Kanda Fajar tau, dua film ini kalau dibandingkan engga sesuai. Yang satu film animasi, yang satu live action. Yang satu film Indonesia, yang satu film Hollywood. Yang satu pake bahasa Jawa, yang satu pake bahasa Inggris. Tapi apa boleh buat, dua film ini yang Kanda Fajar tonton seminggu kebelakang. Jadi, nikmati aja ya. wkwkw

Yowis Ben, Suckseed Rasa Jawa Timuran

Film ini ceritanya soal Bayu, anak SMA di kampung Warna Warni di Malang. Dia ini anak dari Janda penjual pecel. Karena dia biasa jualan nasi pecel di sekolah, jadilah dia dipanggil Pecel Boy. Di sekolah, si pecel boy ini sering dipandang sebelah mata. Bukan karena cuma karena efek “pecel”-nya tapi karena penampilan dan tingkah lakunya juga masuk ukuran norak. Makanya, Stevia, salah satu incerannya Bayu, sampe tega bacain puisi norak Bayu di depan kelas.

Bayu ini emang payah urusan cewek. Sama kayak Donni, temen baiknya. Kedua sahabat ini punya masalah yang sama tapi mirip. Kalau Bayu pengen membuktikan diri dimata cewek-cewek, Donni pengen membuktikan diri di mata orang tuanya. Untuk mengubah hal itu semua, mereka akhirnya memutuskan untuk bikin band.

Pecel Boy via id.bookmyshow.com

Mulailah proses perekrutan dimulai. Yang pertama direkrut adalah Yayan, anak kampung sebelah yang punya kemampuan aduhai di bidang pukul beduq. Dan diposisi keyboard, ada anak ganteng yang menderita karena ketampanannya, Nando. Band mereka ini lalu dinamai Yowis Ben, simply karena mereka males mikir nama Band yang lebih keren.

Perjalanan keempat sahabat ini untuk membuktikan diri via Yowis Ben terbilang engga mudah. Di kompetisi band pertama mereka, Yowis Ben kalah telak dari Band-nya Roy, gebetannya Susan. Tapi mereka pantang menyerah. Mereka memanfaatkan YouTube untuk memasarkan karyanya. Setelah patungan satu orang sejuta, resmilah mereka merekam musik mereka dan di-upload di YouTube.

Di salah satu Video musik Yowis Ben, ada Susan yang emang sengaja dimasukkan Bayu. Gayung bersambut, Susan diam-diam suka juga ada gambar dia di video Bayu yang makin terkenal. Lama kelamaan, Susan dan Bayu jadi makin dekat. Mereka sering jalan bareng ke Museum angkut, makan-makan cantik dan pake baju couple. Susan bahkan cukup sering diajak nonton Yowis Ben latihan.

Bersamaan dengan itu, performa dan fokus Bayu jadi ancur. Dia bahkan tega bolos latihan demi Susan. Doni mulai ngasi tahu Bayu yang udah hilang komitmennya pada Band. Yowis Ben akhirnya retak dan bubar. Ini membuat banyak fans Yowis Ben resah. Mereka pengen Yowis Ben kumpul lagi. Akhirnya, berkat bantuan Susan, Bayu, Doni, Yayan dan Nando akhirnya bisa kumpul lagi, Yowis Ben kembali manggung dan Bayu bisa deket sama Susan.

Incredible 2, Penantian 10 tahun yang Kurang Greget

The Incredible 2 dimulai saat sebuah kota diserang musuh jahat bernama The Underminer. Dia ini musuh yang terlihat kayak tikus tanah dan merusak kota dengan alat-alat canggihnya. Mr. Incredible, Elastigirl dan Frozone bahu membahu melawan musuh itu sementara kedua anaknya, Violet Parr dan Dash, harus menjaga adik kecil mereka, Jack-Jack.

Tentu aja mereka engga mau. Kedua kakak beradik ini ikut aktif membantu menyelamatkan orang-orang. Keputusan mereka tidak berbuah manis lantaran The Underminer adalah lawan yang cukup tangguh. Kota berhasil dirusak tapi Mr. Incredible dan keluarga gagal menangkapnya. Kegagalan ini membuat pekerjaan Superhero terancam di-ban selamanya.

Kehidupan orang-orang berkekuatan super terancam oleh sikap politikus yang seolah menyalahkan para pahlawan yang tidak becus menangkap penjahat dan malah memporak-porandakan kota. Oleh karena itu, dibawah Super Relocation Program, Rick Dicker Dia membantu keluarga Parr untuk menyembunyikan identitas rahasia mereka.

