, Kylie Jenner nge-tweet something normal but powerfull.

Gitu aja isi tweet-nya. Sederhana, straightforward, dan apa adanya. Tweet-nya cuma terdiri dari 88 karakter tapi efeknya bisa menghapus $1.3 billion nilai pasar Snapchat dalam sehari. Incredible!

Siapa sih Kylie Jenner?

Blog ini bukan lambe_turah yang suka nge-post soal artis-artis. Tapi untuk memberi konteks cerita, Kanda Fajar akan cerita sedikit soal si influencer.

Lahir di California pada 10 Agustus 1997, Kyle Jenner adalah salah satu anggota keluarga dari Kardashian family yang terkenal bukan dari kemampuan, tapi dari sisi kontroversinya. Keluarga Kardashian ini mirip keluarga Raffi Ahmad di Indonesia, sama-sama punya acara TV sendiri dan luar biasanya, banyak yang nonton. Kanda Fajar bilang banyak karena memang acara Keeping Up With The Kardashians itu tembus 14 season sampai sekarang.

Karena kehidupan keluarganya jadi acara TV, Kylie Jenner memanfaatkannya untuk berbisnis. Bukan bisnis kue kayak artis-artis Indonesia, tapi kosmetik dibawah bendera Kylie Cosmetics. Produk andalannya adalah Kylie Lip Kit. Dengan harga per buahnya mencapai 500 ribuan rupiah, Kylie Lip Kit sudah mencatat penjualan jutaan dollar di seluruh dunia.

Namanya makin menanjak saat majalah TIME pernah menobatkan Kylie Jenner sebagai Most Influential Teens di tahun 2015. Ehmm.. the real influencer banget ya.

[Intermezzo: Kanda Fajar lebih mengidolai adeknya Kylie, Kendall Jenner. Soalnya dia mirip X-23 di film Logan]

Adeknya lebih fabulous via fashionista.com

Ada Apa dengan Snapchat?

Sudah barang tentu Kylie nge-tweet gitu karena alasan tertentu. Orang kayak Kylie jelas sadar kalau apapun yang keluar dari dirinya akan dilihat oleh orang banyak. Jadi engga mungkin dia cuma asal nge-tweet.Dari isi -tweet-nya, Kylie terkesan kecewa sama Snapchat. Begitupun dengan 374 ribu orang yang nge-love. Penyebabnya ternyata karena Snapchat mendesign ulang interface aplikasinya.

CEO Snapchat dan istrinya, Miranda Kerr via stylecaster.com

Snapchat selama ini populer dikalangan anak muda ibu kota. Sebelum ada fitur story di Instagram dan Facebook, Snapchat udah duluan punya fitur ini lengkap filter-filter lucunya. Sayangnya, menurut Evan Spiegel, Snapchat terlalu susah dipakai.

Perkataan si CEO ini mengindikasikan kalau Snapchat harus bisa lebih sederhana dan mudah dipakai. Tujuannya jelas untuk menarik lebih banyak konsumen di masa depan. Sayang, Kylie Jenner, dan follower-followernya yang militan merasa canggung dengan design baru ini.

Oh iya, redesign ini engga cuma soal interface aja, tapi juga the way Snapchat deliver the content. Kabarnya, Snapchat nanti juga akan memisahkan mana konten dari teman dan mana yang dari publisher (baca: perusahaan). Tujuannya? Supaya interaksi di Snapchat bisa lebih natural walaupun dengan resiko mengorbankan pendapatan dari iklan.

Snapchat mulai kesalip Instagram Story via recode.net

$1.3 billion Ini Nilai Apa?

Angka $1.3 billion ini menunjukkan nilai pasar atau market cap dari Snapchat. Singkatnya, market cap adalah hasil kali dari harga saham per lembar dan jumlah saham yang ada di pasar. Market Cap ini adalah dasar dari standar kualifikasi dari saham Blue chip dan non-blue chip.

Biasanya, perusahaan dengan market cap yang besar cenderung tahan terhadap kondisi ekonomi yang tidak menentu aka low risk. Selain itu, dalam jangka panjang, potensi keuntungannya juga tinggi walaupun harus dikompensasi dengan keuntungan jangka pendek yang biasa aja.

Jadi dalam kasus Snapchat ini, satu tweet Kylie Jenner tadi “berhasil” membuat market cap Snapchat turun signifikan. Beberapa saat setelah isi kepala Kylie Jenner ter-tweet, 7% nilai pasar Snapchat berkurang dan itu berarti pelaku pasar mulai pesimis sama performa Snapchat.

Kanda Fajar bukan pemain Snapchat. Jadi Kanda Fajar engga tahu pasti bagian mana yang dapat redesign parah sampai-sampai Kylie Jenner kecewa gitu. Kalau kamu pengguna Snapchat boleh lho kasi tahu apa yang salah dari design baru Snapchat ini.

Categories: Investasi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.