Semua yang mengaku VVOTA pasti tau hal ini. Saking banyak member, JKT48 mesti harus dibagi-bagi dalam grup lebih kecil. Tujuannya jelas untuk me-reward member yang bekerja paling keras. Member inilah nantinya yang akan mendapat cahaya lampu paling terang daripada yang lain.

Well, menurut Kanda Fajar hal ini cuma sebatas alasan Bisnis. Dalam sistem Sousenkyo, member yang mendapat voting terbanyaklah yang menang.

Votingnya darimana? Ya dari dompet VVOTA kayak kamu tentu saja.

Member dengan voting terbanyak 1 sampai 16 di sebut Senbatsu. Dari 17 sampai 32 namanya Undergirls.

Idealnya, member Setbatsu ini harus mendapat single yang memang enak di telinga para VVOTA yang udah bayar mahal. Nyatanya? The song is “B aja.” Khususnya buat album ke Suzukake no Ki no Michi de ‘Kimi no Hohoemi wo Yume ni Miru’ to Itteshimattara Bokutachi no Kankei wa Dou Kawatteshimaunoka, Bokunari ni Nannichi ka Kangaeta Ue deno Yaya Kihazukashii Ketsuron no youna Mono.

Malahan, lagu Undergirls disini lebih enak di telinga.

Single Setbatsu yang “B” Aja

Seperti biasa, di album ke-17 ini, JKT48 hadir dengan dua single andalan. Yang satunya untuk member Setbatsu dan sisanya buat Undergirls.

Single Setbatsu berjudul Kesimpulan Yang Sedikit Membuatku Malu Setelah Beberapa Hari Berpikir Akan Berubah Seperti Apakah Hubungan Kita Jika di Jalan Penuh Pohon Rindang Kukatakan Indahnya Senyum Manismu Dalam Mimpiku. Damn, panjang banget judulnya.

By the way, disini, Shani yang jadi center-nya.

Cukup mengejutkan juga ada member KIII yang bisa jadi center lewat Sousenkyo. Biasanya, Team J selalu mendominasi. Selama masih ada member macam Veranda dan Melody, bisa dipastikan member team lain mustahil jadi Center.

Karena Veranda udah grad, jadilah para VVOTA memilih member yang dengan kepribadian mirip. Pilihan lalu jatuh pada Shani.

Sayangnya, Shani kayak belum pantas jadi center, setidaknya menurut Kanda Fajar. Dia emang cakep tapi itu aja tidak cukup untuk menjadi Center JKT48. Kanda Fajar berpendapat, posisi Shani sekarang mirip dengan Veranda saat tampil jadi center pertama kali di Yuuhi wo Miteiruka?.

Shani disini masih kaku. Kurang luwes. Tatapan matanya seolah cuma tertuju ke kamera bukan penonton. Tapi tak apalah. Namanya juga baru pertama. Veranda dulu juga gitu.

Semuanya diperparah dengan lagu yang entah kenapa kurang sreg ditelinga. Judulnya juga sangat tidak catchy. Panjang banget.

Beat lagunya emang khas J-Pop but it just make it too mainstream. I can’t feel soul or story from listening to it.

Lokasi syuting yang sengaja dilakukan di Jepang juga tidak terlalu membantu. Buat apa jauh-jauh syuting ke Jepang kalau cuma buat ngepel lapangan basket indoor coba??

All Hail Undergirls

Untungnya lagu dari Undergirls disini bisa membantu memperbaiki apa yang salah dari single Setbatsu.

Hikaeme I love you!/Sedikit Saja I love you! berhasil membawa Kanda Fajar menemukan kembali feeling yang sama saat pertama kali nonton konser JKT48 di RCTI.

Beat-nya anak-anak banget. Dance-nya juga mengeksploitasi keimutan para membernya. Single ini sangat pas dibawakan oleh member-member muda Team T kayak Vio dan Celine.

Lagu Hikaeme I love you!/Sedikit Saja I love you! ini sangat easy-listening. Liriknya jujur. Sangat jujur malah. Kanda Fajar seakan terbawa kembali ke masa-masa SMP. Saat-saat dimana kita suka sama orang tapi takut mengungkap rasa suka itu.

Kamu mungkin ini engga ngerasain ini, tapi kamu tau engga kalau liriknya ini sebenarnya pedih?

Seperti yang sudah Kanda Fajar ungkapkan diatas, kisahnya adalah seorang yang sudah merasa cukup melihat orang yang disukai dari kejauhan. Lirik terakhirnya bahkan berbunyi kayak gini:

Tidak ingin sampai mengganggu kamu
Love you! Love you! hanya bergumam
Semangat kegiatanmu, tak usah hiraukan aku

Can you feel any pain in this lyric? Of course not, because the music is weirdly cheerful. Brilliant.

The Bottom Line

Blog post kali ini mungkin semacam peringatan buat para VVOTA diluar sana. Uang yang sudah kamu korbankan mungkin tidak dimanfaatkan dengan baik oleh JKT48 Operation Team.

Bagaimana bisa Undergirls lebih bagus dari Setbatsu padahal usaha dan dana yang dibutuhkan lebih banyak?

Kali ini Kanda Fajar cukup kecewa dengan taste orang-orang JOT.

Satu lagi, khusus buat Shani, single Suzukake Nancara mungkin bukan performance terbaikmu. Tapi ingat, kau masih punya jalan yang membentang di depan sana. Sekarang tinggal bagaimana kamu memanfaatkan cahaya yang menyinarimu sekarang untuk dapat bersinar lebih terang lagi di masa depan. Percaya atau tidak, kau itu mirip Veranda, at least dalam beberapa hal. Kalau Ve saja bisa, kau juga pasti bisa.

P.S Shani is not my preferred oshii. Celine is.

Categories: VVOTA

Leave a Reply