Indonesia itu emang indah banget alamnya. Mau pemandangan apa aja semua ada. Mau, laut, pegunungan, pantai, gunung api, you named it hampir semua ada. Yang kurang adalah fasilitasnya. Kurangnya fasilitas ini yang membuat kenapa sektor wisata engga bisa berkembang pesat. Emang uda ada program visit Indonesia, tapi ya kalau fasilitas kurang, mana mau orang kesana.

Untung ada Trinity, travel blogger sekaligus pemilik buku yang punya nyali (dan dana) buat travelling ke tempat-tempat yang engga bisa kunjungin. Lewat tulisannya, kita bisa tau kalau Indonesia bukan cuma Bali dan Jakarta (klise banget ini, guys). Dan selain lewat medium tulisan, sekarang kita juga bisa menikmati petualangan Trinity lewat film yang dibintangi Maudy Ayunda; Trinity The Nekad Traveler

Sinopsis

Cerita berpusat pada kehidupan Trinity. Dia ini suka banget travelling. Dia suka menjelajah tempat-tempat baru. Malahan sejak kuliah, dia sudah sering bepergian kemana-mana. Yang jadi panduan Trinity buat jalan-jalan adalah bucket list-nya. Di sebuah buku kecil itu, dia menuliskan tempat-tempat dan kegiatan apa saja yang mau dia ingin lakukan sebelum menikah. And you know, list-nya banyak banget.

Saking banyaknya, dia sampai harus putus dari pacarnya, Andre. Well, putusnya bukan karena Andre ngelarang Trinity buat jalan-jalan tapi karena Andre ini orangnya rese banget. Masa dia ngelarang Trinity yang pemakan segala buat makan gorengan. Parahnya lagi, si Andre ini sampe bikin daftar makanan apa aja yang boleh dimakan sama calon istrinya ini. Jelas aja Trinity berang.

Ketemu Paul di Way Kambas via imdb.com

Di pekerjaan pun, Trinity juga engga fokus. Dia lebih sibuk mencari hari kejepit nasional dan mengatur jadwal cuti. Setiap ada Harpitnas (I know you know what it means), Trinity selalu jalan-jalan. Setiap cuti-nya masih ada, dia selalu travelling. Hal ini jelas bikin boss-nya, Bu Boss marah-marah. Soalnya dia harus terus tanda tangan slip gaji buat karyawan yang kerjaannya liburan.

Karena udah dapat warning dari Bu Boss, Trinity mulai memutar otak untuk meningkatkan performance-nya. Kebetulan saat itu, perusahaannya lagi bekerja sama sama Tompi dan dia sedang bersiap melakukan tur nasional. Kesempatan inilah yang diambil Trinity dengan brilian.

Kebetulan pas dia sering traveling, dia sering menuliskan pengalamannya di blog. Karena Trinity sering keliling Indonesia, dia jadi tahu bahasa-bahasa lokal. Nah, dia gunakan kemampuan itu untuk pre-researh tempat tur Tompi. Pilihannya lalu jatu ke Makassar. Selain karena di fans-page Tompi banyak yang komen pakai bahasa Makassar, kebanyakan komennya juga bagus-bagus. Jadilah dia presentasiin itu di depan Bu Boss.

Bu Boss setuju sama ide itu. Sayangnya, niat Trinity buat ikut ke Makassar engga kesampaian. Dia harus tetap ada di Jakarta. Anehnya, Tompi, yang udah duluan di sana, minta dibawain Melon kotak dari Jakarta. Dan harus Trinity yang bawaiin. Tidak mau melewatkan kesempatan, Trinity langsung terbang ke Makassar keesokan harinya.

Sayang, Trinity cuma punya waktu 1 hari lebih di Makassar. Besokannya, dia mesti balik ke Jakarta. Tiket udah dipesenin kantor, dan Trinity mestinya tinggal berangkat. Tapi dia telat bangun dan ketinggalan pesawat. Daripada ngeluh, dia menggunakan kesempatan itu untuk berkunjung ke Karst Rammang-Rammang. Tempatnya bagus banget. Indah dan tenang. Kalau yang riweh sama hiruk pikuk kota besar, ke Karst Rammang-Rammang bisa jadi pilihan buat refreshing.

Dua orang ini yang bikin ceritanya lucu via id.bookmyshow.com

Kembali ke Jakarta, Trinity ngelunjak dan minta cuti lagi. Dia memohon untuk diberikan cuti supaya bisa jalan-jalan ke Filipina bareng Yasmin, Nina dan Ezra. Dengan berat hati, Bu Boss mengijinkannya buat liburan.

Di Filipina, Trinity, Yasmin, Nina dan Ezra mulai berpetualang keliling Manila. Mulai dari nyobain makanan-makanan aneh, kayak ayam yang umurnya baru 1 hari sampai telur ayam yang udah mulai bentuk anak ayam, semua dicobain Trinity dkk.

Masalah timbul pas Trinity mau whale diving tapi budget engga cukup. Trinity kekeuh mau nyobain soalnya itu ada di bucket list-nya. Sementara Yasmin dan Nina menolak dengan keras. Di tengah pertengkaran itu, Ezra malah ngilang dan kesasar. Untung dia bisa balik ke penginapan berkat advice dari Trinity; selalu bawa kartu dari hotel tempat kita menginap.

Situasi masih memanas. Trinity dan Yasmin masih sindir-sindiran. Tapi semua perlahan membaik pas Trinity dapat email misterius yang isinya mengajak dia ke Maldives. Kanda Fajar bilang misterius karena dia sendiri mengenalkan diri dengan sebuatan Mr. X. Awalnya Trinity engga percaya, tapi pas tiketnya dikirim by email, mau engga mau Trinity harus nyobain, kan.

Fokus travelling dan nulis via imdb.com

Di Maldives, semua hotel dan akomodasi lainnya udah dibayar oleh Mr. X. Awalnya dia mengira kalau Mr. X itu adalah Paul, orang yang ditemui pas dulu jalan-jalan di Lampung. Ternyata Mr. X bukan Paul. Walaupun begitu, Paul dan Trinity tetap menghabiskan waktu mereka bersama. Lama-lama mereka makin dekat, tapi tetap ada sesuatu yang mengganjal di hati Trinity. Dia terbiasa bekerja keras untuk mencapai yang dia inginkan dan hadiah dari Mr. X melukai perasaannya. Akhirnya, Trinity meninggalkan Maldives dan balik ke Indonesia.

Di Jakarta, Trinity sudah mengeraskan niatnya untuk fokus jadi blogger dan penulis soal travelling. Dia mengundurkan diri dari pekerjaannya demi mengejar passion dan merasakan nikmatnya travelling secara full-time.

Impression

Secara cerita, film Trinity: The Nekad Traveler, sebenarnya tergolong biasa aja. Durasinya yang cuma mencapai satu setengah jam kurang membawa cerita menjadi lebih detail. Cukup banyak lubang yang semestinya bisa ditambal tapi malah di cut untuk memenuhi slot durasi. Kayak, siapa sih Paul? Kenapa dia engga diceritakan sedikit lebih banyak sih? Dan lagi buat apa ada Tompi disitu? Signifikansinya cuma supaya Trinity bisa berangkat ke Makasar doang.

Walaupun begitu, tenang saja, Trinity: The Nekad Traveler masih bisa dinikmati kok.

Nilai tambahnya ada di Maudy Ayunda. Selama ini Kanda Fajar dia selalu jadi cewek kalem dan cerdas. Di film ini, dia jadi agak serampangan. Perannya agak engga cocok buat mukanya yang good-girl banget, tapi dia sukses berkata-kata kasar demi peran!

Ini nih mbak Trinity yang asli via eviindrawanto.com

Satu hal lagi, walaupun tadi Kanda Fajar cerita biasa aja, tapi secara tata visual, Trinity: The Nekad Traveler emang juara. Film ini berhasil mengekspos keindahan Makasar, Gunung Anak Krakatau dll. Lupakan Maldives yang emang didesain dengan indah, lewat petualangan Maudy Ayunda di film ini, Kanda Fajar jadi pengan travelling sekarang juga!

Keep up the good work mbak Trinity. I am your fan now.

Categories: Movie

Leave a Reply