Thor v Justice League, Mana yang Paling Bagus Ditonton?

Dengan jadwal rilis yang beda kurang dari sebulan, tentu saja orang-orang di dunia pada ribut soal film superhero mana yang lebih bagus, Thor atau Justice League?

Banyak dari kamu yang mungkin menjagokan Thor. Alasannya simple: film-film Marvel tidak pernah mengecewakan. Dimulai dari Iron Man 1 sampe Spiderman: Homecoming, Marvel konsisten dengan cerita yang mudah dicerna plus atmosphere yang cerah ceria.

Beda sama DC Comics. Mereka seakan masih mencoba mencari jati diri. Mau dark kayak The Dark Knight-nya Nolan resikonya tinggi. Mau bright kayak Marvel dibilang niru. Dilema.

Yah, mau dibikin kayak gimana pun, setiap Marvel atau DC bikin film udah sepatutnya kita nonton filmnya di bioskop. Buat refreshing, gitu lah.

Di blog post kali ini, Kanda Fajar menghadirkan edisi spesial yang membandingkan Thor: Ragnarok dan Justice League. Selamat menikmati.

Thor: Ragnarok yang Receh Abis

Thor abis cukuran via fdncms.com

Film ini dibuka dengan pertarungan antara Thor melawan Ragnarok. Dari yang awalnya banyak ngoceh, Thor harus mengakui kalau Monster ini cukup merepotkan. Untungnya, dia berhasil menang. Walaupun begitu, dia belum bisa tenang karena monster itu meramalkan bahwa Asgard akan tak lama lagi akan hancur.

Thor lalu pulang ke Asgard. Dia disambut dengan drama Avengers 1, dimana Loki yang jadi antagonis utamanya. Dia agak kecewa karena Raja Asgard, ayahnya, seakan tidak tau kalau kehancuran sedang mengintai. Rupanya, itu adalah Loki yang menyamar jadi Rajanya. Wajar kalau tingkahnya gitu.

Thor lalu memaksa Loki mencari ayahnya. Pencarian mereka dibantu sama Doctor Strange yang merasa perlu melindungi bumi dari dua-orang-Asgard-mencari-ayah-yang-hilang.

Akhirnya diketahui kalau ayah mereka ada di sebuah tebing yang menghadap ke laut. Dia disana karena merasa hidupnya sudah tidak lama lagi. Dia cuma mencari ketenangan batin, atau lari dari rasa bersalah yang selama ini terpendam. Benar saja, tidak lama setelah dia mati, Hela datang dan menyatakan perang pada Asgard. Dia ini kakak Thor, anak pertama Raja Asgard yang membantu membantu memperluas kerajaan. Dan kali ini dia datang lagi untuk mengklaim kerajaan yang dulu dia bangun.

Hela, kakak yang terlupakan via vox.com

Thor tentu aja tidak terima. Dia melempar Mjonir ke Hela tapi kakaknya itu mampu menangkapnya dengan mudah. Malah, dia menghancurkan palu kesayangan Thor itu hanya dengan satu tangan.

Merasa tidak mungkin menang, Loki meminta (masukkan nama) untuk membawa mereka kembali ke Asgard. Hela tidak tinggal diam. Dia nekat mengejar Loki dan Thor ke dalam lubang cacing. Bukan cuma itu, dia bahkan berhasil mendepak Thor dan Loki ke planet (masukkan nama).

Di planet antah berantah itu, Thor dijadikan tawanan oleh (masukkan nama). (Masukkan nama) sebenarnya adalah kaum Valkry. Entah bagaimana dia juga bisa berada di planet itu dan jadi anak buah (masukkan nama). Oleh (masukkan nama), Thor dijual ke (masukkan nama) untuk diperbudak dan dijadikan petarung dalam sebuah turnamen.

Lawan Thor di turnamen itu ternyata adalah Hulk. Hulk memegang rekor tak terkalahkan terbanyak diantara semua makhluk yang ada di (masukkan planet). Baru Thor saja yang mampu mengimbanginya. Sialnya, (masukkan nama) berbuat curang. Dia membantu Hulk untuk memenangkan pertarungan itu.

Setelah pertarungan dengan Hulk, Thor mulai mendapat reputasi. Walaupun begitu, dia tetap ingin kembali ke Asgard yang sekarang sedang berada dalam kengerian dan kehancuran akibat ulah Hela yang kejam. Untungnya, Thor berhasil mendapat teman-teman baru (dan lama) dalam diri Korg, Hulk, (masukkan nama) dan tentu saja Loki. Bersama mereka pergi ke Asgard untuk mengalahkan Hela.

Team Thor via digitalspyuk.net

Walaupun sudah bekerja sama, Hela masihlah terlalu kuat. Bahkan ketika Thor sanggup mengendalikan kekuatan petirnya, Hela masih saja satu tingkat diatasnya. Mau tidak mau, Loki harus membangkitkan Ragnarok dan membiarkannya menghancurkan seisi Asgard.

Mendapat lawan yang sepadan, Hela kewalahan dan akhirnya mati di tangan Ragnarok. Thor dan Loki tidak bisa menghentikan Ragnarok yang makin menggila. Satu-satunya jalan keluar adalah membawa semua orang mencari tempat baru untuk dijadikan “Asgard baru” dengan Thor sebagai rajanya.

Justice League yang Tidak Lagi Suram

Justice League mengambil setting beberapa saat setelah BvS. Kematian Superman membuat umat manusia kehilangan harapan. Bukan cuma itu, bumi pun jadi kehilangan keseimbangan yang akhirnya menciptakan malapetaka.

Mother boxes, 3 kotak kekuatan yang selama 5000 tahun dijaga ketat kini mulai hilang kendali. Hal ini memancing Steppenwolf untuk datang dan mencurinya dari Orang-orang Amazon dan Atlantis.

antagonis utama Justice League via nymag.com

Menurut legenda, Steppenwolf adalah penakluk alam semesta. Bangsa-bangsa yang dikalahkan olehnya lalu berubah menjadi parademon yang menjadi anak buahnya. Sayang, saat mencoba menginvasi bumi, dia gagal karena bangsa-bangsa di planet ini bersatu padu. Steppenwolf menyerah kalah dan Mother boxes yang menjadi sumber kekuatannya dijaga oleh 3 bangsa berbeda dengan pengawalan super ketat demi terciptanya kedamaian dan harmonisasi dunia.

Masa-masa damai itu tampaknya akan segera berakhir. Setelah berhasil merebut kotak yang dijaga orang-orang Amazon, dia juga berhasil merebutnya dari orang Atlantis. Bruce Wayne yang memahami hal itu lalu berusaha mengumpulkan orang-orang berkekuatan super untuk melindungi Bumi.

Batman dan “kekuatan super-nya” via motor1.com

Dengan bantuan Alfred, Bruce mulai mengajak Victor Stone, Arthur Curry dan Barry Allen untuk bergabung dengannya dan Diana (yang udah lebih dulu mau). Walaupun awalnya menolak, akhirnya ketiga orang itu mau bergabung.

Misi pertama mereka adalah menyerang tempat persembunyian Steppenwolf di Rusia. Sayangnya, mereka harus dipukul mundur karena kekuatan Steppenwolf beserta Parademonnya yang diluar dugaan mereka. Sejak itu, Bruce berpikir kalau harapan mereka adalah membangkitkan kembali Superman dari tidurnya.

Walaupun awalnya menolak, Diana, Victor, Barry dan Arthur akhirnya menerima ide gila itu. Mereka lalu menuju kapal Krypton di Metropolis dan melakukan hal yang sama seperti yang Lex Luthor lakukan saat membangkitkan Doomsday di BvS.

Ide itu ternyata berhasil. Superman kembali hidup tapi dia tidak serta merta mau bergabung dalam tim. Dia bahkan mengamuk sebelum akhirnya luluh karena ada Louis Lane.

Semua anggota tim akhirnya menyalahkan rencana gegabah Bruce. Namun mereka tidak bisa berlama-lama marahan karena Steppenwolf, yang berhasil mengumpulkan ketiga Mother boxes, sudah bersiap menginvasi bumi.

The team strike via conversationsabouther.net

Batman, Wonder Woman, Cyborg, Aquaman dan Flash kembali bersatu dan sekali lagi kesulitan menekan Steppenwolf. Untungnya, Superman datang disaat yang tepat. Kekuatan tim yang sekarang mampu mengimbangi Steppenwolf. Mereka berbagi tugas dengan baik. Batman mengurusi Parademon, Aquaman dan Wonder Woman mengurus Steppenwolf dan Superman beserta Cyborg mengurus Mother boxes.

Setelah masalah Mother boxes selesai, giliran Steppenwolf yang harus dihentikan. Superman meniup kapak Steppenwolf dengan tiupan supernya, membuat kapak itu jadi beku, dan diakhiri dengan kekuatan pedand Amazon dari Wonder Woman. Kehilangan kapaknya, Steppenwolf jadi limbung. Ketakutan mulai merasuki pikirannya. Hal itu membuat Parademon mengalihkan target ke “mantan” bosnya itu. Dan berakhir pulalah aksinya di bumi kita tercinta ini.

Which one is the best?

Sebagai fans berat DC Comics, Kanda Fajar memilih Thor: Ragnarok sebagai yang terbaik. What?! Loh, kok gitu?

Jujur, Kanda Fajar kecewa berat sama Justice League, terutama sama petinggi-petingginya Warner Bros. Mereka ini kayaknya keblinger, deh. Mereka punya ekspektasi kalau superhero DC Comic harus pasti bisa sukses besar kayak Marvel. Tapi ya jangan diikutin mentah-mentah, dong formulanya.

Justice League emang tidak lagi suram. Lebih ceria dan lebih banyak jokes-jokes yang lumayan. Tapi tetep aja, superhero DC itu tidak seharusnya nge-jokes.

Batman yang engga cool di Justice League via superherohype.com

Okelah, ada The Flash/Barry Allen yang boleh ngelawak. Tapi Batman/Bruce Wayne itu sama sekali tidak boleh terlihat lucu. Bruce itu harus selalu cool, tegas dan penuh perhitungan. 3 hal tadi tidak terlihat di Justice League. Malahan, Bruce/Batman terlihat lembek, mudah terombang-ambing dan kadang rapuh. Bruce yang kemarin Kanda Fajar lihat malah kayak Tony Stark yang memakai kostum kelelawar. Apa-apaan ini.

Untuk CGI-nya Superman, Kanda Fajar engga mau banyak komentar. Emang keliatan banget soalnya. Tapi yang paling ngeselin itu masalah durasi. Justice League berasa cepat banget. Continuity-nya jadi agak goyang dan beberapa scene penting justru dihilangkan. Emang ga bener banget, sih WB. Film yang harusnya bagus malah jadi B-aja.

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *