Tutup Tahun Sambil Marathon The Show dan What Happened to Monday

Biasanya, menjelang tahun baru, orang-orang pada sibuk bikin resolusi. Useless, sih tapi ya namanya juga budaya. Tetep aja dilakukan. Kanda Fajar punya saran yang lebih bagus selain bikin resolusi: nonton marathon film The Show dan What Happened to Monday. Memang agak konyol tapi percayalah dua film itu berisi pertanyaan-pertanyaan fundamental soal diri kamu. Kalau sudah nonton dan masih belum dapat “tamparan keras di pipi”, ada baiknya kamu segera mempraktekkan apa yang Kanda Fajar tulis di sub-judul impression.

The Show: Excitement over Deaths

Cerita diawali dari kejadian tidak terduga di sebuah reality show. Di program berjudul Marry a Billionaire (lupa judul pastinya), tanpa diduga ada salah satu kontestan yang bunuh diri live on TV. Dia menembak dirinya sendiri saat dirinya kalah bersaing dengan kontestan yang lain. Dibalik kejadian mengerikan itu, host acara Marry a Billionaire, Adam Rogers, dengan (agak) gagah berani mencoba menenangkan situasi. Walaupun akhirnya dia gagal, dia tetap dianggap sebagai pahlawan nasional dalam sebuah jajak pendapat di Morning Show USA.

Kejadian itu memang membuat popularitas Adam Rogers menanjak, tapi juga mengganggu kesehatan mentalnya. Dia jadi sering menyalahkan diri sendiri. Dia merasa perlu bertanggung jawab karena kejadian itu terjadi di acara yang dia bawakan. Untungnya, hal itu tidak membuatnya dipecat. Network executive Ilana Katz malah mempertemukan dirinya dengan Sylvia, producer acara yang karya-karyanya sukses ditonton jutaan orang di Amerika. Ilana Katz punya ide gila untuk menampilkan lebih banyak kematian akibat bunuh diri di TV.

this is your death
Adam Rogers, si host berbakat via variety.com

Adam Rogers tentu menolak keras ide gila ini. Baru beberapa waktu lalu dia melihat seorang wanita menembak kepalanya dan sekarang dia malah harus memandu acara yang berisi orang-orang menghabisi dirinya dengan cara-cara yang lebih sadis. Sayangnya pikiran Adam perlahan berubah. Dia menyadari bahwa kadang bunuh diri adalah cara terbaik buat meneruskan hidup. Akhir kata, dia menyanggupi permintaan Ilana dan mulai bekerja sama dengan Sylvia.

Walaupun Adam adalah host sementara Sylvia adalah producer, Adam lebih banyak ikut campur dalan konsep reality show baru yang nantinya bakal disebut “This is Your Death” ini. Dia ingin orang-orang yang bunuh diri itu mati dengan kebanggaan, dengan legacy yang layak diingat orang-orang. Dia tidak mau penonton melihat bunuh diri sebagai jalan pintas mengakhiri depresi berkepanjangan. Instead, dia mau menunjukkan bahwa bunuh diri adalah soal kekuatan dan cinta. Aneh, tapi begitulah yang ada dipikirannya sekarangt.

Di episode perdana This is Your Death, ada seorang wanita paruh baya yang keluarganya kacau. Dia dan anaknya jadi korban kekerasan suaminya. Lewat acara ini, dia mau memberikan kehidupan yang lebih baik buat anaknya. Adam dan This is Your Death memang memberikan “hadiah” uang ratusan ribu dollar buat para kontestan. Inilah yang menjadi daya tarik utama mengapa orang-orang mau berpartisipasi.

Episode kedua berlangsung dengan meriah. Episode ketiga, keempat dan seterusnya meraih banyak penonton. Sayang, keberhasilan itu diwarnai dengan pemberitaan miring soal moral dan etika yang menyerang acara This is Your Death dan Adam sebagai host-nya. Bahkan, adiknya, Karina, sampai harus terima mendapat pandangan jijik dari kolega-koleganya di tempat kerja.

Karina menasehati Adam kalau apa yang dia lakukan sudah kelewatan. Adam menolak berhenti, padahal tujuan awalnya sudah melenceng dari visinya semula. Sekarang, alasan kenapa dia tetap memandu acara This is Your Death adalah karena uang dan popularitas. Di salah satu episode, Adam bahkan rela membunuh salah satu kontestan yang tidak jadi bunuh diri di depan kamera. Dia melakukan hal itu “hanya” karena dia tidak mau acaranya rusak.

suicide live on TV cia cineplex.com

Adiknya tidak tahan dengan semua tekanan yang dia terima. Dia akhirnya memilih untuk menjadi kontestan bersama dengan Mason Washington. Mason ini orang baik. Dia rela bekerja sepanjang hari demi menafkahi keluarganya. Sayang, himpitan ekonomi membuat keluarganya hilang harapan terhadapnya. Saat This is Your Death membuat kampanye episode finale dengan hadiah besar, harapan Mason hidup kembali.

Karina tampil diatas panggung dengan berbaring diatas tempat tidur. Dia memilih mati dengan menyuntikkan racun ke pembuluh darahnya. Adam sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Dia melihat adiknya mati di acara yang dia bawakan. Tujuan akhir Karina akhirnya tercapai: kakaknya Adam sadar akan perbuatannya dan berhenti berperan di This is Your Death. Sementara Mason, dia sadar kalau tidak seharusnya dia menyerah dan mati di atas panggung. Dia pulang kembali ke keluarganya dan melanjutkan hidupnya yang dulu.

What Happened to Monday: Smaller Family, Richer Family

Film dimulai dengan narasi soal bagaimana kemajuan peradaban lead to resources scarcity. Pemerintah di dunia lalu menginisiasi one child per family sebagai solusi. Walaupun bukan jawaban paling paling bagus untuk memerangi masalah populasi, ketersediaan makanan dan pencemaran lingkungan, solusi itu cukup untuk memperpanjang umur bumi beserta penduduknya. Yang menyedihkan adalah orang tua yang ketahuan memiliki lebih dari satu anak, anak sulungnya harus dibawa ke Child Allocation Bureau.

Tidak ada yang tau apa yang dilakukan pemerintah terhadap anak-anak kecil itu. Yang dijanjikan pemerintah adalah anak-anak itu akan dibekukan dan dihidupkan kembali saat keadaan dunia menjadi lebih baik.

Di dunia dimana satu anak lebih baik, Karen Settman malah mempunyai TUJUH anak kembar sekaligus. Sayang dia tidak bisa melihat anak-anaknya tumbuh. Anak-anak itu akhirnya dirawat oleh kakeknya, Terrence Settman. Terrence Settman membiarkan mereka tumbuh dengan kepribadian berbeda di dalam rumah. Tapi begitu keluar, mereka harus menjadi satu orang Karen Settman. Tentu mereka tidak bisa keluar berbarengan. Terrence Settman mengakalinya dengan hanya menginjinkan anak-anak itu keluar sesuai nama mereka. Monday keluar di hari Senin, Tuesday di hari Selasa dan seterusnya.

7 orang Karen Settman via vox.com

Karen Settman ini ternyata orang yang lumayan berprestasi di kantornya. Hari Senin ini, dia dijadwalkan akan mendapat promosi jabatan dan tentu uang yang lebih banyak. Di hari H, Monday keluar seperti biasa. Tidak ada gelagat aneh bin mencurigakan. Tapi dia tak kunjung kembali sampai malam. Saudari-saudarinya yang lain mulai khawatir. Di hari Selasa, Tuesday mendapat tugas mencari Monday yang hilang. Sayang, petugas federal menangkapnya. Dia dibawa ke Child Allocation Bureau. Satu matanya dicopot demi mendapat akses ke apartment keluarga Settman.

Nicolette Cayman ternyata adalah dalang dari hilangnya Monday dan Tuesday. Dia ini anggota parlemen yang pro kebijakan satu anak. Jadi wajarlah kalau keluarga Settman jadi sasaran karena bisa mencederai reputasinya.

Di dalam apartment, keluarga Settman mati-matian mempertahankan diri. Sayang, Sunday harus meregang nyawa. Di hari berikutnya, Wednesday pergi ke rumah Jerry, saingannya di kantor. Dari Jerry, Wednesday tau kalau Karen Settman dapat promosi setelah ikut mendanai kampanye Nicolette Cayman. Aksi Wednesday ini ketahuan. Petugas federal mengepungnya di atap dan menghabisi nyawanya.

Sementara itu, Saturday harus menghadapi Adrian yang sudah menjalin hubungan cukup lama dengan “Karen Settman.” Dari pengakuan Adrian, Saturday tau kalau sebenarnya Monday tidaklah seperti yang selama ini saudari-saudarinya tau. Tidak lama kemudian, saat Adrian sedang dalam perjalanan ke Child Allocation Bureau, petugas federal mengebom Saturday yang masih ada di apartment Adrian. Friday juga sudah mati saat tentara federal memaksa masuk ke apartment keluarga Settman. Jadi tinggal Thursday saja satu-satunya yang masih berkeliaran.

Dengan bantuan Adrian, Thursday berhasil masuk ke Child Allocation Bureau. Dia mengetahui kebenaran kalau anak-anak yang ditangkap itu akan dibakar bukan dibekukan sesuai janji pemerintah. Dia lalu menyamar sebagai Monday dan mendatangi Nicolette Cayman. Ternyata, Monday-lah dalang dari semuanya. Dia ingin jadi satu-satunya Karen Settman. Dia juga dendam dengan masa kecilnya yang harus menanggung penderitaan yang sama walaupun kesalahan ada pada saudari-saudarinya.

untung punya kakek yang banyak akal via imdb.com

Adrian dan Thursday lalu mencari Tuesday. Mereka bertiga berusaha mengungkap kebusukan Nicolette Cayman yang selama ini ditutup-tutupi. Monday datang mencegah mereka tapi Thursday melawan tanpa gentar. Monday kalah lalu ditembak mati tentara federal yang mengira dialah targetnya. Nicolette Cayman akhirnya ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Hukum one child per family dicabut. Tuesday akhirnya bisa hidup dengan identitasnya sendiri. Sementara Thursday, dia memilih menyandang identitas Karen Settman demi melanjutkan tugas saudari-saudarinya.

Impression

Menjelang tutup tahun, Kanda Fajar rasa kedua film ini cocok buat kamu yang butuh bantuan untuk merefleksikan kejadian-kejadian yang sudah terjadi selama 2017.

The Show bakal mengajarkan pentingnya menghargai hidup sementara What Happened to Monday berisi diskusi soal pentingnya identitas.

live the life on your own via newslibre.com

Tanpa bermaksud menggurui, setelah menonton dua film tadi, ada baiknya kamu matikan lampu kamar. Kalau engga, pergi ke ruangan yang gelap. Tutuplah mata, dan tarik dan hembuskan nafas perlahan. Mulailah mengosongkan pikiran.

Setelahnya, coba tanyakan dalam hati pertanyaan berikut: apa gunanya saya masih hidup? Siapa saya dimata orang-orang?

We are alive for a reason via cineplex.com

Yup, terkesan bullshit tapi efektif sebagai bahan renungan. Kanda Fajar harap, setelah melakukan hal-hal diatas, kamu bisa mengerti arti hidup lebih dari seorang Adam Rogers dan berani menjalani hidup dengan caramu dengan lebih baik dari Thursday.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *