Masa remaja adalah masa yang penuh pemberontakan. Kita (Karena Kanda Fajar juga masih generasi Y) terlalu muda untuk dibiarkan sendiri dan terlalu tua untuk dikekang-kekang. Masalahnya, budaya ketimuran selalu menuntut kita untuk memberontak dengan sopan, kalau engga ya siap-siap aja kamu dibilang anak durhaka dan dikutuk. Padahal, kalau kamu cari di Google Translate, frase “durhaka” ini disebut “ungodly”, artinya peruntukkannya adalah untuk Tuhan aja. Jadilah, api-api pemberontakan ini makin lama makin terpendam, menunggu sampai umur 25an untuk meledak. Daripada nunggu selama itu, Kanda Fajar sarankan kamu nonton The End of the F***ing World karena kisah mereka bener-bener rebel banget.

Sinopsis

Serial ini adalah tentang Alyssa dan James, dua anak muda yang amat sangat skeptis dengan dunia sekitarnya. Keduanya punya masalah sama orang tuanya dan tidak bisa bersosialisasi dengan anak-anak sebaya. Mungkin karena sifat keduanya yang terlalu liar.

James ini mengklaim dirinya sebagai psikopat. Dia anak aneh yang tidak berperasaan. Bahkan dia engga tidak merasakan sakit atau sedih. Tujuan hidupnya adalah membunuh ayahnya. Dia kesal karena ayahnya tidak ikut mati saat ibunya bunuh diri. Dia malah terus melempar lelucon bodoh dengan harapan James bisa tertawa, walaupun dia tahu kalau hasilnya nihil.

Their world is a shit, so is mine via popsugar.com

Sebaliknya, Alyssa ini sebenarnya anak yang baik-baik awalnya. Kalem dan mudah diatur. Dia berubah saat ibunya menikah lagi. Ayah tirinya ini sering memperlakukan Alyssa dengan seenaknya. Dia suka ngedodain Alyssa, yang officially anaknya sendiri. Awalnya, dia terus melawan sampai disatu titik, Alyssa pasrah dipegang-pegang ayahnya yang bejat.

Keduanya lalu bertemu di kantin sekolah. Kepribadian yang mirip membuat mereka saling tertarik satu-sama lain. Mereka jadi akrab lalu memutuskan untuk kabur ke tempat yang jauh. Tempat yang jauh ini maksudnya adalah tempat Ayah kandungnya Alyssa, Leslie. Sepengetahuan Alyssa, ayahnya ini selalu mengirim kartu selamat ulang tahun. Pokoknya beda banget lah sama ayah tirinya.

Mereka berdua lalu mencuri mobil ayahnya James, Phil. Mereka pergi tanpa arah, cuma berbekal petunjuk dari Alyssa aja. Selama perjalanan itulah mereka bisa hidup tanpa aturan. Suatu ketika, mobil James terbakar. Mereka terpaksa mencari tumpangan. Sayangnya, si pemberi tumpangan adalah orang yang tidak sebaik mereka kira, walaupun kelakuan James dan Alyssa juga engga sopan-sopan amat sama si pemberi tumpangan.

We need your respect you oldman via weheartit.com

Alyssa nyaris diperkosa tapi James berhasil menyelamatkannya. Mereka berdua bahkan membunuh si pemberi penumpang tadi, mengambil dompetnya dan merampas mobilnya. Sayang, perjalanan ke tempat Leslie masih jauh, jadilah mereka sesekali merampok beberapa toko dalam perjalanan.

Sesampainya di tempat Leslie, semua tampak menjadi lebih baik. Leslie orang yang serampangan tapi menganut kebebasan hidup. Untuk sehari-hari, dia mendapat uang dari transaksi narkoba. Alyssa tampak bahagia dan James pun juga jadi bahagia. Semua kebahagian itu sirna saat Alyssa tahu bahwa Leslie punya anak lagi dari perempuan lain. Semua surat kartu ucapan selamat ulang tahun itu juga ternyata ditulis ibunya, bukan Leslie. Semua tambah parah saat Leslie ternyata mencoba lapor polisi karena ada kompensasi lumayan gede kalau berhasil menangkap berandalan cilik James dan Alyssa.

Live free, guys via weheartit.com

Tapi gerak-gerik mereka sudah dipantau polisi. Mereka tidak bisa lagi kabur, apalagi setelah nusuk kaki Leslie pakai pisau dan James memukul detektif polisi pakai senapan. Mereka mencoba kabur. Akhirnya, James memilih untuk menanggung beban itu seorang diri. Dia memukul Alyssa sampai pingsan supaya polisi mengejarnya aja. James pun lari menuju pantai diiringi hujaman peluru-peluru. Benar-benar hidup seorang pemberontak.

Impression

Seperti yang Kanda Fajar bilang di bagian atas, wajar bagi remaja untuk memberontak terhadap kemapanan dan kehidupan yang penuh judgement dari lingkungan sekitar. Anak-anak muda kayak kita dilarang berbeda dan mengambil sikap. James dan Alyssa menolak sentimen itu.

Mereke berdua berani mengambil sikap. Walaupun keputusan mereka sangat kontroversial kalau diterapkan di dunia timur, api pemberontakan dalam diri Kanda Fajar seakan tersalurkan saat Kanda Fajar menonton tindak tanduk mereka. Kanda Fajar rasa, semua anak muda di dunia harus mencontoh mereka.

“Sometimes everything is suddenly really simple, You step out and you see where you are really clearly. You see yourself, and you think, ‘Fuck this shit.”

Alyssa, you are my role model. Woohooo!!!!

Categories: Series

Leave a Reply