Request Hour 2017: Review, Lagu-Lagu Terbaik dan Masa Depan JKT48

Sebelumnya Kanda Fajar mau minta maaf dulu. Maaf karena artikelnya terlambat turun lebih dari 1-2 hari. Karena ada berbagai kesibukan yang tidak bisa ditinggal membuat jatah waktu untuk menulis artikel ini terbatas. Tapi karena kecintaan yang teramat besar, akhirnya artikel tentang JKT48 Request Hour 2017 ini akhirnya berhasil terbit.

Oke. Tanpa perlu berlama-lama lagi, biarkan Kanda Fajar memulainya dengan review singkat yang jujur berasal dari dalam hati.

Request Hour 2016 is slightly better than 2017

More or less, subjudul ini sudah bisa memberitahu kamu bahwa Kanda Fajar lebih prefer ke Request Hour 2016 daripada yang tahun ini.

Alasannya adalah gimmick dan MC-nya terlihat lebih matang dan lebih menyenangkan buat dilihat.

Di Request Hour 2017, game-game yang disajikan terasa garing dan cenderung membosankan.

Contohnya, ngapain coba bikin game yang isinya cuma bikin member-member berdiri diatas kertas koran yang makin lama makin kecil? Emangnya ini lomba 17 Agustusan?

Please JOT, kalau bikin game formatnya yang lebih kreatif lagi dong.

Dan lagi, drama “Misi Rahasia Power Ranger” yang dibawakan Lidya, Okta, Sonia, Feni dan Shani terasa hambar. Diatas kertas, drama ini harusnya ngocol tapi praktis hanya Feni yang bisa memeriahkan suasana.

Sekarang coba bandingkan dengan Request Hour 2016. Waktu itu, game-gamenya engga bikin bosen. Kapan lagi coba lihat member yang kalem dan flawless macam Ve mulutnya belepotan kena makanan?

Dari sisi game dan gimmick udah dibahas. Sekarang kita masuk ke urusan setlist-nya. Seperti biasa, ada 30 lagu dengan voting terbanyak yang dibawakan para member.

Salah satu lagu yang berhasil masuk lagi ke Request Hour 2017 via jitenshaproject.com

Beberapa lagu berhasil masuk back-to-back ke setlist 2017. Lagu-lagu seperti Glory Days, Kebun Binatang saat Hujan dan Shonichi adalah beberapa lagu yang Kanda Fajar rasa memang pantas buat kembali dibawakan di Request Hour 2017.

Ketiga lagu itu punya irama yang enak dan catchy banget. Jadi wajarlah kalau banyak yang nge-vote lagi.

Tapi secara keseluruhan, lagu-lagu di Request Hour 2017 terdengar terlalu variatif. Well, variasi itu memang penting supaya pendengar tidak cepat bosan. Yang jadi masalah adalah TERLALU variatif membuat kedua telinga ini agak kaget. Transisi antar lagu jadi tidak terlalu smooth karena telinga dan otak perlu beberap detik lebih lama untuk beradaptasi dengan lagu setelahnya.

Contohnya gini, apa kamu engga kaget karena setelah Gonna Jump tiba-tiba Return Match? Kanda Fajar, sih iya.

Kalau jawabannya engga, ya syukurlah. Mungkin telinga Kanda Fajar ini emang perlu diperiksa ke THT.

Rangking Lagu-Lagu Terbaik di Request Hour 2017

Walaupun Request Hour sendiri secara substansi adalah ranking lagu-lagu JKT48 terpopuler, tidak ada salahnya, kan kan kalau Kanda Fajar bikin ranking sendiri? Semacam best of the best gitu, lah.

Kamu boleh setuju boleh engga sama preferensi Kanda Fajar. Itu hak kamu kok untuk punya selera berbeda. Sans aja.

  1. Hikaeme I Love You (Sedikit Saja I Love You)
  2. Sakura Minna De Tabeta (Sakura Kita Makan B)
  3. Kimi to Niji to Taiyou to (‎Aku, Pelangi dan Matahari)
  4. Sasae (Dukungan)
  5. 365 Nichi no Kamihikouki (Pesawat Kertas 365 Hari)
  6. Love Trip
  7. Eien Pressure (Selamanya Pressure)
  8. Oboete Kudasai (Tolong Ingatlah)
  9. Shonichi (Hari Pertama)
  10. Himawari (Bunga Matahari)

Secara engga langsung, Kanda Fajar pengen bilang kalau 20 puluh lagu sisanya terdengar tidak terlalu enak di telinga Kanda Fajar pribadi. Makanya kalau boleh (dan kalau bisa), Kanda Fajar mau ganti 5 lagu di Request Hour 2017 sama lagu-lagu ini aja.

  1. So Long
  2. Heavy Rotation
  3. ‎Ponytail to Shushu (Ponytail dan Ikat Rambut)
  4. ‎Gomen ne Summer (Maafkan Summer)
  5. ‎Dareka No Tameni (Demi Seseorang)

Sekali lagi Kanda Fajar tegaskan disini, kamu boleh suka boleh engga sama pendapat list ini. Kanda Fajar emang suka aja sama lagu-lagu mainstream kayak diatas.

JKT48 di 2018 dan setelahnya

Seperti yang seluruh VVOTA di dunia tahu, Melody sudah memutuskan untuk graduate dari JKT48. Keputusan ini sekaligus menambah daftar panjang member-member Generasi Satu yang memutuskan untuk meninggalkan dunia idol.

Tercatat, member-member Generasi 1 yang notabene lebih “mainstream” dan sering diblow-up infotainment pergi bergantian. Eksodus ini bermula dari Stella, Haruka, Ve, Nabilah lalu Melody. Praktis hanya tinggal Shania dan Kinal seorang yang memang benar-benar bisa dijuluki The Face of JKT48.

Graduate-nya member-member utama membuka kesempatan buat adik-adiknya via japanesestation.com

Memang benar manajemen mulai memperkenalkan beberapa member potensial seperti Shani, Yupi atau Zara ke publik yang lebih luas. Tapi timing-nya cenderung terlambat. Alhasil, terdapat semacam jarak pemisah yang cukup lebar antara member Gen 1 yang udah mainstream ke member generasi di bawahnya yang tergolong masih niche. Sampai saat ini, menurut Kanda Fajar, Shani masih kerepotan meneruskan tongkat estafet dari Ve.

Makanya, wajar kalau sehari (atau beberapa jam) setelah berita lulusnya Melody, di YouTube banyak bertebaran video-video dengan judul provokatif: Bubarnya JKT48.

It is not the End, It is a Fresh Start

The Night is darkest just before the Dawn. And I promise you the dawn is coming

Salah satu quotes film The Dark Knight tadi sedikit banyak bisa menggambarkan ekspektasi Kanda Fajar buat idol grup ini.

Setelah para member-member utama, banyak yang berpendapat kalau JKT48 sudah habis. Beberapa bahkan menyakini bahwa JKT48 akan bubar di tahun 2018 nanti. Terus terang, Kanda Fajar sendiri tidak bisa menyaggah fakta bahwa JKT48 memang sedang berada dalam situasi sulit. Kanda Fajar juga setuju kalau graduate-nya member-member Gen 1 merupakan tamparan keras buat para fans, manajemen dan member-member lainnya. Tapi, Kanda Fajar tidak setuju dengan pendapat yang mengatakan kalau JKT48 akan bubar. Memang idol grup ini sedang berada dalam krisis tapi Kanda Fajar melihat masih ada harapan di ujung jalan sana.

Sekarang saat yang tepat buat Celine bersinar via motretjkt48.com

JKT48 itu ibarat klub sepakbola. Walaupun pemain-pemain datang silih berganti, nama klubnya tetap sama, kan? Arsenal tetaplah Arsenal walaupun Robin Van Persie sudah hijrah ke  Fenerbahçe dan Alexandre Lacazette datang dari Olympique Lyon. Tidak ada satupun pemain yang lebih besar dari klubnya. Begitu juga dengan JKT48.

Saat member-member Generasi 1 perlahan-lahan terkikis, member-member dibawahnya justru akan mendapat kesempatan besar untuk bersinar.

I expect this is the exact time to got a fresh start

Kanda Fajar punya catatan khusus buat Generasi 4. Member-member Gen 4 terlihat punya banyak member berbakat yang tidak kenal menyerah. Lupakan dulu Zara yang memang didorong manajemen, member-member kayak Vio, Celine dan CinHap terlihat punya ambisi untuk mencapai puncak.

Ambil contoh Celine yang memang merupakan Oshi Kanda Fajar. Dia ini tipikal gadis pemalu yang entah kenapa bisa lolos audisi. Dari luar, dia memang terlihat pemalu banget, tapi kalau lihat penampilannya, kamu bakal ngerasa kalau dia ini ikut audisi “hanya” untuk men-challenge dirinya sendiri. Dia berusaha melawan sifat pemalunya dengan sebanyak mungkin tampil di depan orang-orang yang mengidolakannya.

Keep up the good work, Celine!

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *