Di banyak film, film-film bertema spionase itu sarat dengan gadget-gadget canggih. James Bond dan Kingsman adalah contohnya. Kedua film ini malah tokoh utamanya selalu ganteng, apapun jenis masalahnya. Mau ada ledakan, tusuk-tusukan dll, karakter utamanya tetap dengan setelan suit lengkap. Beda sama Red Sparrow. Film ini fokusnya ada di kehidupan mata-mata wanita. Filmnya juga nyata banget. Kerjaan mata-mata memang begitu, susah dan beresiko tinggi. Makanya, Kanda Fajar mau berbagi spoiler film ini.

Sinopsis

Cerita film ini berpusat pada penari ballet berbakat bernama Dominika Egorova. Dia sebenarnya punya rekam jejak yang bagus buat jadi Balerina tapi sayang sebuah kecelakaan saat pertunjukkan memupus cita-citanya. Rekan penarinya dengan sengaja mematahkan kakinya supaya pacarnya bisa jadi lead balerina menggantikan Dominika.

Dominika yang udah engga punya harapan hidup lalu membunuh kedua orang yang sudah menghancurkan mimpinya itu. Tapi masalah belum selesai karena sekarang dia terhimpit masalah ekonomi. Di tengah masalah pelik itu, datanglah pamannya, Ivan Egorova. Dia membujuk Dominik untuk masuk sekolah intelijen di Rusia. Di sekolah itu, Dominik dididik untuk menjadi mata-mata yang dikenal dengan “Sparrow.” Sparrow ini punya tugas untuk mendapatkan informasi dari pihak lawan. Caranya bisa macam-macam, tapi seringnya adalah dengan menjadi wanita penggoda. Agen-agen Sparrow memanfaatkan tubuh mereka demi mendapat informasi yang berguna bagi negara.

Kegetiran hidup mata-mata Rusia via variety.com

Selama di pelatihan, Dominik ternyata dianggap punya bakat. Jadilah dia dikirim ke Moskow untuk mendapatkan misi pertamanya. Misinya adalah mendapatkan nama pengkhianat di tubuh pemerintahan Rusia. Demi tugas itu, mau tidak mau dia harus menjalin kontak dengan Agen CIA bernama Nate Nash.

Si Nate ini sebenarnya udah ditarik ijinnya tapi dia bersikeras kembali ke Rusia demi melindungi sahabatnya, si pengkhianat Rusia yang dijuluki Marble. Karena Marble cuma mau berkomunikasi sama Nate, mau tidak mau pihak CIA mengaktifkan lagi ijin operasi Nate. Kali ini dia ditugaskan ke Budapest.

Dominika juga dikirim ke Budapest. Disana, dia sekamar sama Marta, agen Sparrow yang lain. Marta ini punya tugas menjalin kontak sama Stephanie Boucher, Chief of Staff pemerintah AS. Sayangnya, identitas Dominika ketahuan sama Nate. Jadilah mereka (Dominika doang, sih sebenarnya) malah saling jujur-jujuran. Dominika kasi tahu Nate soal pamannya, motifnya dan juga identitasnya. Karena Dominika butuh lebih banyak waktu, Dominika malah membocorkan informasi soal Marta. Akhirnya dia dibunuh karena dianggap berkhianat.

Pamannya Dominika via popsugar.com

Dominika lalu menjalankan rencananya lagi. Dia ternyata berniat untuk menjadi double agent. Dia membelot ke pihak Nate. Dia lalu melanjutkan misi Marta untuk bertemu dengan Boucher. Dia juga meminta Boucher untuk bertukar informasi dalam disk yang dia pegang dengan sejumlah uang. Sayang, field agent CIA terlalu cepat bergerak. Boucher jadi takut dan tidak memperhatikan sekeliling. Dia akhirnya mati tertabrak truk yang lewat.

Insiden ini membuat rencana Dominika (hampir) gagal. Dia dipanggil kembali ke Rusia dan harus menjawab satu pertanyaan diselingi dengan berbagai siksaan. Dominika menolak berkata jujur. Pamannya, Ivan, akhirnya percaya. Dia dikirim lagi ke Budapest untuk membereskan semuanya.

Dominika kembali lagi ke Nate. Semua nampak berjalan dengan baik sampai Simionov datang. Simionov ini mata-mata kejam yang membunuh Marta. Di situasi ini, Dominika harus “berakting”, dia membantu Simionov menyiksa Nate. Nate dikuliti kulitnya untuk mendapatkan nama asli dari Marble. Dominika tidak bisa berakting lebih lama. Dia lalu menyerang Simionov, dan melepaskan Nate. Jadilah Nate dan Dominika saling serang dengan Simionov sampai Simionov meregang nyawa. Walaupun begitu, keduanya juga terluka cukup parah.

Hubungan Nate-Dominika yang rumit via bookmyshow.com

Di rumah sakit, Dominika bertemu dengan sosok asli Marble, Vladimir Andreievich Korchnoi. Dia ini atasan Ivan tapi dia malah menawarkan diri ke Dominika. Dominika dianggap bisa menggantikan perannya sebagai mata-mata di tubuh pemerintah Rusia. Rupanya, Korchnoi ini udah rela mati tapi Dominika punya rencana yang lebih besar.

Dia menyamarkan nama Marble sebagai Ivan Egorova. Ternyata selama ini, Dominika punya dendam kesumat sama pamannya ini. Dia masih engga terima “dijebloskan” ke akademia Sparrow dan “menjajakan” tubuhnya. Pihak CIA dan Rusia SVR bertukar informan. CIA menyerahkan Dominika dan SVR menyerahkan Ivan. Alhasil, Dominika dikenal sebagai agen berprestasi sementara Ivan ditembak kepalanya oleh sniper Rusia.

Impression

I have to admit, Red Sparrow is gooddamn good. JLaw successfully steals the show and the twist is unpredictable.

Di film ini, aktingnya Jennifer Lawrence sebagai Dominika bener-bener keren. Dia seperti sosok yang rapuh tapi berjiwa kuat. Dia tahan dengan berbagai siksaan. Kepahitan hidup membuatnya punya karakter yang tahan banting. Dia juga cukup berani beberapa kali memamerkan lekuk tubuhnya. Total banget, lah. Keren.

Red Sparrow juga penuh adegan-adegan 21+. Ada darah dimana-mana, seksualitas, siksaan-siksaan sadis dan plot yang bikin mikir keras.

Khusus buat plot, endingnya nge-twist dengan keren. Sebelum masuk bagian ending, Kanda Fajar bingung sama pengambilan keputusan si Dominika. How can an Agent frequently make stupid/bad decisions? Dia akhir, semua teka-teki itu terselesaikan. Dia ternyata bukan mengabdi ke pemerintah Rusia, tapi mengabdi pada tujuannya sendiri. Semua kebohongan yang dia lakukan ternyata untuk menjebak pamannya sendiri. Kerena parah.

Categories: Movie

Leave a Reply