Bob, Helen, Violet Dash, dan Jack-Jack diberi rumah yang cukup mewah di suatu kawasan yang jauh dari pusat kota. Hal itu tidak menghalangi Winston Deavor untuk mengontak kembali Bob dan keluarga. Dia menawarkan pendekatan baru bagi dunia superhero. Dia ingin orang-orang tahu Winston Deavor, pemimpin dari perusahaan tekhnologi berskala internasional. Dia merupakan salah satu pendukung berat kembalinya superhero untuk membela dunia dan hanya membutuhkan beberapa contoh baik untuk mengubah persepsi publik.

Winston akhirnya memilih untuk “hanya menggunakan” elastigirl. Dia ingin Elastigirl dipasangi kamera kecil di superhero suit-nya supaya orang-orang biasa melihat suatu tindak kejahatan dari sudut pandang superhero. Mr. Incredible engga ikut karena dia harus mengurus Jack-Jack.

Keluarga super via timeincuk.net

Setelahnya, Elastigirl dengan bantuan komando dari Evelyn, mulai mencari kejahatan-kejahatan di seluruh kota untuk dibasmi. Ternyata, banyak dari kejahatan itu didalangi oleh penjahat yang dikenal dengan Screenslevar. Penjahat ini menggunakan teknologi yang menghipnotis orang-orang (via gambar yang keluar dari kacamata) melakukan apapun yang dia perintahkan, termasuk melakukan kejahatan.

Elastigirl pun suatu ketika jatuh dalam pengaruh Screenslaver, begitu juga Frozone, dan Mr. Incredible. Screenslaver ingin lisensi superhero kembali dibekukan untuk selama-lamanya. Padahal, Winston dan Ambassador sudah sebentar lagi akan mencabut kebijakan yang mem-ban para superhero untuk beraksi di atas kapal pesiar. Dalam situasi ini, penonton cuma bisa berharap pada Violet, Dash dan Jack-Jack.

Mereka bahu-membahu mengalahkan para superhero yang berada dibawah pengaruh Screenslaver. Dengan kecepatan Dash, Telepatik Violet dan kemampuan-kemampuan unik Jack-Jack, Mr. Incredible, Frozone dan Elastigirl berhasil lepas dari pengaruh Screenslaver. Tapi mereka punya masalah lain. Kapal pesiar mereka melaju sangat cepat ke arah pelabuhan sementara Screenslaver yang diketahui tidak lain tidak bukan adalah Evelyn berhasil kabur.

Mereka berbagi tugas. Elastigirl mengejar Evelyn sementara sisanya berusaha menghentikan kapal. Dan susah payah mereka berhasil melakukannya. Akhirnya, terungkap bahwa motif Evelyn adalah dia ingin masyarakat tidak bergantung pada superhero untuk membela dirinya. Lalu bersamaan dengan itu, superhero diperbolehkan lagi menggunakan kekuatannya untuk membasmi kejahatan di dalam kota.

Impression

Khusus buat Yowis Ben, roman-romannya Bayu Skak amat terinspirasi dengan Suckseed. Kanda Fajar berani bilang kalau 80% elemen filmnya emang mirip sama Suckseed. Ini bukan berarti sesuatu yang mesti kita hujat, ya. Tapi sebaliknya, Yowis Ben harus kita apresiasi karena film ini berhasil memasukkan kearifan-kearifan lokal kedalamnya.

Secara alur dan plot, ya itu tadi, Yowis Ben itu Suckseed banget. Bayu dkk ingin membuktikan diri kayak Top dkk. Ini yang bikin plotnya familiar buat Kanda Fajar. Tapi sayang, alur ceritanya kurang rapi. Mungkin karena durasi yang cuma satu setengah jam kali ya. Harusnya, scene-scene berantamnya Doni dan Bayu ini diceritakan lebih banyak lagi supaya filmnya lebih punya konflik yang menggigit. Satu lagi. Bayu-Susan juga engga diceritakan secara mendalam. Alhasil, chemistry mereka berasa kurang aja gitu. Pacar bukan, gebetan hampir.

Tapi kredit lebih harus diberikan ke lagu-lagunya. Lagu-lagu kayak Gak Iso Turu, Ojo Mbolos dan Mangan Pecel itu easy listening banget loh. Walaupun pake bahasa Jawa, punk rock-nya cukup kental. Kanda Fajar aja langsung nyari di Spotify habis nonton.

Buat Incredible 2, Disney Pixar emang jaminan mutu. Secara visual, film engga ada yang bisa dikomentari dari film ini. Perfecto!

Tapi secara cerita, Kanda Fajar rasa ada teralu banyak subplot di film ini. Cerita Violet dan pacarnya kurang dieksplor. Jack-Jack dan kekuatan-kekuatan uniknya engga nge-blend sama kisah utamanya. Satu lagi, Elastigirl-Voyd padahal berpotensi jadi subplot menarik kalau digarap lebih oke.

Categories: Movie

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.